Ojol Story
Terik matahari menusuk menembus tebalnya pakaian.Itulah yang tengah dirasakan Bang Ojak kali ini.Matahari sudah tepat diatas kepalanya,namun bunyi notif dari hapenya juga belum kunjung ada.Sudah berjam-jam Bang Ojak menunggu.Semakin lama kepalanya dijemur panasnya matahari,semakin surut pula semangatnya.
“Sue bener dah ini hari,,” keluhnya.
Wajar kalo dia marah,bagaimana tidak,sejak pagi hari sampai saat ini belum juga ada orderan yang masuk.Tapi dia gak punya pilihan,mau pulang juga gak ada gunanya,yang ada malah perang dunia.Abis mau gimana lagi,memang ini kenyataannya.Semenjak pemerintah campur tangan mengatur tarif ojek online,semuanya berubah 180 derajat.Orderan kian sepi,belum lagi bersaing ke sesama driver yang kian banyak.Bang Ojak putus asa.
'Tlittt,,tliittt,,'
Hapenya bergetar.Bang Ojak yang sedang bengong,kaget.Dia rogoh kantung sakunya hendak mengambil hapenya sambil berharap orderan yang dia inginkan benar masuk.Tapi pas dia buka hapenya,ternyata bukan dari aplikasi ojeknya melainkan sebuah pesan dari istrinya.Dia kecewa,namun dia harus baca pesan itu.
'Bang,,jangan lupa belanja entar,,'
Bang Ojak kesal.Belum juga dapat uang,sudah disuruh yang lain.Dia langsung mengetik kekesalannya di chat itu.Tapi begitu semua kata-kata curhatannya sudah tertulis,dia baru sadar,dan langsung dia hapus saat itu juga.Beruntung belum sempat terkirim,karena seandainya itu terkirim,dia bisa aja kehilangan istrinya.Akhirnya Bang Ojak ubah kata-kata balasannya itu jadi lebih halus,bahkan jauh lebih halus.Dia menolak perintah istrinya itu dengan halus agar aman dari masalah.Beruntung sang istri paham,ya walau masih juga diomeli.Bang Ojak pasrah saja,soalnya sebagai laki-laki,wajar sang istri berharap lebih darinya.Cuma Bang Ojak terkadang merasa kalo istrinya pilih kasih.Hidup dengan status suami kedua,membuat Bang Ojak hidup dengan persaingan.Tak seperti Poligami,Poliandri justru punya masalah yang lebih kompleks.Walau sama-sama persaingan,tapi ukurannya berbeda.Salah satu contohnya,soal materi.Bang Ojak sadar dia bukan lahir dari golongan biru,makanya dia hanya bisa kasih sesuai kemampuan dia.Tapi entah kenapa tetap saja kalah.Padahal pesaingnya bisa dibilang gak mapan-mapan juga.Mang Udin dari segi kekuatan ekonomi juga gak jauh dari dirinya.Namun menurut Bang Ojak,istrinya lebih perhatian ke suami pertamanya.Buktinya tadi,dia selalu disuruh sang istri belanja barang-barang buat Mang Udin jualan.Menurut Bang Ojak,kenapa gak Mang Udin sendiri saja yang belanja,sedang dia fokus di perkerjaannya sendiri.Tapi kalo dia pikir kembali,ini semua berawal dari dirinya.Dulu waktu awal pernikahan dia dengan Indah,dia sering menawarkan diri buat membantu Mang Udin,dan ini resikonya.Bang Ojak juga gak bisa salahkan istri atau Mang Udin,toh ini semua berawal dari dirinya.Hanya saja,gara-gara itu jadi merembet ke yang lain.Terkadang Indah membandingkan dirinya dengan Mang Udin.Yang paling sering dibahas apalagi soal penghasilan.Indah sering mengeluh pendapatan yang diberikan Bang Ojak selalu kalah dibandingkan Mang Udin.Cuma ya mau dijelaskan bagaimana pun oleh Bang Ojak,tetap saja sang istri tak paham.Bang Ojak bukan beralasan,tapi memang kenyataannya begitu.Dengan kondisi ekonomi sekarang,jumlah orderan ojeknya jauh menurun,tak lebih baik dengan Mang Udin yang lebih stabil.
