Lonte Kecilku
Sepasang suami-istri menyusuri gemerlapnya malam dengan mobilnya.
“Pah,,kita ke tempat karaoke yuk,,” ajak Lina.
“Wihh,,boleh tuh Mah,,udah lama Papah gak jajan hehe,,” balas Erik.
“Masa?? Perasaan kamu jajan mulu deh Pah,,”
“Itukan aku sendiri,,kalo sama kamu kan udah lama hehe,,”
“Dasar,,lagian kan kita mau karaokean,,kenapa pikiran kamu malah jajan,,”
“Ya karaokean itu harus sambil jajan Mah,,biar seru,,eh,,maksud aku biar kenyang hehe,,”
“Apanya yang kenyang,,??” goda Lina.
“Perut aku dong Mah,,kan bisa mesen makan disana,,”
“Owh,,aku kira yang dibawahnya hihi,,”
“Ah itu juga hehe,,”
Lina geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya.
“Kita karaokean dimana Mah,,??”
“Di tempatnya Winda aja Pah,,??”
“Wiih boleh tuh Mah,,udah lama Papah gak maen sama Winda hehe,,”
“Hmm dasar,,kita ke tempat dia bukan buat maen sama dia,,”
“Loh,,terus sama siapa,,??”
“Ada deh,,Mamah punya surprise khusus buat Papah disana,,”
“Waduh,,apa nihh,,aku penasaran,,kasih tau dong hehe,,”
“Sabar Pah,,pokoknya kejutannya bikin kamu dijamin puas deh,,eh maksud aku,,bikin kamu kaget hihi,,”
Mendengar teaser dari istrinya,membuat Erik semakin penasaran.Laju mobilnya dia percepat agar lekas sampai ke tempat tujuan.Selama perjalanan pikiran Erik terus berkhayal kejutan apa yang akan menantinya,hingga tak dirasa mobil mereka pun sampai di tempat karaoke yang dimaksud.Sebuah bangunan penuh dengan kilauan lampu neon menghias tulisan “Angel DiVa”,nama tempat karaoke itu.Di balik pintu masuk,terdapat sebuah lobby yang minimalis dengan sebuah meja resepsionis untuk menyambut tamu.
“Hai,,Winda,,,” sapa Lina ke wanita yang tengah berdiri di balik meja resepsionis.
“Eh,,Lina,,ya ampun,,kok nggak ngabarin aku sih kalo mau dateng,,” balas Winda sambil menghampiri dan memeluk temannya itu.
“Aku sengaja sayang,,soalnya aku dateng sama dia,,” kata Lina sambil melirik ke arah suaminya.
“Eh,,Mas Erik,,ya ampun,,kangen aku Mas,,” kata Winda kini beralih memeluk Erik.
Erik yang tengah dipeluk langsung merespon dengan meremas bokong Winda dan juga membalas dengan sebuah ciuman.
“Mulai deh genitnya,,” sindir Lina melihat suaminya tengah bercumbu mesra dengan temannya.
“Bukan aku yang mulai loh,,” balas Erik menyudahi ciumannya namun masih memeluk Winda.
“Udah Mas,,ada yang cemburu tuh hihi,,” goda Winda.
Winda melepas pelukan Erik setelah melihat wajah temannya yang terlihat bete,walau sebenarnya dia tau kalo Lina hanya pura-pura cemberut.
Melihat istrinya tengah bete,Erik balas memeluk istrinya.
“Udah dong sayang,,jangan cemburu atuh,,kan cuma bercanda hehe,,”
“Iya,,iya,,aku tau,,”
“Jangan marah ya,,nanti aku kasih kontol aku deh ya hehe,,” bujuk manja Erik.
Lina tertawa kecil mendengar rayuan suaminya itu.Melihat Lina luluh,Winda dan Erik pun ikut tertawa lalu lanjut bersenda-gurau.
“Eh iya Wind,,Mamih kemana,,kok gak keliatan,,” tanya Erik.
“Mamih udah pensiun Mas,,sekarang gantinya aku,,”
“Widih,,naik jabatan dong hehe,,”
“Iya Mas,,hehe,,”
“Yah,,padahal aku mau booking kamu ini malam hehe,,” kata Erik sambil tangannya mencubit halus pipi Winda.
“Ah Mas bisa aja,,cewek-cewek disini banyak yang cantik kok Mas,,”
“Iya mereka semua cantik,,tapi yang pas di kontol aku kan cuma kamu hehe,,” goda Erik.
Tiba-tiba sebuah cubitan bersarang di perut Erik.
“Auuww,,” pekik Erik perutnya dicubit Lina.
“Udah kamu cari yang lain aja Pah,,Winda udah jadi kasir,,masa kamu mau embat juga,,” kata Lina.
“Maaf ya Mas,,banyak yang cantik kok disini,,diliat aja dulu,,” kata Winda sambil membuka buku catalog berisi beberapa foto wanita penghibur yang bekerja di tempat itu.
“Waduh,,siapa ya,,” ucap Erik sambil melihat isi buku catalog.
Erik sibuk melihat-lihat isi buku,dia bingung memilih wanita yang akan menemaninya berkaraoke nanti.Disaat yang sama,Lina diam-diam memberi kode kearah Winda dengan sebuah kedipan mata.Melihat sinyal yang diberi Lina,Winda langsung paham.
“Kalo Mas gak suka yang ada disini,,aku punya yang spesial buat Mas,,”
Winda lalu mengambil sebuah buku catalog lagi dari dalam lacinya.
“Nah,,kalo yang ini mungkin Mas tertarik,,” kata Winda sambil memberi Erik sebuah buku catalog lainnya.
“HAH!!!”
Erik kaget bukan kepalang.Dia gak menyangka akan apa yang dia lihat.Sebuah gambar perempuan muda menghiasi isi buku yang dia lihat.Maksud disini muda,yaitu benar-benar muda alias masih dibawah umur.Wajah imut anak-anak dengan kisar umur dibawah 10-11 tahun memenuhi daftar isi catalog itu.
“Wind,,ini bener,,ada yang begini disini,,??” tanya Erik.
“Iya Mas,,”
“Apa gak ilegal ini,,??”
