Ojol Story
Terik matahari menusuk menembus tebalnya pakaian.Itulah yang tengah dirasakan Bang Ojak kali ini.Matahari sudah tepat diatas kepalanya,namun bunyi notif dari hapenya juga belum kunjung ada.Sudah berjam-jam Bang Ojak menunggu.Semakin lama kepalanya dijemur panasnya matahari,semakin surut pula semangatnya. “Sue bener dah ini hari,,” keluhnya. Wajar kalo dia marah,bagaimana tidak,sejak pagi hari sampai saat ini belum juga ada orderan yang masuk.Tapi dia gak punya pilihan,mau pulang juga gak ada gunanya,yang ada malah perang dunia.Abis mau gimana lagi,memang ini kenyataannya.Semenjak pemerintah campur tangan mengatur tarif ojek online,semuanya berubah 180 derajat.Orderan kian sepi,belum lagi bersaing ke sesama driver yang kian banyak.Bang Ojak putus asa. 'Tlittt,,tliittt,,' Hapenya bergetar.Bang Ojak yang sedang bengong,kaget.Dia rogoh kantung sakunya hendak mengambil hapenya sambil berharap orderan yang dia inginkan benar masuk.Tapi pas dia buka hapenya,ternyata bukan dari aplikas...