Vivi Story's (Part 3)
Motor matic Pak Kasim melaju menyusuri jalan aspal mengantar perempuan cantik dibelakangnya untuk pulang.Udara sepoi2 berhembus menyentuh kulit Vivi meredakan panas terik matahari.Vivi tak sabar ingin segera sampai di rumah,ingin segera bertemu putra satu-satunya.
'Ngggiitttt,,,' tiba2 motor rem mendadak.
Vivi yang sedang bengong memikirkan anaknya sontak kaget.Toket Vivi yang tadi berjarak dari punggung Pak Kasim jadi menempel akibat gaya Newton dari rem motor.Walau toket Vivi sebenarnya gak gede2 amat tapi kalo kena punggung,lumayan berasa empuk juga.
“Ada apa sih bang,,bikin kaget eneng aja,,” marah Vivi.
“Maaf neng,,Abang kebelet kencing,,”
“Duh kirain apa,,yaudah kencing di rumah neng aja,,”
“Gak bisa neng,,abang dah kebelet banget,,”
Pak Kasim langsung turun dari motor menuju semak2 di pinggir jalan.Vivi hanya diam melihat sembari sedikit kesal,soalnya tertunda lagi ia sampai ke rumahnya.
Tapi dibalik rasa kesalnya,Vivi tanpa sengaja melihat kontol Pak Kasim yang tengah menunaikan hajatnya.Diperhatikan secara mendalam oleh Vivi,setiap tetes kucuran air seni yang keluar membuat memek Vivi terasa makin gatal.
10 detik selesai Pak Kasim buang hajat kecilnya,dan ketika ia hendak menyimpan keris saktinya ke sarangnya,tiba2 Vivi bereaksi.
“Eits tunggu dulu bang,,” kata Vivi mengagetkan Pak Kasim.
“Ada apa neng,,??” kaget Pak Kasim sambil berbalik kini menghadap Vivi, terpampang jelas kontol gedenya menggantung dengan tetesan sisa air kencing di kepala kontolnya.
“Cebok dulu atuh,,kan kotor itu kontolnya,,” kata Vivi mendekat.
“Gak ada air neng,,abang ludahin aja dah,,”
'Cuih,,cuih' ludah Pak Kasim melesat namun tak ada satu yang kena target.
Vivi yang melihat kontol Pak Kasim merasa gemas & horny.Pikiran Vivi yang sebelumnya ke anaknya malah kearah kontol hitam Pak Kasim.Makin dalam dia perhatikan,makin horny tubuh Vivi.
“Duh,,gimana sih bang,,gak ada yang kena,,”
“Susah neng,,”
“Yaudah pake ludah eneng aja,,” kata Vivi.
Pak Kasim kaget Vivi punya inisiatif seperti itu.Pikiran Vivi sekarang sudah mulai hanyut dengan kontol Pak Kasim.Dia seakan lupa seharusnya dia sudah sampai di rumah menanti anaknya.
'Cuih,,cuih,,cuih' ludah Vivi mengenai kepala kontol Pak Kasim.
Pak Kasim langsung membersihkan kontolnya dengan tangannya.Namun ketika hendak tangannya menyentuh,tangannya langsung dipegang oleh Vivi.
“Ehh jangan bang,,tangan abang kan kotor juga,,”
“Terus gimana dong neng,,masa begini,,entar nyeplak kalo langsung di masukin sempak,,”
Vivi tak menjawab,tapi badannya seketika diposisikan menghadap ke Pak Kasim lalu berjongkok.Kepala kontol Pak Kasim yang basah mengkilap kini berada dekat sekali dengan mulut Vivi.Dan hap,kontol Pak Kasim hilang didalam mulut Vivi.Dihisap perlahan kontol Pak Kasim mulai dari pangkal hingga ujung kepala.Sensasi gede + bau kontol Pak Kasim membuat Vivi tambah makin horny.Terasa makin gatal memek Vivi hingga aliran orgasme Vivi + sisa2 peju Bang Kardun mengalir di pangkal paha Vivi.
‘Slruppp,,slurrpp' bunyi permainan lidah Vivi dengan kontol Pak Kasim.
15 menit Vivi mengoral kontol Pak Kasim,mulutnya mulai merasa denyut nadi kontol Pak Kasim berdetak kencang.Vivi tanpa ampun justru mempercepat ritme permainan mulutnya.
“Neng,,neng,,Abang mau keluar neng” ucap Pak Kasim mencoba menahan gelombang ejakulasinya.
Mendengar itu Vivi justru malah tambah kecepatan,hingga akhirnya..