“Sebenarnya iya,,cuma karena ada beberapa customer yang cari,,makanya kita sediain,,tapi ini khusus buat pelanggan spesial aja,,jadi kita gak tawarin ke umum,,dan karena ini ilegal tentu caranya gak mudah dan gak murah juga,,demi keamanan pelanggan dan talent kita juga,,”
Erik makin kaget mendengar penjelasan Winda.Dia tak tau kalo selama ini ada praktek ilegal seperti ini bermain dibelakangnya.
“Aku gapapa ini,,milih yang disini,,??” tanya Erik penasaran.
“Gapapa Mas,,kan Mas udah sering kesini dulu,,dan kebetulan juga aku jadi kasir sekarang,,aku mau kasih yang spesial buat Mas,,”
“Silahkan dipilih Mas,,”
Erik beberapa kali menelan ludah melihat wajah anak-anak yang terpampang di buku itu.Walau sebenarnya Erik bukan seorang pedophilia,tapi melihat sebuah gambar anak perempuan dengan pakaian yang cukup menggoda,membuatnya sedikit tertarik.Satu-persatu lembar halaman dia balik,mencoba mencari sekaligus menikmati berbagai gambar anak-anak kecil yang menarik.Berbeda dengan catalog sebelumnya,anak-anak yang tampil di catalog ini,semua berpakaian unik layaknya cosplay,ada yang berpakaian seperti dokter,polisi,guru,dll.Lucu sebenarnya kalo dilihat,tapi menjadi hal yang sangat menggoda,saat mereka juga berpose dengan pose yang cukup seksi layaknya orang dewasa.Beberapa lembar dia buka,sampai tiba-tiba dirinya berhenti di suatu halaman.
“Mah,,Mah,,ini kan,,,,Bella,,”
Erik terbatah-batah setelah melihat gambar seorang anak yang nampak tak asing baginya.Sosok yang dia yakini merupakan anak kandungnya sendiri.Walau nama yang tertulis disana bertuliskan 'Marsha',tapi dia yakin seratus persen kalo itu putri kandungnya,sebab dia yakin betul akan wajah anaknya itu.
“Mah,,” kata Erik sambil memandang kearah Lina yang tepat disampingnya.
Lina hanya membalas dengan senyuman.
Mata Erik kembali melihat gambar itu.Kini hati Erik menjadi tak karuan.Melihat anaknya menjadi bagian dari catalog,merubah dirinya.Apalagi dengan pose yang sangat menggoda dibalut pakaian sekolah dasarnya,menjadi daya tarik sendiri.Kini Erik mulai merasa bernafsu dengan anak perempuan yang dia lihat itu.
“Kamu suka dia Pah,,??” tanya Lina.
Erik tak menjawab.
“Wind,,yang itu aja ya,,kayaknya suami aku suka dia,,”
“Oke,,short atau long time Lin,,??”
“Long aja Wind,”
“Roomnya,,??”
“Yang regular aja,,”
“Oke,,ini kartunya Lin,,” kata Winda sambil memberi sebuah kartu untuk ruang karaokenya.
“Silahkan tunggu di room ya,,sementara saya panggil ceweknya,,selamat bersenang-senang,,” ucap Winda.
“Yuk Pah,,” kata Lina sambil menggandeng suaminya itu yang masih membisu.
Ditengah lorong menuju tempat ruang karaokenya,Erik masih tak percaya apa yang sudah dia lihat tadi.
“Mah,,itu tadi bener Bella kan,,??”
“Sshhh,,jangan keras-keras,,nanti aku jelasin di room,,”
Setelah mereka sampai di ruang karaokenya,Erik dan Lina masuk kedalam dan kini menunggu sampai wanita yang telah mereka booking datang.
“Mah,,itu beneran Bella kan,,??” tanya Erik sekali lagi.
“Iya,,itu Bella,,”
Erik kaget mendengar jawaban Lina.
“Kok bisa Mah,,??”
Lina menghela nafas sejenak.Lalu Lina menjelaskan alasan kenapa anaknya itu bisa berada di tempat ini.Dia bilang diusia Bella sekarang,dia sedang dipenuhi rasa penasaran yang tinggi.Dia ingin mengenal dunia ini lebih dalam.Selain itu dia juga ingin merubah karakter pemalunya.Dan disaat yang sama,Winda datang menawarkan diri.Erik sempat sedikit marah,kenapa dia tidak diberi tau.Tapi Lina membela,kalo ini merupakan hal rahasia.Bella menitip pesan ke Winda supaya hal ini tak diketahui orangtuanya.Tapi Winda tak tega,dan akhirnya dia hanya memberi tau Lina saja.
“Berarti selama ini dia pergi sore pulang pagi itu kerja tempat ini,,bukan pergi les,,??”
“Maaf Pah,,aku bohong sama kamu,,”
Erik tertunduk tak percaya istrinya telah membohonginya.
“Sudah Pah,,kamu gak usah kecewa,,Bella baik-baik aja disini,,aku sudah titip pesan ke Winda buat jaga Bella selama disini,,” kata Lina sambil mengelus pundak suaminya.
“Dan satu hal lagi,,ini semua kemauannya Bella sendiri,,”
“Tapi Mah,,??”
“Pah,,tak usah cemas,,sekarang kamu nikmati saja,,anggap dia itu Marsha,,dia itu sedang bekerja,,tolong kamu dukung dia,,hargai pekerjaannya,,”
Erik sadar,mau tak mau hari itu akan tiba.Saat dimana seorang perempuan berubah menjadi dewasa.Cuma dia tak menyangka kalo ini harinya.
Sedangkan diruang lain,Bella yang tengah belajar,mendengar suara ketukan pintu dari balik kamarnya.
‘Tok,,tok,,'
“Marsha,,”
“Ya Bunda,,”
Winda membuka pintu kamar.Terlihat Bella tengah sibuk menulis buku di meja belajarnya.
“Sayang,,kamu lagi belajar ya,,??”
“Iya Bunda,,” jawab Bella.
“Sibuk ya,,??”
“Gak kok Bunda,,ada tamu ya,,??” kata Bella sambil menutup bukunya.
“Iya sayang,,ada yang booking kamu dibawah,,”
“Oh yaudah,,aku turun,,dibawah ada siapa aja Bunda,,??”