Setelah membalas pesan dari istrinya,Bang Ojak hendak kembali menaruh hapenya lagi ke sakunya.Tapi pas dia mau taruh,tiba-tiba hapenya kembali berdering.Begitu dia lihat ternyata bukan dari istrinya lagi,tapi dari aplikasi ojolnya.Akhirnya yang diharapkan datang.Dia lihat tampilan orderan itu.Ternyata orderan barang yang masuk.Dia tanpa pikir panjang,langsung terima orderan itu,dan langsung ke tempat pengirim yang tak jauh dari tempatnya mangkal.
“Permisi,,,FuckSend,,”
Tak lama sang pengirim pun keluar dari dalam rumah.
“Eh Mas,,sebentar,,”
Lelaki itu kembali kedalam rumah,dan keluar lagi sambil membawa sebuah dildo di tangannya.
“Ini Mas,,barangnya,,” ucap laki-laki itu sambil memberi sebuah dildo ke Bang Ojak.
“Ini aja Mas,,??”
“Iya,,itu punya istri saya ketinggalan,,nih Mas ongkosnya,,” kata laki-laki itu sambil memberi sejumlah uang ke Bang Ojak.
“Alamatnya sesuai aplikasi kan Mas,,??”
“Iya Mas,,oh iya,,nanti kalo udah sampe kabarin saya ya Mas,,”
“Oke Mas,,”
Setelah memfoto barang itu,Bang Ojak langsung pergi mengantar barang yang dititip padanya.
Lalu setelah setengah jam perjalanan,Bang Ojak sampai di tujuan.Sebuah tempat kost tingkat 2 yang tampak cukup sepi.Tak mau lama-lama,Bang Ojak langsung naik ke lantai 2 dan menuju ke kamar yang telah tertera di aplikasi.Lalu Bang Ojak mengetuk pintu kamar itu.
‘Tok,,Tok,,,'
“Permisi,,,”
Tak ada balasan.Bang Ojak mengetuk sekali lagi.Namun tetap saja tak ada jawaban.Bang Ojak mulai kesal.
‘Buset dah,,tidur kali ini orang,,bikin lama aja,,' kesal Bang Ojak dalam hati.
Ketukannya makin kencang,tapi lagi-lagi tak ada jawaban.Saat Bang Ojak mulai emosi,dirinya baru sadar.Si Pengirim minta dikasih kabar kalo dia sudah sampai di tempat.Bang Ojak lalu menelpon pengirim.
“Udah sampe Mas,,??” tanya sang pengirim paket.
“Udah Mas,,tapi ini yang nerima gak ada kayaknya,,saya panggil-panggil gak di jawab,,”
“Oh ada itu Mas didalam,,Mas masuk aja,,”
“Hah,,masuk,,gapapa Mas,,??” Bang Ojak kaget.
“Gapapa Mas,,istri saya ada di dalam itu Mas,,masuk aja gapapa,,”
Bang Ojak agak ragu,tapi karena ada izin,Bang Ojak ikut saja.
“Oke,,saya masuk ya Mas,,”
Bang Ojak membuka pintu itu yang ternyata tak terkunci.Dan pas pintu itu terbuka,Bang Ojak kaget.
Seorang perempuan duduk dengan kondisi tubuhnya yang sudah bugil terikat di kursi.Mulut dan matanya tertutup.Sedang di depan wanita itu terdapat tripod yang menyangga sebuah handphone dengan posisi layarnya yang menghadap wanita itu.
“Mas,,,,istri Mas,,” kata Bang Ojak dengan masih syok ke sang pengirim paket.
“Iya itu istri saya Mas,,nah sekarang coba Mas lihat hape yang ada di depannya itu,,”
Bang Ojak mendekati wanita itu.Lalu dia melihat handphone yang didepan wanita itu.Bang Ojak melihat layar di handphone itu,tampil wajah sang pengirim di layar.
“Mas,,bisa denger suara saya dari handphone itu,,??” tanya laki-laki itu,namun kali ini suaranya berasal dari handphone yang ada di tripod.
“Denger Mas,,”
“Bagus,,”
Laki-laki itu mematikan telponnya dan mulai beralih bicara lewat handphone yang terpasang di tripod.
“Nah,,Mas,,saya minta tolong bisa,,??”
“Eee,,tolong apa ya Mas,,??” jawab Bang Ojak yang dalam keadaan masih bingung.
