Vivi Story's (Part 4)
Setelah sesaat Vivi mengunci pintu rumahnya, sesegera mungkin mereka melucuti satu persatu pakaian yang mereka kenakan.Dalam hitungan detik mereka berdua telah bertelanjang bulat.Saling raba dan kecupan lembut mengiringi pasangan ini bergumul di sofa Vivi yang empuk.Bibir tipis Vivi yang beradu kumis tebal Pak Kasim menambah panas adegan ciuman.
“Oh ya bang,,neng sampe lupa,,abang belum neng buatin minum,,” kata Vivi seraya melepaskan cumbuan dari Pak Kasim.
“Duh gausah neng,,jadi ngerepotin saya,,”
“Gapapa bang,,santai aja,,saya justru yang gak enak,,masak tamu gak di suguhi minum,,hihi”
“Abang mau minum apa,,” tawar Vivi.
“Kopi item kalo boleh neng,,”
“Oke,,tunggu ya bang,,neng bikinin dulu”
“Oke neng,,makasih banyak ya neng” balas Pak Kasim.
Vivi lantas beranjak ke dapur hendak membuatkan kopi untuk Pak Kasim.Beruntung sekali Pak Kasim mendapat servis dari Vivi,mulai dari servis oral,bibir hingga kopi ia dapat semua.Semua ia dapat secara gratis,bahkan justru ia malah dapat upah.
Pak Kasim kagum dengan Vivi.Selain cantik,rumah yang ia tempati juga terlihat sangat rapih.Kumpulan foto2 Vivi dengan keluarga kecilnya terpampang rapi di atas lemari dan dinding rumah Vivi.Namun diantara banyaknya foto2,ada satu foto yang terasa lain.
“Neng,,itu foto siapa??” tanya Pak Kasim melihat bingkai foto yang terpajang di dinding ruang tamu.
“Yang mana bang??” jawab Vivi seraya kembali ke ruang tamu membawa secangkir kopi hitam panas.
“Itu,,” tunjuk Pak Kasim kearah gambar foto laki2 yang tengah bersanding dengan perempuan.
“Ohh itu suami saya bang,,”
“Terus sampingnya??”
“Ohh itu Rere,,pacar suami saya,,”
Pak Kasim heran,kok udah punya istri cantik mulus begini malah masih cari yang lain.Tapi memang di dunia ini perilaku selingkuh begini sah adanya,bahkan praktek poligami,poliyandri,kumpul kebo dan segala macam hal aneh bin tabu di masa lalu,sekarang malah jadi hal yang lumrah.
Dilihat lagi wanita di foto itu lalu Pak Kasim bandingkan dengan Vivi, sebenarnya tak jauh beda sinar cantiknya,sama2 berkulit putih,berambut panjang,hanya parasnya saja yang berbeda.Vivi lebih ke pribumi sedangkan Rere agak kearah Chinese.
“Di minum bang kopinya nanti keburu dingin,,” kata Vivi.
“Makasih banyak neng,,” balas Pak Kasim mencoba kopi buatan Vivi.
“Oh iya,,eneng izin ke kamar mandi ya bang,,memek neng dari tadi lupa di bersihin,,abang gak mau kan ngerasain memek neng bekas peju orang lain hihi,,”
Dasar Vivi,hampir selalu disaat akan memulai per-ngewe-an ia selalu lupa membersihkan diri.Emang sih menurut dia cairan peju yang tertanam di dalam memeknya membuatnya tubuhnya merasa selalu hangat dan membuat pikirannya terasa nyaman.
Tak lama setelah Vivi membilas sisa peju Bang Kardun dari dalam memeknya,ia langsung kembali menemui Pak Kasim untuk bersiap bertempur.
“Yuk bang,,kita main” goda Vivi memulai pertandingan.
Di oral kontol Pak Kasim dengan mulutnya.Lidahnya ikut bergoyang memoles batang kejantanan Pak Kasim.
“Slurrpp,,sllrrupp,,enak bang”
“Enak banget neng,,”
Sedang asik2 Vivi mengoral,tiba2 muncul ide iseng Vivi.
“Tunggu bentar bang,,”
Vivi beranjak hendak mengambil hape nya,dengan cepat ia berpose selfie dengan gaya mulutnya yang tengah mengoral kontol Pak Kasim dan 'cekrek'.Lalu pose yang hampir sama namun mulut Vivi agak didorong kedalam seperti seakan dia sedang men 'deepthroat' kontol Pak Kasim dan 'cekrek'.Dan terakhir pose Vivi tengah mengecup manja kepala kontol Pak Kasim lalu 'cekrek'.