'Crot,,crot,,crot' 3 kali hentakan pejunya mendarat di dalam mulut Vivi.
Kepala Vivi dipegang erat Pak Kasim hingga Vivi bisa merasakan kerongkongan nya menyentuh kepala kontol Pak Kasim.Dengan posisi seperti itu otomatis peju kentalnya meluncur bebas di dalam mulut Vivi bahkan hingga ada sedikitnya sampai tertelan saking penuh mulutnya dengan peju.Di cabut perlahan kontol Pak Kasim dari mulut Vivi.
“Aaa,,” Vivi membuka mulutnya memperlihatkan isi dalam mulutnya yang penuh peju kepada Pak Kasim,lalu dikumur2 peju itu dengan khidmat.Tak lama dengan sekali tenggak ditelan semua peju itu sama Vivi.
“Makasih ya neng,,” senyum Pak Kasim memandang Vivi.
'Muachh,,'
“Sama-sama bang,,” balas Vivi sambil mengecup kepala kontol Pak Kasim yang sudah bersih dari sisa air kencing dan peju.
Dengan bantuan Vivi,Pak Kasim sudah tak usah pusing2 lagi cari air buat sekedar cebok.
“Duh eneng jadi kebelet kencing juga nih,,”
“Yaudah neng,,kencing aja disini,,”
“Gak ah bang,,gatel kalo disini,,”
“Abang enak kencing berdiri,,kalo eneng kan jongkok,,entar memek Vivi kena rumput,,”
“Oh iya bener juga,,”
“Yaudah yuk bang cepet anter neng pulang,,”
“Yuk,,” balas Pak Kasim sambil membetulkan celananya kembali.
Dilihat sejenak hape Vivi menunjukan waktu hampir pukul 2 siang.Vivi mulai cemas Faris sudah sampai rumah duluan sedangkan dia masih melayani laki2 yang baru ia kenal.
Vivi dan Pak Kasim dengan motornya kembali melaju hingga akhirnya tiba di depan teras rumah Vivi.
“Akhirnya sampai juga di rumah” lega Vivi berhasil kembali ke rumahnya setelah kejadian2 hari ini.
Dibukanya kunci pintu rumahnya,tampak normal tak ada yang berubah.Wajah Vivi mulai terlihat cemas anaknya belum juga pulang.Pak Kasim pun masuk sambil membawa barang belanjaan Vivi.
“Neng,,ini belanjaannya taruh dimana??”
Tak ada balasan dari Vivi.
“Neng,,” sambil menepuk pundak Vivi.
“Kenapa neng,,??”
“Anak eneng belum pulang bang,,duh gimana ini bang” cemas Vivi.
Lalu Pak Kasim mengambil secarik kertas dari dalam kantong celananya,lalu diberikan ke Vivi.
“Nih neng,,tadi abang nemu di bawah karpet,,”
Dibaca kertas itu oleh Vivi,
‘Mah,Faris pergi main ke rumah Doni dulu ya,,nanti sore Faris pulang kok,,love you mama'
‘Duh bener2 tuh anak,bikin jantungan aja ibunya' batin Vivi.
“Maklum neng,,anak kecil gitu hawa nya masih pengen main terus” kata Pak Kasim coba menenangkan Vivi.
“Oh iya bang,,tadi abang ngomong apa,,??”
“Ini belanjaan,,” sambil masih menenteng tas belanjaan Vivi.
“Oh iya,,taruh di dapur aja bang,,maaf neng gak konsen tadi,,”
“Iya gapapa,,”
Setelah menaruh barang belanjaan,Vivi dan Pak Kasim kembali ke depan teras.
“Jadi 20 ya bang,,”
“Iya neng,,”
Vivi mengambil selembar 20 ribuan lalu dikasih ke Pak Kasim.
“Oh ya neng,,katanya tadi kebelet mau kencing??”
“Udah gak jadi bang,,” kata Vivi.
Pak Kasim pun mulai menstater motornya dan bersiap kembali ke pos.Tapi begitu hendak mulai melaju motornya,tiba2..
“Abang mau gak kencing lagi di dalam rumah Vivi,,siapa tau eneng juga ikut kebelet ‘kencing',,” goda Vivi.
Sedetik Pak Kasim diam heran namun tak lama dia sadar maksud dari Vivi.
“Bener nih gapapa neng,,” tanya Pak Kasim.
“Iya bang,,yuk,,” ajak Vivi langsung menarik tangan Pak Kasim kembali ke dalam rumahnya.
Komentar
Posting Komentar