“Gini Mas,,itukan istri saya lagi ke iket gitu,,nah saya minta tolong Mas masukin dildo yang Mas bawa tadi ke memeknya,,”
“Hah,,gapapa nih Mas,,??”
“Gapapa Mas,,”
Walau sudah diberi izin dari sang pengirim,Bang Ojak masih ragu-ragu.Bang Ojak melihat tubuh wanita itu dari atas sampai bawah,tubuhnya tak bisa bergerak terlilit tali yang menyatu ke kursi.Ada rasa iba Bang Ojak melihat wanita itu,tapi lama-lama mulai luntur berganti nafsu.Apalagi saat dia melihat tubuh wanita itu yang telanjang.Tangannya mulai mengelus paha wanita itu,dan lalu mulai meraba memeknya.Jari Bang Ojak mulai bermain meraba permukaan memek wanita itu.Perempuan itu mendesah saat jari Bang Ojak mencolok memeknya.Namun desahnya tampak tak jelas terhalang penutup di mulutnya.
“Kenapa Mas,,??” tanya suami dari perempuan itu.
“Memeknya udah basah banget Mas,,” jawab Bang Ojak sambil memperlihatkan tangannya yang basah ke arah layar.
“Wah,,itu berarti udah sange banget istri saya Mas,,”
“Istrinya boleh saya pake gak Mas,,??” izin Bang Ojak yang juga sudah ikut sange.
“Boleh Mas,,pake aja,,malah itu yang saya tunggu haha,,”
Ternyata sang suami sudah menantikan sang istri digarap orang lain.
Mendapat lampu hijau dari sang suami,Bang Ojak langsung membuka celana panjang dan sempaknya.Lalu Bang Ojak dengan kontolnya yang sudah ngaceng,langsung membenamkan kontolnya ke wanita itu.
“Mmmrgggggggghhhh,,,,,”
Wanita itu mengerang,namun tertahan penutup dimulutnya.
Setelah kontolnya masuk,Bang Ojak langsung menggenjot wanita itu.
“Mmrrghhh,,,mmrgghhh,,,”
“Kamu suka kan sayang,,shhh,,dasar lacur,,shhh,,” kata suaminya.
Disisi lain ternyata sang suami menyaksikan istrinya digarap Bang Ojak sambil coli.Tangannya terus mengocok batang kontolnya sambil melihat istrinya digarap Bang Ojak dari balik layar.
“Mmrrgggghh,,,”
“Entot dia terus Mas,,perek macem dia emang pantes dientot,,”
Bang Ojak tak menjawab,namun hanya membalas dengan menggenjot istri laki-laki itu lebih kencang.
“Mmrrrgghh,,,,,,,”
“Apa,,?? Enak,,?? Dasar Babi,,Anjing,,Perek Sialan,,shhh,,Pelacur Murahan,,!!”
“Mmrrggghhhh,,,,”
“Kamu itu emang pantas dientot,,shhh,,memek kamu udah gak ada harganya,,shhh,,”
“Mmrrrggghhhh,,,”
“Iya,,terus teriak yang kenceng,,gak ada gunanya juga,,aku lebih suka ngeliat kamu tersiksa seperti itu,,”
Erangan sang wanita terus dibalas hinaan dari sang suami.Semua terus berulang sampai Bang Ojak sudah mulai tak tahan ingin keluar.
“Mas,,saya mau keluar,,saya keluar dimana,,??”
“Didalam aja Mas,,itu perek paling seneng kalo dipejuin memeknya,,”
Bang Ojak pun menaikkan temponya.
'plok,,,plok,,,plok,,'
“Shhh,,,ahhh,,,aahhhh,,”
'crottttt,,,,,'
Peju Bang Ojak masuk cukup banyak ke dalam memek wanita itu.Saking banyaknya,pejunya terus menetes keluar saat kontolnya dicabut dari dalam memek wanita itu.Di sisi lain,sang suami ternyata juga ejakulasi bersamaan dengan Bang Ojak.
“Makasih ya Mas,,” ucap sang suami.
Bang Ojak yang masih letih,cuma membalas dengan anggukan.
“Oh iya Mas,,tolong itu dildonya dicolok ke memek istri saya ya,,”
Bang Ojak lalu mengambil dildo yang telah dititip padanya,kemudian dia masukkan alat itu ke memek sang istri.Wanita itu yang sebelumnya tengah lemas tak berdaya,kembali mengerang saat dildo yang panjang itu masuk ke memeknya.