“Mmm,,hari ini kamu sendiri sayang,,”
“Hah??? Aku sendiri Bunda,,???”
“Iya sayang,,”
Bella kaget,baru kali ini dia bertugas sendiri.Biasanya dia kerja ditemani dengan kakak seniornya.
“Tapi Bunda,,aku belum pernah sendiri,,” kata Bella ragu.
Melihat Bella yang tampak cemas,Winda memeluk Bella.
“Gapapa sayang,,kamu gak usah takut,,kamu pasti bisa kok,,”
Winda bisa merasakan rasa khawatirnya Bella,tangan Bella gemetar dalam pelukannya.
“Gak usah khawatir,,Bunda yakin kamu bisa,,Bunda yakin kamu juga udah siap,,sekarang kamu buktikan apa yang sudah kamu pelajari disini ya,,”
Wajarlah Bella sangat cemas.3 bulan dia 'bekerja' disini,baru kali ini dia bertugas sendiri.Dia takut dia gak bisa seperti kakak-kakak lainnya yang sudah berpengalaman disini.
“Coba kamu minum dulu ini,,” kata Winda sambil memberi Bella sebotol kecil minuman.
“Ini apa Bunda,,??”
“Itu jus jeruk,,kamu minum,,biar kamu gak gugup,,”
Dengan polosnya,Bella meminum minuman yang diberi Winda.Bella tak tau kalau minuman itu sebelumnya sudah ditambahkan sesuatu ke dalamnya.
“Nah,,kamu udah gak gugup kan,,??”
Bella merasa tak ada yang berubah,masih tetap gugup.Cuma karena mendengar kata-kata semangat dari Winda,Bella merasa lebih tenang sedikit.Bella menjawab pertanyaan Winda dengan anggukan pelan.
“Sekarang kamu ke bawah ya sayang,,”
“Tapi aku belum dandan Bunda,,terus aku masih pake seragam,,”
“Gapapa sayang,,kamu begitu aja,,kamu udah cantik kok,,kamu pake seragam aja,,mereka pengen lihat kamu pake baju itu,,turun ya,,kasihan tamu kamu udah nunggu dari tadi,,”
Bella heran,baru kali ini ada yang membooking dirinya tapi tanpa harus berdandan terlebih dahulu.Cuma karena ini perintah dari Bundanya,dia ikut saja.
“Tamu kamu ada di kamar nomor 6 ya,,”
Winda memeluk Bella sekali lagi,lalu mencium kening Bella.
“Semangat ya sayang,,oh ya,,satu hal lagi,,Bunda pesan sama kamu,,kamu harus profesional ya sayang,,ingat itu ya,,”
Setelah itu,dengan langkah pelan Bella turun ke lantai dibawahnya.
Kembali ke ruang karaoke,Erik masih tak percaya istrinya berbohong padanya.Dia tertunduk lesu.Dia tak menyangka anaknya bisa masuk ke dunia malam secepat ini.Erik sebenarnya bukan tipe over-protektif,tapi dia hanya kecewa anaknya memilih jalan ini lebih cepat disaat dia setengah mati bekerja untuk keluarganya.Tapi Erik juga sadar,mungkin ini karma.Dia sadar dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya,hingga tak dia sadari,anaknya juga butuh perhatiannya.
“Aku tau kamu kecewa Pah,,tapi cepat atau lambat ini akan terjadi,,”
Erik mengangkat kepalanya.
“Aku tau Mah,,tapi aku belum siap,,aku gak mau bercinta dengan anakku sendiri,,”
Erik sadar moment ini akan terjadi,hanya saja sekarang mentalnya belum siap.Dia gak mau harus bercinta dengan buah hatinya di saat seperti ini.
“Aku tau Pah,,aku gak maksa kamu,,kalo kamu belum siap,,gapapa,,tapi tolong kasih kesempatan ke Bella,,dia sudah belajar banyak disini,,dia sudah berusaha menjadi seorang wanita yang bisa memuaskan laki-laki,,”
“Tapi Mah,,aku gak bisa,,ini belum waktunya,,”
“Iya Pah,,aku tau,,aku juga sadar itu,,tapi kamu juga sadar kan kalo ini akan terjadi,,”
Erik menutup mukanya dengan kedua tangannya.Dia masih shock,akan apa yang terjadi hari ini.
Melihat suaminya masih tak terima kenyataan,dia mengeluarkan sebotol minuman.
“Ini Pah,,kamu minum dulu,,aku tau kamu stress,,”
Erik yang sudah terlalu banyak pikiran,hanya bisa mengikuti perintah Lina.Dia minum sebotol jus itu hingga habis.Melihat suaminya meminum minuman yang dia berikan,Lina tersenyum kecil.Sebuah senyuman yang tersirat.
“Aku paham yang kamu rasakan,,tapi sekarang aku minta tolong Pah,,biarkan dia menunjukkan kemampuan dia terlebih dulu,,dan misalpun kamu memang belum siap,,bilanglah ke dia tapi tanpa melukai perasaannya,,”
Erik pasrah tak punya pilihan lagi.Dirinya sudah terlanjur berada disini.Mau tak mau dia harus mengikuti alurnya.Sekarang tinggal dirinya sendiri berfikir dan berusaha menjaga perasaan Bella nantinya.
Setelah itu,tak lama terdengar suara ketukan dari pintu.
“Permisi,,”
“Ya,,silahkan masuk,,” jawab Lina.
Mendapat jawaban dari balik pintu,Bella masuk ke dalam ruang itu dengan masih gemetar.Dan begitu dia buka pintu itu,Bella kaget ternyata tamu spesial dia adalah kedua orangtuanya.Langkahnya tertahan,seluruh tubuhnya terdiam mematung melihat kedua orangtuanya itu duduk diatas sofa ditengah ruang itu.
“Eee,,maaf a,,aa,,ku,,” suara Bella terbatah-batah.
“Masuk sini sayang,,jangan malu,,” kata Lina mencoba ramah.
Mendengar itu,Bella mulai masuk kedalam ruangan itu dengan langkah pelan.Dia masih diselimuti rasa kaget dan gugup.
“Coba perkenalin diri kamu dulu sayang,,” kata Lina.
