Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

The Kost (Part 1)

 "Kamu yakin mas,,??” “Aku yakin Mah,,” “Yaudah kalo gitu,,mamah terserah kamu aja,,mamah cuma ngasih saran aja,,” “Iya Mah,,Dimas paham maksud mamah,,tapi Dimas mau coba belajar mandiri,,” “Iya mamah ngerti maksud kamu juga,,yaudah kalo kamu udah dapet tempatnya,,langsung kabarin mamah ya,,” “Iya Mah,,makasih ya Mah udah ngertiin aku,,” “Iya sayang,,oh iya,,udah dulu ya sayang,,mamah mau ke rumah Pak RT ini,,” “Setoran ya Mah,,??” “Haha,,kamu tau aja,,” “Mah,,aku penasaran,,mamah ngutang berapa sih sama Pak RT,,kok dari dulu gak kelar-kelar hehe,,” “Isshh,,kamu ya,,bisa aja bercandanya hihi,,udah ah,,mamah mau pergi dulu,,” “Udah gak tahan rupanya hehe,,” “Au ah,,ohya mas kamu jaga diri disana ya,,jangan ngelakuin hal yang jahat,,kerja yang bener,,kerja yang semangat,,cari pergaulan yang baik,,yang bisa ngebantu dan ngedukung kamu kerja ya,,” “Iya Mah,,mamah juga jaga kesehatan ya,,” “Makasih sayang doanya,,udah ya,,jangan lupa pesan mama tadi ya,,” “Iya Mah,,” “Sama jangan lupa ...

Alfuckmart

“Semua jadi 113.700 ribu mas,,” Ucap Rini,pegawai sebuah minimarket dengan senyum kepada pelanggannya. Melayani dengan senyum adalah SOP wajib di dalam minimarket ini.1 prinsip yang selalu dipegang teguh seluruh karyawan/karyawati toko ini demi mewujudkan tagline toko,yaitu 'Cari yang Puas,hanya Kami yang Pas. Seluruh karyawan/karyawati disini semua telah di didik secara profesional demi dapat 'memuaskan' pelanggan.Mulai dari berlatih hal dasar macam mengucapkan salam,memberi senyuman,selalu sigap & tanggap memberi pelayanan hingga ke latihan yang lebih ‘ekstra' seperti melayani dengan tulus request 'khusus' dari pelanggan. Dan dengan semua tuntutan itu,pihak perusahaan pun memberikan inovasi-inovasi kreatif demi mensukseskan tagline yang mereka buat. Contohnya seragam.Kini seragam dibuat lebih 'menarik'.Sekarang seluruh karyawan diharuskan bertelanjang dada dan hanya menyisakan celana pendek sebatas lutut dengan motif logo alfuckmart berserta nama d...

Vivi Story's (Part 4)

Se telah sesaat Vivi mengunci pintu rumahnya, sesegera mungkin mereka melucuti satu persatu pakaian yang mereka kenakan.Dalam hitungan detik mereka berdua telah bertelanjang bulat.Saling raba dan kecupan lembut mengiringi pasangan ini bergumul di sofa Vivi yang empuk.Bibir tipis Vivi yang beradu kumis tebal Pak Kasim menambah panas adegan ciuman. “Oh ya bang,,neng sampe lupa,,abang belum neng buatin minum,,” kata Vivi seraya melepaskan cumbuan dari Pak Kasim. “Duh gausah neng,,jadi ngerepotin saya,,” “Gapapa bang,,santai aja,,saya justru yang gak enak,,masak tamu gak di suguhi minum,,hihi” “Abang mau minum apa,,” tawar Vivi. “Kopi item kalo boleh neng,,” “Oke,,tunggu ya bang,,neng bikinin dulu” “Oke neng,,makasih banyak ya neng” balas Pak Kasim. Vivi lantas beranjak ke dapur hendak membuatkan kopi untuk Pak Kasim.Beruntung sekali Pak Kasim mendapat servis dari Vivi,mulai dari servis oral,bibir hingga kopi ia dapat semua.Semua ia dapat secara gratis,bahkan justru ia malah dapat upah. Pa...

Vivi Story's (Part 3)

Motor matic Pak Kasim melaju menyusuri jalan aspal mengantar perempuan cantik dibelakangnya untuk pulang.Udara sepoi2 berhembus menyentuh kulit Vivi meredakan panas terik matahari.Vivi tak sabar ingin segera sampai di rumah,ingin segera bertemu putra satu-satunya. 'Ngggiitttt,,,' tiba2 motor rem mendadak. Vivi yang sedang bengong memikirkan anaknya sontak kaget.Toket Vivi yang tadi berjarak dari punggung Pak Kasim jadi menempel akibat gaya Newton dari rem motor.Walau toket Vivi sebenarnya gak gede2 amat tapi kalo kena punggung,lumayan berasa empuk juga. “Ada apa sih bang,,bikin kaget eneng aja,,” marah Vivi. “Maaf neng,,Abang kebelet kencing,,” “Duh kirain apa,,yaudah kencing di rumah neng aja,,” “Gak bisa neng,,abang dah kebelet banget,,” Pak Kasim langsung turun dari motor menuju semak2 di pinggir jalan.Vivi hanya diam melihat sembari sedikit kesal,soalnya tertunda lagi ia sampai ke rumahnya. Tapi dibalik rasa kesalnya,Vivi tanpa sengaja melihat kontol Pak Kasim yang tengah m...

Vivi Story's (Part 2)

Kira2 10 menit Vivi telah berjalan namun tak ada tanda2 ia mendekati rumahnya.Bahkan Vivi yang sebelumnya sedang semangat berkat dukungan suaminya mulai luntur diiringi rasa letih yang kembali meliputi Vivi. “Duh..lama2 bisa mati nih gue kalo begini terus,,” keluh Vivi. Ditengah teriknya panas yang menyelimuti hari,tiba2 muncul oasis di hadapan Vivi. 3 buah sepeda motor terparkir di dekat pos ronda.Artinya ada ojek yang lagi mangkal.Vivi tau kalo di pos itu biasa dijadikan tempat ojek buat mangkal.Sebenarnya Vivi enggan menggunakan jasa ojek sembarangan,namun karena di tempat itu kebetulan ada tetangganya yang biasa mangkal disitu buat Vivi jadi berani. “Akhirnya,,” kata Vivi menyadari ada pos di depan matanya. “Mudah2an ada Bang Sobri,,” harapnya. Dengan sisa2 tenaga Vivi berlari ke arah pos sambil berharap kalo Bang Sobri sedang mangkal disana. Namun makin lama makin mendekat Vivi memperhatikan isi pos itu tak ada sosok yang ia kenal sama sekali.Tak terasa begitu sampai di depan pos,...