“Terus tolong dilakban Mas memeknya dia biar itu dildo gak keluar,,lakbannya ada di atas meja,,”
Bang Ojak mengambil lakban yang dimaksud,kemudian Bang Ojak mulai melakban memek wanita itu yang sudah tertanam dildo.
“Yang rapet ya Mas,,”
Bang Ojak melakban memek wanita itu sampai seluruh bagian pangkal pahanya tertutup lakban.Setelah selesai,Bang Ojak tiba-tiba kebelet kencing.
“Gini Mas,,??” tanya Bang Ojak sambil memperlihatkan kondisi memek wanita itu ke suaminya.
“Iya Mas,,”
“Mas,,saya izin pake kamar mandinya ya,,saya kebelet,,”
“Silahkan Mas,,kamar mandinya di belakang,,”
Bang Ojak langsung lari ke kamar mandi.Tapi begitu dia membuka pintu kamar mandi,dia kembali kaget.
Ternyata ada seorang wanita lagi yang juga terikat di dalam kamar mandi.Wanita itu terbaring di lantai kamar mandi dengan posisi tangan dan kakinya terikat satu sama lain.Mulut dan mata juga tertutup.Bang Ojak yang melihat itu,kembali lagi ke ruang tengah,hendak menanyakan ke sang pengirim.
“Mas,,itu ada orang lagi di kamar mandi,,”
“Oh,,itu mertua saya Mas,,gapapa,,itu juga ulah saya kok,,Mas kalo mau kencing,,kencingin mertua saya aja gapapa,,”
Bang Ojak merasa heran,baru kali mendapat pengalaman unik seperti ini.Tapi rasa heran Bang Ojak langsung dia lupakan,karena dia sudah sangat kebelet.Saat Bang Ojak hendak kembali ke kamar mandi,laki-laki itu tiba-tiba memanggil.
“Mas,,hape saya tolong dibawa,,saya pengen liat Mas ngencingin mertua saya,,”
‘Hadeh,,ada-ada aja ini orang,,' batin Bang Ojak.
Walau sedikit kesal,tapi karena dia kostumernya,mau gak mau dia harus menuruti kemauannya.Bang Ojak mengambil hape yang terpasang di tripod,lalu membawanya ke kamar mandi.Setelah itu,karena sudah tak tahan lagi,Bang Ojak langsung mengencingi wanita itu.Air kencing Bang Ojak jatuh membasahi tubuh wanita itu.
“Mmmmm,,,,”
Wanita itu berteriak namun tertahan penutup di mulutnya.
“Mampus kamu Bu,,rasain itu,,haha,,emang Ibu itu paling pantes jadi toilet,,memek udah dower aja,,masih sok-sokan minta dientot,,Dasar Anjing,,haha,,anak sama Ibu sama aja,,sama-sama gak guna,,haha,,”
Setelah puas mengeluarkan semua air seninya,Bang Ojak kembali ke ruang tengah,dan hape yang dia pegang kembali dia pasang ke tripod.Lalu sebagai tanda dia sudah mengantarkan paket sesuai aplikasi,Bang Ojak memfoto memek istri pengirim yang sudah terisi dildo dan tertutup lakban.
“Yaudah Mas,,saya pamit ya,,paketnya sudah saya antar,,”
“Oke Mas,,makasih ya Mas,,”
Kemudian Bang Ojak hendak pergi keluar,dan ketika dia membuka pintu,tiba-tiba wanita yang terikat di kursi itu berteriak.Bang Ojak menoleh ke belakang,dan dia melihat memek wanita itu bergetar kuat.Tangan dan kakinya yang tengah terikat ikut bergerak.Terdengar suara getaran yang cukup kencang dari arah selangkangannya.Kemungkinan itu berasal dari dildo yang bergetar didalam memeknya.Wanita itu berteriak keras,namun karena terhalang bola yang menyumpal mulutnya,suaranya jadi tak jelas.Bang Ojak penasaran,kenapa alat itu bisa nyala,padahal pas dia masukkan tadi,alat itu mati.Tapi Bang Ojak sadar,mungkin sang suami yang mengaktifkan dildo itu.Mendengar wanita itu berteriak,Bang Ojak justru acuh.Dia pergi tak memperdulikan keadaan wanita itu selanjutnya.Dia sudah lelah,toh pikirnya ini semua ulah suaminya.Dia gak mau terlibat lebih jauh dengan fetish mereka.