“Eee,,nama saya,,Ma,,Marsha,,” jawab Bella dengan nada pelan.
“Sss,,saya,,,yang,,akan melayani,,tuan dan nyonya,,ma,,ma,,malam ini,,,mohon bantuannya,,,,” lanjut Bella sembari menunduk.
“Salam kenal ya Marsha,,” balas Lina.
“Kesini sayang,,duduk disini,,” kata Lina sambil menepuk sofa,tanda mengajak Bella agar duduk disampingnya.
Bella pun menuruti ajakan Lina dengan malu-malu.
“Aduh kamu cantik banget sayang,,” kata Lina sambil mencubit pipi Bella dengan gemas.
Bella hanya terdiam.Perasaannya masih campur aduk melihat ini semua terjadi.
“Kamu jangan gugup,,biasa aja ya,,”
“Ii,,yyaa,,nyonya,,” balas Bella masih juga gugup.
“Aduh jangan panggil nyonya dong,,panggil mbak aja ya,,” kata Lina mencoba mencairkan suasana.
“Nama aku Lina,,nah,,kalo yang itu suami aku,,namanya Erik,,kamu panggil dia Mas aja,,atau mau panggil sayang juga gapapa hihi,,”
Perasaan Erik berubah aneh.Dia sadar anak kecil itu adalah putrinya,tapi disisi lain dia tiba-tiba merasa mulai 'tertarik' dengannya.
Bella pun juga merasa aneh.Dia tau kalo tamunya itu orangtuanya sendiri,tapi disisi lain dia juga sadar dia harus profesional.
Situasi saat itu sangat canggung.Lina yang sadar hal itu,mencoba membuat suasananya agar sedikit lebih cair.
“Oh iya,,kita mau nyanyi apa nih,,??”
Erik dan Bella masih diam dan sesekali saling pandang diselimuti rasa canggung.
“Yaudah aku dulu ya,,”
Lina milih satu lagu dari gadget kecil yang tergeletak di atas meja untuk dia putar,lalu dia mulai bernyanyi.Lina bernyanyi dengan semangat,sedang 2 orang lainnya hanya terdiam sampai lagu yang Lina nyanyikan habis.
“Nah,,sekarang giliran kamu Mas,,”
Mencoba lepas dari rasa canggung,Erik memilih juga satu lagu dan mulai bernyanyi.Di tengah lagu,Lina berbisik pelan ke telinga Bella.
“Kamu duduk di samping suami aku ya,,temenin dia,,”
Mendapat perintah seperti itu,Bella mencoba profesional.Pelan-pelan dia bangkit dari tempat duduknya lalu pindah ke samping Erik.Dan Erik yang tengah bernyanyi kaget ternyata putrinya itu sudah ada disampingnya.Kemudian tiba-tiba Lina mengedipkan matanya ke arah Bella.Bella yang paham itu,dengan sedikit malu dia memegang paha ayahnya yang sibuk bernyanyi.Erik yang menerima sentuhan halus itu,agak sedikit kaget dan memandang ke arah Bella,namun tak lama sorot matanya kembali ke arah layar dan lanjut bernyanyi.Tangan Bella terus berada di paha Erik sepanjang lagu hingga habis.
“Bagus kan suara suami aku,,??” kata Lina ke Bella.
Bella menjawab dengan anggukan kecil.
“Nah,,sekarang giliran kamu dong,,”
Bella bingung akan bernyanyi lagu apa.
“Oh iya,,kamu nyanyi lagu ini coba,,anak aku suka banget sama lagu ini,,kamu nyanyiin ya,,” kata Lina sambil memperlihatkan judul lagu yang tertera di gadget kecil itu ke Bella.
Bella tau lagu itu.Dia sering menyanyikan lagu itu saat dirumah.Kedua orangtuanya tau dia suka lagu itu.Dan orangtuanya juga senang dia menyanyikan lagu itu.Tapi menyanyikan lagu itu disini,terasa lain.Namun karena dia disini sebagai karaoke girl,mau tak mau dia harus menuruti kemauan tamunya.
“Kamu gapapa kan sayang,,??” tanya Lina setelah melihat Bella yang tak merespon ucapan sebelumnya.
“Yaudah gini aja deh,,Pah,,kamu pangku Marsha ya,,dia gugup kayaknya itu,,”
Erik dan Bella kaget,tak menyangka Lina berkata itu.Bella dan Erik saling pandang keheranan.
“Yuk Marsha,,gak usah takut,,suami aku gak gigit kok hihi,,”
“Mah,,,,” kata Erik ke Lina dibalik Bella.
“Gapapa Pah,,”
“Yuk Marsha,,”
Karena ini perintah tamunya.Bella mulai berdiri lalu beralih pindah dan dengan perlahan duduk dipangkuan Erik.
“Nah,,gitu kan enak,,yuk,,lanjut,,”
Bella mulai bernyanyi,pandangannya lurus ke arah layar monitor,mengabaikan Erik yang dibelakangnya.Di awal lagu,pandangan mata Erik sering mengarah ke Lina,tanda dia merasa tak nyaman.Namun Lina hanya tersenyum kecil melihat kelakuan suaminya itu.
“Oh iya,,aku lupa,,aku mau pesen makanan dulu,,”
“Pah,,aku keluar dulu sebentar ya,,kamu lanjut ya sama Marsha,,”
Lina beranjak pergi dari tempat duduknya.
“Mah,,,,” panggil Erik.
Erik tak bisa menahan istrinya itu,karena dia tertahan Bella yang ada dipangkuannya yang tengah asik bernyanyi.Dan kini tinggal Erik dan Bella di ruang itu.
Erik cuma bisa pasrah,istrinya keluar meninggalkan dirinya dengan Bella.Dan karena hanya tinggal mereka berdua,suasana makin akward.Bella terus bernyanyi sampai lagunya habis.
“Eee,,,Mas,,,silahkan kalo mau nyanyi,,” kata Bella ke Erik dengan nada gugup.