Sambil tersenyum Vivi melihat hasil fotonya.Pak Kasim diam saja keenakkan karena walaupun tangan dan mata Vivi fokus ke hape tapi mulut Vivi tetap lanjut mengulum kontolnya.
“Bang,,neng izin posting fotonya di Facecrot (*gua ganti biar gak copyright wkwk*) ya,,” pinta Vivi.
“Tapi muka Abang gak keliatan kan??”
“Gak kok bang,,aman”
Bukan tanpa alasan Pak Kasim cemas,ia sudah janji ke istri nya buat fokus narik hari ini dan bawa uang pulang buat istrinya,eh tapi malah nyasar ke rumah Vivi.
“Yuk bang,,kontolnya udah keras banget,, langsung masukin ke memek eneng,,”
Vivi langsung mengambil posisi WoT,,dan 'bles' masuk sudah seluruh batang kontol Pak Kasim di liang peranakan Vivi.Digoyang perlahan pinggul Vivi menikmati gesekan kontol dari dalam memeknya.
20 menit berlalu,5 gaya lebih sudah Vivi dan Pak Kasim praktekan mulai dari gaya Misionaris,Spooning,69 dll.Sudah semua tempat pula jadi TKP per-ngewe-an,mulai dari ruang tamu,kamar tidur,dapur,bahkan hingga kamar Faris sudah tercemar peluh keringat Vivi dan Pak Kasim.
“Kuat,,aah,,banget,,sihhh,,bangg,,kontol,,nya,,” desah Vivi mendapat terjangan dari Pak Kasim.
20 menit tak ada tanda2 kontol Pak Kasim bakal menyemburkan pejunya,bahkan malah serangan kontol Pak Kasim kian ganas.
Walaupun sudah berumur,namun sebenarnya Pak Kasim terbilang masih terlihat muda dinilai dari bentuk fisiknya,badannya masih kekar dengan diselingi kumis tebal di bawah hidungnya seakan menambah kesan macho.Vivi sungguh beruntung bisa merasakan kobokan kontol besar Pak Kasim,apalagi gesekan halus kumis tebal di bibirnya menambah sensasi tersendiri baginya.
‘Kring,,kring,,kring' suara hape Vivi.
Vivi yang tengah asik bersenggama ria, dikagetkan suara hape nya sendiri.
“Berhenti dulu bang,,”
Vivi langsung meraih hapenya dengan tetap kontol Pak Kasim menancap di liang memeknya.
“Halo mas,,”
Ternyata mas Andi,suaminya yang menelpon.
“Halo dek,,mas tadi liat status kamu kayaknya di rumah lagi ada tamu ya hihi”
“Hehe,,iya nih mas,,adek kedatangan tamu yang kuat banget loh mas,,dari tadi adek ajak main gak ada capeknya hihi”
“Emang main apa sih dek,,” goda Andi.
“Main kuda2an,,main guling2an,,banyak deh pokoknya hihi” balas genit Vivi.
“Emang siapa sihh dek,,jangan2 teman mas mampir ke rumah ya,,”
“Bukan mas,,ini teman baru Vivi,,”
“Teman baru,,tumben,,biasanya kamu selektif banget kalo nyari temen,,”
“Adek masih selektif kok mas,,cuma tadi adek iseng seleksi orang,,eh ternyata dia langsung lulus seleksinya adek hihi,,”
“Kenalin atuh temennya dek,,”
“Entar ya,,adek tanya dulu orangnya,,soalnya agak malu2 orangnya hihi,,”
“Gimana bang,,mau videocall sama suami neng gak sebentar??” tanya Vivi ke Pak Kasim.
“Duh gimana ya” ragu Pak Kasim.
“Bentar doang kok,,ya??” pinta Vivi
“Iya deh” jawab Pak Kasim pasrah.
“Yaudah mas,,ganti mode VC,,”
Tak lama muncullah gambar mas Andi namun dengan Rere disampingnya.
“Hai sayang,,” kata Andi.
“Hai kak,,” timpal pacarnya Rere.
“Ohh ternyata nelpon adek cuma mau pamer kalian mesra2an ya,,” balas Vivi sambil cemberut bete melihat suaminya bersandingan dengan Rere di hadapannya.