Bang Ojak kembali memacu motornya keliling kota sambil menunggu orderan kembali masuk.Berjam-jam keliling,orderan yang diharapkannya tak kunjung masuk lagi.Padahal dia sudah menghampiri daerah ramai.Beberapa titik tempat ramai orang sudah Bang Ojak hampiri buat mencari orderan,tapi tetap saja nihil.Hingga tak terasa matahari sudah berganti dengan rembulan.Asa Bang Ojak kembali luntur.Tak mau kecewa lebih lama,Bang Ojak akhirnya memacu motornya ke arah rumahnya alias pulang.Di tengah jalan pulang,tiba-tiba saku kantong jaketnya bergetar.Bang Ojak menepikan motornya sementara.Setelah mengambil hapenya,terlihat orderan masuk di aplikasinya,kali ini FuckFood.Bang Ojak yang awalnya sudah putus asa,kembali semangat.Dia memacu motornya ke tempat resto yang sudah ditentukan.Dan ternyata resto tempat kostumernya pesan merupakan tempat yang biasa Bang Ojak dapat orderan disana.
“Ehh,,Bang,,tumben baru keliatan,,” sapa Karyo sambil menggoreng ayam jualannya.
“Tau ni Yo,,makin kesini makin anyep aja,,” balas Bang Ojak,baru turun dari motornya.
“Eh orderan gw udah lu proses,,??”
“Udah,,nih gw lagi masakin,,”
Bang Ojak lalu duduk di kursi plastik,sedang Karyo menyiapkan pesanan kostumernya Bang Ojak.
“Rame Bang,,??”
“Hadeh,,jangan lu tanya dah Yo,,kan udah gw bilang tadi,,”
“Hehe,,sorry,,iya nih,,gw juga Bang,,orderan online gw lagi sepi,,”
“Tapi lu enak Yo,,masih ada yang beli langsung,,”
“Iya sih,,hehe,,”
“Eh Yo,,bini lu mana,,??”
“Ada tuh di dalem,,”
“Owh,,,eh,,itu masakan masih lama gak,,??”
“Bentar,,15 menit lagi udah jadi,,kenapa emang,,??”
“Kagak hehe,,”
“Yaelah,,gih dah sono,,pake nanya segala,,biasanya juga dulu lu kagak bilang-bilang,,langsung maen sikat aja,,”
“Hehe,,abis udah lama Yo,,gw gak kemari,,yaudah gw pake ya,,”
“Gih dah,,”
Karyo sudah paham maksud Bang Ojak.Apa lagi kalo bukan soal seks.Dahulu waktu Bang Ojak sering dapat orderan pecel ayamnya Karyo,dia selalu mencicipi istrinya Karyo sambil menunggu pesanannya diproses.
Mendapat izin dari Karyo,Bang Ojak masuk kedalam ruko Karyo mencari istri sang penjual.Begitu Bang Ojak membuka pintu kamar,terdapat istrinya Karyo tengah terbaring tanpa selembar kain sambil bermain handphone.
“Ehhh,,Bang Ojak,,masuk Bang,,” kata istrinya Karyo menyambut Bang Ojak.
“Lagi ngapain Sri,,??”
“Lagi nonton bokep Bang hehe,,”
“Nonton mulu,,maennya udah belom,,??”
“Udah dong Bang,,nih,,baru aja ada yang make Sri tadi,,” balas Sri sambil memperlihatkan memeknya yang masih ada gumpalan peju ke Bang Ojak.
“Haha,,dasar perek,,laki lagi sibuk malah dia enak-enakan,,”
“Ah,,Abang bisa aja,,aku kan bantuin juga,,”
“Haha,,eh Sri,,gw numpang baring disini ya,,”
“Silahkan Bang,,Sri cuci memek Sri dulu sebentar,,”
Sri keluar dari kamar hendak membersihkan memeknya dari sisa permainan sebelumnya,sedang Bang Ojak melepas semua pakaian ojol dan lalu berbaring santai diatas kasur.Tak lama Sri kembali ke kamar.
“Capek banget ya Bang,,??” tanya Sri.