Tanpa banyak kata,Erik mengambil gadget kecil dan langsung memilih lagu yang dia ingin nyanyikan.Erik mulai kembali bernyanyi,namun kini dengan Bella dipangkuannya.Mungkin kalo orang lain lihat,ini seperti acara karaoke biasa antara keharmonisan anak dan ayah.Tapi karena status mereka disini sebagai pelayan dan tamu,jadi agak lain jadinya.Mereka berdua dekat namun tak saling bicara satu sama lain.Mereka hanya bernyanyi saja.
Sementara itu,di ruang lobby.
“Gimana Lin,,udah mulai,,??”
“Kayaknya sebentar lagi deh Wind,,eh iya,,kamu udah kasih minuman itu ke Bella kan,,??”
“Udah Lin,,”
“Baguslah,,semoga Erik ikut terangsang juga hihi,,”
“Jahat kamu Lin,,ngerjain keluarga kamu sendiri hihi,,”
“Haha,,gapapa Wind,,lagian ini kan demi kebaikan mereka juga nantinya,,”
“Bener juga sih hihi,,”
“Wind,,itu Bella bener masih perawan kan,,??”
“Tenang aja Lin,,aku pastiin anak kamu masih perawan ting-ting hihi,,aku udah pesen ke anak-anak buat jaga dia,,”
“Terus yang booking dia,,??”
“Bella cuma aku tawarin ke tamu khusus yang udah aku percaya aja,,mereka juga udah aku bilangin tentang rencana ini,,dan semuanya aman,,”
“Bener Wind,,??”
“Iya Lin,,mereka malah ikut ngejaga Bella,,ya walaupun lolos-lolos sedikit,,tapi paling sebatas ngocok sama nyepong doang sih,,gak lebih,,”
“Syukurlah,,semoga itu obat cepet bereaksi ya,,gak sabar ngeliat anak aku dientot ayahnya hihi,,”
“Iya Lin,,aku juga,,jadi inget dulu,,waktu kita pecah perawan juga ya hihi,,”
“Iya,,sakit tapi enak hihi,,”
“Aduh,,jadi penasaran aku hihi,,”
“Yaudah cepetan buka Wind videonya,,kita nonton bareng-bareng,,”
“Siap sayang,,”
Winda lalu membuka laptopnya dan kemudian dia buka video yang ternyata berisi tangkapan gambar dari kamar yang ditempati Erik dan Bella.Rupanya ini semua adalah rencana yang sudah Lina dan Winda susun bersama.Mereka sengaja mengatur agar Erik bisa bercinta dengan Bella.Terutama Lina,sebagai otak utamanya.Sebagai seorang wanita sekaligus ibu,dia ingin buah hatinya itu merasakan hal yang spesial dengan orang juga spesial.Contohnya seperti ini,dia ingin anaknya melepas keperawanannya dengan Erik.Bukan tanpa sebab dia ingin begitu,di dunia seperti ini apapun bisa terjadi.Dia mau hal pertama yang anaknya alami,harus dilalui bersama ayahnya sendiri.Apalagi soal seks,dia mau suaminya sendiri menjadi orang yang pertama merasakan tubuh Bella sebelum orang lain.Karena dari sperma Erik lah,tercipta Bella,jadi dia lah orang yang berhak memiliki Bella.Maka dari dari itu,dia susun rencana ini.Dan tanpa suami dan anaknya sadari,mereka sudah masuk ke dalam rencananya.Sekarang Lina tinggal menunggu moment dimana obat perangsang yang dia kasih ke mereka berdua bereaksi.Dan Lina pun berharap mereka ikut terbawa suasana sehingga rencananya bisa berhasil.
Kembali lagi ke ruang karaoke.
Sudah 10 menit lebih,Lina pergi keluar meninggalkan Erik bersama dengan putrinya berdua.Erik mulai merasa ada yang janggal,tapi walau begitu dia masih tetap bertahan di ruangan itu.Dia tak mau meninggalkan Bella.Dia takut menyinggung Bella.Beberapa buah lagu mereka nyanyikan,sambil menunggu Lina kembali.Dan tetap dengan posisi memangku Bella,Erik menemani anaknya itu karaoke.
Dan karena waktu semakin lama,tentu rasa pegal mulai datang.Beberapa kali Erik mengatur posisi duduknya,namun karena tertahan Bella,dia hanya bisa bergerak sedikit saja.Dan karena Bella ada dipangkuan,entah tiba-tiba Erik mulai merasa sedikit terangsang saat selangkangannya bergesek dengan pantatnya Bella.Semakin Erik bergerak,kontolnya semakin membesar.Belum lagi karena jarak mereka yang sangat dekat,Erik bisa dengan jelas mencium aroma tubuh Bella.Walau Bella tak memakai parfum,tapi cukup mampu membuat Erik terangsang.Dan karena dia lagi memangku Bella,otomatis bagian tubuh belakang Bella tepat dihadapannya.Rambut panjangnya yang terurai,membuat Erik terpana.Aroma harum dari rambut Bella,membuat Erik penasaran,hingga tanpa sadar hidungnya menyentuh rambut Bella.Hembusan nafas Erik tembus menyentuh tengkuk leher Bella,membuat Bella mendesah pelan.Efek dari obat perangsang yang mereka konsumsi sebelumnya,sudah mulai bekerja.Tubuh Bella mulai tampak rileks,helaan nafasnya kian berat diantara lantunan lagu.Dan Erik yang melihat itu,makin bernafsu.Dia langsung memeluk Bella dari belakang.Rambut Bella dicium dengan penuh nafsu.Tangannya pun tak tinggal diam,dielusnya paha Bella dan kemudian elusan itu naik sampai menyentuh dadanya yang masih ranum.Lantunan lagu yang Bella nyanyikan makin terdengar tak jelas.Lirik lagu berubah menjadi suara desahan,setelah leher Bella dikecup Erik.Suasana kian panas,sampai-sampai microphone yang dipegang Bella jatuh.Namun bukannya mengambil kembali microphone itu,Erik justru menarik wajah Bella lalu mencium bibir anaknya itu.Mereka berciuman dengan penuh gairah.Bella kewalahan meladeni ciuman Erik,bahkan dia beberapa tak membalas silatan lidah Erik di mulutnya.Wajar diumurnya yang masih belia,dia belum banyak jam terbang.Tapi syukur,karena efek dari minuman yang mereka konsumsi sebelumnya itu,rasa gugupnya memudar.Disisi lain,Erik yang sudah sange berat,tampaknya sudah lupa kalau yang sedang dicumbu itu anaknya sendiri.Tangannya bahkan sudah bermain lebih jauh.Kancing baju sekolah Bella,dia buka satu-persatu hingga semua terbuka.Lalu tangannya mulai bermain menyentuh payudara Bella yang masih tertutup mini-set.