“Gak gitu dek,,ini awalnya Rere duluan kok,,” bela Andi.
“Bohong kak,,enak aja aku dulu,,dia yang genit duluan kak,,” balas Rere tak mau kalah.
“Udah2 kalian berdua samanya,,sama2 gatel hihi,,” kata Vivi.
“Kalo sama gatel harus sama2 saling garuk dong biar gak gatel hihi,,” kata Andi.
“Mulai deh bercanda nya” kompak Vivi dan Rere.
“Oh ya kak,,temennya itu pemalu ya,,kok dari tadi gak keliatan,,” tanya Rere.
“Iya nih,,temen kakak emang pemalu,,cuma kontolnya aja yang berani,,”
Vivi menurunkan sedikit hapenya hingga posisi kamera depannya tepat menyorot kearah memeknya yang tengah penuh terisi kontol Pak Kasim.
“Wihh kayaknya gede banget tuh dek”
“Iya nih mas,,memek adek kerasa penuh banget,,”
“Kasih liat dong kak kontolnya,,Rere penasaran,,”
Perlahan Vivi mengangkat pantatnya,hingga akhirnya terlihat jelas kontol panjang kekar Pak Kasim di hadapan Rere dan Andi.
“Wuiihhh panjang banget kak”
“Masuk semua tuh dek ke dalem??”
“Iya dong mas,,masa mas gak liat tadi,,”
“Berarti memek adek udah longgar dong hihi,,”
“Enak aja,,memek adek kan elastis,beradaptasi ke segala jenis dan ukuran kontol hihi,,”
“Fleksibel ya dek,,haha” canda Andi.
“Iya Hahaha,,” tawa Vivi dan Rere.
“Kak kasih lihat dong yang punya kontol itu,,” kata Rere makin penasaran.
“Ini ya kakak kasih liat,,”
Tampil lah wajah Pak Kasim yang terlihat agak sedikit malu2.
“Halo pak,,salam kenal,,saya Andi suami Vivi,,ini Rere pacar saya,,” Sapa Andi
“Halo pak,,saya Rere”
“Saya Kasim pak,,Bu,,” balas Pak Kasim yang malah makin malu.
“Udah ya kenalannya,,temen aku malu tuh hihi,,kalian liat muka aku aja ya hihi,,” kata Vivi.
Vivi kasihan melihat Pak Kasim,tampaknya ia enggan wajahnya disebar.
“Eh kalian bukannya lagi survei lapangan ya,,kok malah berduaan,,??”
“Surveinya baru aja selesai kak,,tapi si bos katanya mau lanjut survei lagi di tempat lain lagi,,nah ini kita lagi istirahat makanya bisa begini,,” kata Rere.
“Kamu tuh ya mas,,mumpung lagi istirahat ajak ngewe kek si Rere,,jangan pas lagi kerja kamu baru ngajak”
“Iya tuh kak,,masa giliran lagi nganggur gini aku dianggurin,,giliran lagi sibuk baru ngajak main,,” kata Rere sebal.
“Hehe,,abis kamu bikin sange kalo lagi sibuk Re,,hehe,,” canda Andi.
“Huu gombal,,” balas Rere.
“Yasudah kalian ngewe gih sana,,aku mau lanjut ngewe lagi juga nih soalnya lagi nanggung banget tadi hihi,,”
“Oke deh,,kalo gitu,,selamat menikmati per-ngewe-an istriku tercinta,,awas hati2 dijaga memeknya biar gak sobek hihihi,,”
“Iya makasih sayang,,kamu juga selamat menikmati gadis muda ya sayang,,jaga baik2 Rere jangan dibikin lecet hihi”
“Gak dibikin lecet kok dek,,tapi dibikin enak hihi,,”
“Dasar,,”
“Kamu juga ya Re,,selamat menikmati suamiku,,oh ya kalo dia macem2 remas aja kontolnya hihi,,”
“Tenang kak,,Rere bakal remas kontolnya kalo dia macem2,,”
“Remes pake apa tuh say,,” tanya Andi.
“Pake memek aku dong sayang hihi,,” balas Rere diikuti kecupan manja ke bibir Andi.
“Yaudah,,Bye,,Love you two,,”
“Love you dek”
“Love you kak”
Selesai juga perbincangan antara Vivi dengan suami beserta pasangannya.
“Yuk bang kita lanjut lagi,,” ucap Vivi melanjutkan ronde yang tertunda.
Komentar
Posting Komentar