“Capek muter-muter doang,,”
“Ya,,yang sabar ya Bang,,kita juga gitu kok,,jualan kadang naik,,kadang turun,,”
Melihat tubuh bugil Sri yang sudah lama tak dia cicipi,Bang Ojak sudah tak sabar.
“Sri,,yuk,,hehe,,” goda Bang Ojak.
“Loh,,katanya capek,,”
“Mumpung gw dapet orderan disini nih,,yuk,,” kata Bang Ojak sambil menarik tangan Sri.
Sri pun paham maksud Bang Ojak.Dirinya langsung mengambil posisi duduk disamping Bang Ojak,dan mulai menghisap kontol Bang Ojak.
‘slurrrppp,,slurrrppp,,'
“Enak Bang,,??”
“Mantep banget Sri,,kayak biasanya hehe,,”
'slurrppp,,,slurrrppp,,'
Mulut Sri terus menghisap kontol Bang Ojak,sambil sesekali mulutnya menghisap bibir Bang Ojak.
“Udah keras nih Sri,,ngentot yuk,,lu diatas,,”
Sri pun mengambil posisi diatas kontol Bang Ojak,lalu setelah kontolnya Bang Ojak masuk ke dalam memeknya,Sri mulai bergoyang.
“Shhh,,ahhh,,,Bang,,kontolnya makin gede aja,,ahh,,” desah Sri.
“Shhh,,lu juga Sri,,ahh,,memek lu masih rapet aja,,”
Mereka terus bercinta dengan gaya WoT,hingga tiba-tiba terdengar suara yang cukup kencang dari luar kamar.
“Bang,,pesenan lu udah jadi nih,,” teriak Karyo dari luar kamar.
“Taro aja dulu Yo,,tanggung nih gw,,” balas Bang Ojak.
“Sri,,lu goyang yang cepet,,gw mau narik lagi,,”
Sri mempercepat 'ulekannya'.Tapi 5 menit lebih Sri bergoyang diatas kontol Bang Ojak,tak ada tanda-tanda Bang Ojak mau keluar.Bahkan goyangan Sri yang sebelumnya begitu cepat,mulai melambat.Sri kelelahan.Melihat Sri tampak lelah,Bang Ojak berinisiatif ganti posisi.
“Sri,,lu dibawah dah,,biar gw yang goyang,,”
Kini Bang Ojak gantian menggenjot Sri dari atas.Sri mendesah memeknya digempur dengan ganas.Sri keenakan,tapi berbanding terbalik dengan Bang Ojak yang masih belum ada tanda-tanda keluar.Lagi asik ngentot,hape Bang Ojak berbunyi.Ternyata ada pesan dari kostumernya,menanyakan pesanannya yang tak kunjung diantar.Bang Ojak tak membalas pesan itu,malah tetap lanjut menggempur Sri.10 menit berlalu,kontol Bang Ojak belum juga mengeluarkan pejunya.Bang Ojak heran,baru kali ini dia ngentot tapi gak ngerasa pengen ngecrot.Saking lamanya Bang Ojak menggenjot Sri,pesan dari kostumernya datang lagi.Kali ini tampak dari tulisannya,si pemesan sudah marah.Bang Ojak yang belum keluar,akhirnya menyerah.Dia menyudahi senggamanya dengan Sri.
“Maaf ya Bang,,” kata Sri,tak tega melihat Bang Ojak belum sempat keluar.
“Gapapa Sri,,bukan salah lu,,salah si anjing nih,,ganggu gw ngentot aja,,” marah Bang Ojak sambil menunjuk ke arah handphonenya.
Setelah itu,Bang Ojak kembali memakai semua pakaiannya lagi.
“Yaudah Bang,,abis nganterin,,balik kesini aja Bang,,”
“Kapan-kapan aja dah Sri,,bini gw belum gw entot ini hari,,”
“Owh,,yaudah deh,,kalo gitu,,lain kali kalo iseng,,mampir kesini ya Bang,,”
“Pasti itu,,” balas Bang Ojak sambil mencium bibir Sri.
“Yaudah Sri,,gw pergi dulu,,”
“Iya Bang,,hati-hati,,”
Bang Ojak keluar kamar dan lalu menghampiri Karyo didepan.
“Udah lu Bang,,??”
“Beloman Yo,,”
“Lah,,??” Karyo heran.