“Shh,,ahhh”
Bella mendesah,payudaranya diraba.Mendengar itu,Erik makin bernafsu.Lalu dengan tanpa izin Bella,mini-set yang Bella kenakan dia angkat.Payudara ranum dari seorang anak berusia 9 tahun kini nampak jelas di mata Erik.Walau sering dia lihat sebelumnya,tapi entah kenapa Erik baru kali tertarik dengan payudara Bella.Melihat payudara anaknya kini tak terhalang apapun,tangannya pun mulai bergerak bermain.Dia remas halus buah dada Bella,jarinya pun ikut bermain menyentuh puting payudara Bella yang masih berwarna pink.Bella mendesah tapi kini lebih kencang.Walau masih belia,menerima sentuhan seperti itu,membuat Bella jadi terangsang.Memeknya pun mulai basah.Merasa ada yang menetes di celananya,tangannya Erik yang satu mulai turun meraba paha Bella.Rok warna merahnya Bella,dia angkat.Tampak CD Bella yang bermotif lucu itu sudah basah kuyup.Namun bukannya dielap dengan tisu,Erik malah mengelapnya dengan tangannya.Otomatis tubuh Bella bergelinjang,memek dan payudaranya diraba oleh Erik.
“Mas,,,ahhh,,jangan,,”
Belum selesai ucapan Bella,mulutnya langsung dibungkam dengan sebuah ciuman.Erik mulai hilang akal.Tubuh Bella dia angkat lalu dia baringkan di atas sofa.Lalu dengan cepat,CD yang Bella kenakan,dia lepas.Air liur Erik menetes,setelah memek putrinya yang masih polos tanpa sehelai bulu itu tampak dihadapannya.Bella yang dipaksa bugil oleh Erik,menjadi malu.Mukanya ditutup dengan kedua tangannya.Erik dengan perlahan membuka paha putrinya sehingga kini memek Bella terlihat jelas.Sebuah liang surga kecil yang tampak mengkilap basah.Erik menelan ludahnya sendiri,kagum dengan indahnya tubuh Bella.Lalu kembali tanpa izin,lidah Erik mulai bermain menyentuh kulit paha Bella.Bella menahan rasa geli,tubuhnya disentuh lidah ayahnya sendiri.Namun tak berhenti hanya di bagian paha,ternyata perlahan jilatan lidah Erik makin mengarah ke bagian sensitifnya Bella.Bella bergerak makin liar seiring semakin dekatnya lidah Erik ke bagian vaginanya.Sampai akhirnya tak lama,ujung lidah Erik menyentuh juga 'kacang' kecil milik Bella.Dan pas tersentuh,tubuh Bella refleks terangkat.
“Maassss,,ahhhhh,,,” Bella mendesah keras.
Mendengar anaknya mendesah,Erik justru makin gila.Lidahnya malah menyapu seluruh bagian memek Bella.Bella pun kian pasrah tak bisa melawan.Tubuhnya hanya bisa bergerak kiri-kanan sambil menahan rasa nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Ya,baru kali ini dia merasakan jilmek.Sebelumnya,tak ada seorangpun yang pernah menyentuh memeknya.Dan karena baru pertama kali,perasaan Bella terasa aneh,ada rasa malu namun juga ada rasa nikmat yang susah dirinya sendiri jelaskan.Tapi rasa nikmat yang dimaksud mulai terasa jelas,tubuh Bella mulai tak kuasa menahan.Memeknya berkedut,tanda akan orgasme.Tangan mungil Bella pun berusaha mendorong kepala Erik,tapi Erik menahannya,bahkan malah makin liar menjilat.
“Maaassss,,ahhh,,,shhh,,,jangann,,,ahhhhhhhh,,,,”
Bella orgasme kencang.Muka Erik pun basah kuyup,tersiram air 'pipis' Bella.
Melihat muka ayahnya basah dengan air kencingnya,Bella merasa bersalah.Mukanya kembali ditutup,takut ayahnya akan marah.
“Mas,,maafin aku,,aku gak sengaja,,” kata Bella.
Erik memegang tangan Bella,lalu membuka tangannya hingga wajah Bella terlihat.Lalu tanpa sepatah kata,Erik tersenyum.
Kemudian setelah itu,Erik berdiri dan mulai membuka seluruh pakaiannya di hadapan Bella yang tersandar lemas di sofa.Bella cuma diam melihat ayahnya melepas pakaian hingga bugil.Hati Bella berdebar,setelah melihat kontol ayahnya itu berdiri tegak di hadapannya.Walau di rumah,biasa dia lihat,tapi kali ini beda.Dia merasa terangsang akan kontol Erik.Mungkin karena efek minuman tadi,memek Bella mulai terasa gatal.Setelah seluruh pakaiannya terlepas,Erik lalu duduk bersandar di sofa.
“Sekarang giliran kamu ya sayang,,”
Bella paham maksud Erik.Kini giliran dia berdiri.Lalu seperti yang Erik lakukan sebelumnya,Bella melepaskan seluruh pakaiannya.Kini mereka berdua telanjang bulat.Mereka saling pandang satu sama lain,menikmati indahnya bentuk tubuh lawan jenisnya.Erik terpana dengan tubuh mungil Bella.Tak dia sangka,anak putri satu-satunya itu ternyata begitu sempurna.Tubuhnya yang mungil,rambutnya yang panjang terurai,wajahnya yang polos,payudaranya yang masih kecil berhias puting berwarna pink yang sangat menggoda,lalu vaginanya yang mulus tanpa ada bulu disekitarnya membuat kontol Erik makin tegang.Dan bagi Bella,ini pertama kalinya melihat ayahnya bugil karenanya.Dia memang sering melihat ayahnya bugil,namun itu karena ibunya atau wanita lain.Dan karena itu,ada rasa bahagia dari dalam lubuk hati Bella,melihat ayahnya terpesona memandangi tubuhnya.