“Gara-gara ini kostumer,,gw gak jadi ngecrot,,”
“Emang kenapa dia,,??”
“Noh,,nanyain mulu dari tadi,,” kata Bang Ojak sambil memperlihatkan isi chat kostumernya ke Karyo.
“Lu alesan kek Bang,,”
“Model kayak gini mah susah Yo,,mending gw anterin cepet dah,,daripada dia komplain macem-macem,,”
“Owh,,yaudah dah Bang,,nih makanannya,,” kata Karyo sambil memberi Bang Ojak sebungkus plastik berisi makanan pesanan kostumernya.
“Eh iya,,gw lupa,,saos pejunya abis Bang,,gw lupa bilang,,hehe,,”
“Yaelah lu Yo,,bikin runyam aja,,”
“Hehe,,sorry,,abis gw chat orangnya,,kagak dibales-bales,,”
Bang Ojak makin pusing.Setelah kena semprot dari kostumernya perihal kelamaan,sekarang pesanannya tak sesuai.Bang Ojak lalu menelpon kostumernya itu,tapi tak kunjung diangkat.Bang Ojak juga mengirim pesan,namun hanya ceklis satu.Pusingnya kini berubah jadi emosi.
“Dibales Bang,,??”
“Kagak,,Hah,,bikin kesel aja ni orang,,”
“Terus gimana Bang,,??”
“Udah gw anterin aja dah,,kudu gw kasih pengertian ini orang,,”
“Sabar Bang,,”
“Iya Yo,,gw tau,,tapi orang kayak gini emang kudu dikasih tau,,udah lah,,gw pergi dulu,,makasih Yo,,”
Karyo tak bisa menahan Bang Ojak yang tampak sudah mulai emosi.
Bang Ojak lalu dengan cepat memacu motornya mengantar pesanan makanan kostumernya.5 menit perjalanan,sampailah Bang Ojak di rumah kostumernya.
“Permisi,,FuckFood,,”
Tak lama,seorang wanita membuka pintu.
“Bu Celine ya,,”
“Iya,,” balas wanita itu.
“Ini Bu,,pesanannya,,” kata Bang Ojak sambil memberi kantong plastik berisi makanan ke kostumernya.
“Kok lama amat Mas,,saya udah nunggu dari tadi tau gak,,” kata Bu Celine dengan nada agak tinggi.
Mendengar keluhan dari kostumernya,kepala Bang Ojak mulai panas,namun dia mencoba sabar.
“Iya Bu,,tadi lagi antri soalnya,,” balas Bang Ojak bohong.
“Antri,,?? Lama amat antrinya,,emang berapa orang yang beli,,?? Gak tau apa,,saya udah laper banget,,”
“Cukup banyak Bu,,” balas Bang Ojak bohong lagi.
“Yaudah nih duitnya,,” kata Bu Celine sambil memberi sejumlah uang ke Bang Ojak.
“Maaf Bu,,saya mau kasih tau,,saos peju yang Ibu pesen abis,,”
“HAH,,!! Abis,,!?!?”
Ibu Celine lalu membuka kantong plastik makanan itu,dan melihat ternyata memang pesanan yang dipesan tidak ada di dalam kantong plastik itu.
“Mas gimana sih,,kenapa gak ngasih tau kalo udah abis,,”
'Kan udah gw coba kasih tau tadi,Anjing!!’ batin Bang Ojak.
“Tadi saya udah coba saya telpon Ibu,,tapi Ibu gak angkat,,”
“Mana,,?? Saya gak denger Mas telpon,,”
'Wah Anjing ini orang,gw telpon bisa kagak tau,,'
“Yaudah gini aja Mas,,balikin duit saya,,saya gak mau terima ini makanan,,” kata Bu Celine sambil melempar makanan itu ke arah Bang Ojak.
Dilempar makanan oleh kostumernya,membuat Bang Ojak kaget.Beruntung kantong makanan itu berhasil ditangkap oleh Bang Ojak,sehingga makanan itu tak jatuh ke lantai.
“Tapi Bu,,Ibu udah pesen,,jadi gak bisa dibalikin uangnya,,”
“Saya gak mau tau,,saya mau pesanan saya ada semua,,kalo gak ada,,balikin semua uang saya,,” marah Bu Celine.