“Sayang,,” kata Erik sambil mengelus kontolnya yang tegang.
Bella tau maksudnya,lalu Bella membalas dengan senyuman kemudian dia duduk bersimpuh di hadapan Erik.Namun setelah itu Bella malah diam.Dia hanya memandangi penis ayahnya itu.
“Gapapa sayang,,jangan takut,,pegang saja,,” kata Erik.
Bella memang sedikit takut.Ini pertama kalinya dia memegang penis ayahnya.Tapi karena ayahnya meminta,dia harus melakukan itu.
Tangan mungil Bella perlahan mendekati penis Erik.Melihat anaknya sedikit ragu,Erik tiba-tiba meraih tangan Bella lalu dia taruh tangan putrinya itu di penisnya.Dan setelah tangan Bella melingkar di penisnya,lalu tangan Erik mulai menuntun tangan putrinya itu untuk mengocok penisnya.Bella bisa merasakan urat nadi yang ada di kontolnya Erik berdenyut kencang.
“Shhh,,kocok terus sayang,,,shhh,,”
Mendengar Erik mendesah,rasa takut Bella memudar.Dia mulai semangat mengocok penis Erik.Sebagai seorang wanita,melihat laki-laki yang dia layani merasa puas,membuat Bella bangga.Rasa takutnya makin lama menghilang seiring tangannya yang makin lihai.
“Shhh,,ahhh,,sekarang kamu isep dong sayang,,” pinta Erik.
Bella yang sudah terbawa alur,mulai mengikuti perintah Erik.Lidah Bella mulai bermain menjilat penis Erik.Lalu seperti yang diajarkan kakak seniornya,Bella mencoba memasukkan kontol Erik ke dalam mulutnya.Namun karena jam terbangnya masih sedikit.Beberapa kali kontol Erik tak sengaja tergigit oleh Bella.Erik pasrah dan sadar,anaknya masih belia.Erik cuma bisa menahan itu semua.Dan karena masih belia,Bella juga sesekali mencoba hal yang pernah dia lihat sebelumnya.Dia coba memasukkan seluruh penis ayahnya ke dalam mulutnya.Namun karena mulutnya yang masih kecil,tentu saja tak bisa.Bahkan beberapa kali Bella sempat tersedak.
“Pelan-pelan aja sayang,,gak usah dipaksa,,” kata Erik setelah melihat Bella nampak kesulitan mengoral penisnya.
Akhirnya Bella hanya bisa menghisap bagian kepala penis Erik.Memang kalau dibanding ukuran penis Erik yang besar itu dengan mulut Bella tentu jauh beda.
“Enak Mas,,??” tanya Bella sambil terus mengoral penis Erik.
“Shhh,,enak sayang,,” balas Erik.
Bella makin semangat mengoral.Disisi lain Erik mulai merasa pejunya akan keluar.Erik tak mau KO saat ini.Erik mau merasakan tubuh anaknya.Erik kemudian menahan tubuh Bella yang tengah serius mengoral untuk berhenti.Bella heran,ayahnya tiba-tiba bangkit.Setelah itu,tubuh Bella diangkat oleh Erik,lalu dia baringkan putrinya itu diatas sofa.Lalu mereka kembali berciuman mesra.
“Sayang,,kita ngentot ya,,” ajak Erik.
Bella kaget,tak menyangka ayahnya meminta itu padanya.Lagi,ini hal yang pertama kali baginya.Dia bingung harus berkata apa.Sebagian dirinya takut,tapi sebagian dirinya penasaran.Mulutnya tak bisa berkata-kata.Tapi entah darimana asalnya,tiba-tiba gesturnya lah yang menjawab.Tiba-tiba kepala Bella mengangguk pelan.Erik yang melihat itu tersenyum.
“Aku masukin ya sayang,,” kata Erik mulai menempatkan kontolnya di memek Bella.
Bella tak menyangka,mereka akan benar-benar bercinta.Dia ingin menolak,tapi terlambat.Kepala penis Erik perlahan mulai masuk memasuki liang surga Bella yang mungil itu.Bella meringis,merasakan benda asing masuk ke dalam memeknya untuk pertama kali dalam hidupnya.Tapi baru separuh kepala kontolnya masuk,Erik merasa ada yang mengganjal penisnya masuk lebih dalam.Saat itu juga Erik sadar,anaknya ternyata masih perawan.
“Kamu masih perawan,,??”
Bella mengangguk pelan.
Mendengar itu,Erik hendak mencabut kontolnya,tapi tiba-tiba Bella memegang lengannya.
“Gapapa Mas,,” lirih Bella.
Sebenarnya Erik tak tega harus mengambil perawan Bella.Cuma karena Bella memilih dia,dia pun pasrah.
“Tahan ya sayang,,ini akan sakit,,tapi hanya sebentar,,” ucap Erik sambil mengelus kening Bella agar tenang.
Setelah melihat Bella siap,dengan sedikit dorongan,kontol Erik akhirnya merobek selaput dara Bella.Bella teriak kencang.Tubuhnya terangkat dan tangannya dengan kuat meremas sofa.Air matanya mengalir bersamaan juga dengan darah perawan dari dalam vaginanya.Bella menangis menahan rasa sakit di memeknya.Tak tega melihat putrinya menangis,Erik mengusap air mata dari pipi putrinya lalu kemudian dikecup bibir anaknya dengan mesra.
“Makasih ya sayang,,udah mau kasih perawan kamu buat aku,,”
Bella yang sebelumnya menangis,tiba-tiba tersenyum mendengar ucapan ayahnya itu.Rasa sakitnya mulai mereda berganti rasa cinta.Bella merasa mulai ada benih cinta kepada Erik.
“Aku lanjutin ya sayang,,”
Kontol Erik mulai bergerak di dalam memek Bella.Tapi karena Bella baru kali bercinta,memeknya terasa sangat sempit sekali.Kontol Erik seperti terjepit.Gesekan kulit kontolnya dengan dinding vagina milik anaknya membuat dirinya merasa ngilu.Disisi lain,Bella yang akhirnya disetubuhi,mulai merasa sakitnya berganti menjadi nikmat.Tempo genjotan yang Erik lakukan kian meningkat setelah Bella mulai merasa nyaman.Kontolnya mulai masuk lebih dalam,walau akhirnya hanya separuh saja yang bisa masuk.
“Shhhh,,ahhhh,,Mas,,,enak,,ahhhh,,”
Tangisan Bella berganti menjadi teriakan serta desahan.Erik dan Bella saling bercumbu menikmati seks malam hari ini.
Di tempat lain,ternyata Lina dan Winda yang menyaksikan adegan erotis dari layar monitor,juga terbawa suasana.Lina dan Winda saling bercumbu satu sama lain.
Erik dan Bella benar-benar sudah melupakan sejenak status mereka masing-masing.Kini pikiran Erik hanya ada Bella,dan begitupun sebaliknya.Mereka bercinta dengan penuh nafsu,hingga beberapa kali Bella orgasme.Dan sebab itu,memek Bella menjadi semakin basah,otomatis penis Erik semakin lancar bermain di dalam memek Bella walau hanya separuh dari bagian penisnya yang masuk,tapi cukup membuat pejunya itu untuk keluar.
“Sshhh,,ahhh,,sayang,,aku mau keluar,,”
Bella tak membalas,dan hanya mendesah.
“Sayang,,ahhhh,,”
'crott,,crottt,,crotttt,,,'
Erik dan Bella teriak bersamaan.Mereka bersamaan mengeluarkan air maninya masing-masing.Memek Bella pun penuh bercampur berbagai macam cairan.Peju,cairan orgasmenya dan darah perawannya tercampur jadi satu,meleleh keluar dari lobang vaginanya.Tubuh Erik dan Bella pun lemas setelah usai bercinta.Badan Erik jatuh menindih tubuh Bella.Mereka saling berpelukan sambil juga mengatur nafas mereka kembali.
“Terima kasih ya sayang,,” kata Erik berbisik di telinga Bella.
Erik lalu mengangkat kepalanya.Bella pun membalasnya dengan senyuman.Lalu dengan halus,tangannya meraih pipi Erik seraya berkata,,
“I Love You,,Pah,,”
Erik juga tersenyum dan membalasnya.
“I Love You Too,,Honey,,”
-----------------------------------------
Epilog
2 minggu kemudian.
“Mau kemana lagi kamu Pah,,??”
“Eee,,itu,,aku mau,,eee,,”
“Jangan bilang kamu mau ke tempatnya Winda lagi,,”
“Hehe,,,”
“Pah,,udah dong,,kasian Bella,,masa harus ngelayanin kamu terus,,”
Erik cuma bisa diam sambil cengengesan.
“Hampir tiap hari kamu main sama Bella,,kamu gak kasian apa,,dia kecapean,,”
“Abis aku ketagihan Mah,,hehe”
Lina geleng-geleng kepala mendengar jawaban suaminya itu.
“Iya tapi gak setiap saat juga Pah,,lagian kamu kan bisa ngentotin dia disini,,kenapa harus di sana sih,,”
“Ya gimana ya Mah,,abis kalo disana lebih asik sih hehe,,”
“Iya tapi kan disana bayar Pah,,belum lagi resiko digrebek,,”
Erik menghela nafas,kalah berargumen dengan istrinya.
“Yaudah Mah,,Papah gak kesana,,Papah disini aja,,”
“Kalo gitu,,kamu ambilin minum gih,,aku haus nih,,”
Lina lalu berdiri dan berjalan menuju ke arah dapur.Dan disaat posisi Lina membelakangi Erik,Erik dengan perlahan membuka pintu,dan setelah berhasil terbuka,dia langsung lari kabur sambil berteriak,,
“Mah,,aku pergi dulu ya hehe,,”
“PAPAH!!!!!”
Hanya itu yang bisa Lina katakan,tak bisa menahan suaminya pergi.Lina kesal,selalu saja dirinya berhasil dikelabui suaminya sendiri.Tapi jauh di lubuk hatinya,dia senang sang suami mencintai buah hatinya.
Wih mantep hu, akhirnya ada genre ua, kirain gak dapet perawan nya, ternyata dapet ๐, bayangin lonte cakep masih SD nyepong kontol sama disodok emang mantep, padahal di rumah bisa dientot puas puas tanpa bayaran,malah lebih milih ngentot di tempat kerja ๐
BalasHapusItu namanya menghargai profesi anak๐
HapusSaran hu, nanti di universe free use bikin acara youtube mukbang, tapi gak jauh dari memek sama kontol, misalnya mukbang lalapan dicocol memek, atau kalau buat cewek makanan sama minuman nya bisa ditambahin peju sama kencing
BalasHapusMantep tuh๐..atau bikin live tapi sambil ngelakuin challenge yang gak jauh2 dari ngewe๐
HapusLanjutin yg bu runa euy
BalasHapusGas gas buk rina
HapusIya nih,,Gas lah min,,gw juga nungguin๐๐๐
HapusMantap.. semangat update kaka..
BalasHapusMakasih ya๐
Hapuskalo bisa ada saranya hu,jarang2 soalnya
BalasHapusNah ini,,gw bingung masukinnya gmna,soalnya di sini,agama udh punah,,jadinya kalo dibarengin rada gk nyambung...mungkin agan bisa bantu saran,biar sara bisa masuk ke universe ini๐
Hapusmungkin di setiap agamanya diajarin ngentot gitu gan kalo perlu pas tiap ibadah mereka saling genjot jadi saf wanita sama pria dijadiin satu begitu min
HapusUntuk cerita diblog bisa pake ilustrasi ga sih hu?
BalasHapusKalau bisa seru juga melihat ilustrasi setiap karakter wanitanya
Bisa aja,,cuma ane sengaja gak pake,,biar yang baca bisa berimajinasi sendiri karakter yang mereka mau seperti apa..
HapusKasih dong hu perempuan sekarang emang cocok dijadiin mulustrasi cerita kayak gini hu. Hahahaha
HapusPerempuan2 sekarang emang cocok dijafikan mulustrasi cerita beginian hu
HapusGan ada saran web cerita dewasa yang underage/sara gk?
BalasHapusAgak susah sih kalo itu..paling cuma di forum2 tertentu aja adanya dan itu juga kebanyakan di private
Hapus