“Tapi Bu,,gak bisa,,”
“Eh Mas,,kamu itu jadi ojol udah berapa lama HAH!?!? Gini aja masih GOBLOK!! Kalo kostumernya beli apa kudu kebeli semua,,DASAR TOLOL,,!!” maki Bu Celine.
Semua berubah hening selama beberapa detik,hingga tiba-tiba,,,
‘PLAKKKK,,,!!!!’
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Ibu Celine.Bu Celine pun jatuh tersungkur.
“NGOMONG APA LU TADI HAH,,!?!?!”
Raut wajah Bang Ojak berubah total.Dia begitu emosi ketika harga dirinya direndahkan.Sorot matanya tajam menatap Ibu Celine.Tangannya mengepal,tanda dia begitu marah.Kontras dengan Bang Ojak,Bu Celine kini merasa ketakutan.Dia tak menyangka pria yang dihadapannya bisa bertindak diluar ekspektasinya.
“JANGAN MENTANG-MENTANG PUNYA DUIT,,BISA SEENAKNYA LU ANJING,,!!!”
Ibu Celine merangkak mundur masuk ke dalam rumahnya.Bang Ojak tak tinggal diam,dia kejar dan menangkap Ibu Celine yang ketakutan.Rambutnya dijambak kasar oleh Bang Ojak.
“MAU KEMANA LU,,!?!?”
Wajah Bu Celine ditarik Bang Ojak.Mereka saling bertatapan.Dengan jarak yang sangat dekat,Bu Celine bisa dengan jelas melihat kemarahan dari Bang Ojak.Badannya gemetar dan tanpa dia sadari air matanya menetes.
‘PLAKKK,,!!!!”
Sebuah tamparan mendarat sekali lagi di pipi Bu Celine.Pipinya yang masih perih makin memerah ditampar lagi Bang Ojak.
“LU MAU SAOS PEJU KAN,,?!?!”
Bang Ojak berdiri,lalu membuka resleting celananya.Kemudian kepala Bu Celine dipegang kuat Bang Ojak.Dan dengan sekali tarikan,Bu Celine dipaksa menyepong kontol Bang Ojak.Tubuh Bu Celine bergerak memberontak.Tangannya menepuk-nepuk kaki Bang Ojak.Namun apa daya,dia kalah kuat.Kedua tangan Bang Ojak kuat mencengkram kepala Bu Celine.
“NIH,,LU MAKAN TUH,,!!!”
Bang Ojak dengan kasar menggenjot kontolnya di mulut Bu Celine.Bu Celine pun kesusahan meladeni.Dirinya kesulitan bernafas,karena saking cepatnya kontol Bang Ojak keluar masuk di mulutnya.
“Uarghhh,,uhugg,,uhugg,,”
Bu Celine sampai terbatuk-batuk.
'PLAKKKK,,,!!’
“SIAPA YANG SURUH BERHENTI ANJING,,!?!?”
Bang Ojak memasukan kontolnya lagi ke dalam mulut Bu Celine.Bu Celine tak dikasih kesempatan sedikitpun.Wajah Bu Celine yang sebelumnya cantik,berubah jadi tak beraturan.Rambutnya berantakan,kedua pipinya merah bekas tamparan,matanya sembab mengeluarkan air mata,dan yang paling parah mulutnya yang penuh air liur beserta ludah karena kasarnya kontol Bang Ojak memperkosa mulutnya.Dengan kondisi yang sudah memprihatinkan gitu,justru tak membuat Bang Ojak menghentikan aksi bejatnya.Malah dia semakin liar.
Melihat bungkus makanan yang jatuh,Bang Ojak berinisiatif mengambil makanan itu.Dia buka bungkus makanan itu yang berisi ayam serta nasi di dalamnya.Dia ambil gumpalan nasi itu,lalu dia jejalkan nasi itu ke dalam mulut Ibu Celine.
“LU MAKAN NIH,,!!!”
Bu Celine tak kuat lagi melawan.Gumpalan nasi yang sebesar kempalan tangan Bang Ojak,tak sebanding dengan mulutnya,membuat dia kesusahan.Namun Bang Ojak tak peduli,dia paksa Bu Celine memasukkan semua nasi itu ke mulutnya.Dia dorong nasi itu sampai seluruh nasi yang ada di tangannya tak tersisa.Alhasil mulut Bu Celine penuh akan nasi.Pipinya mengembung,tanda saking penuh mulutnya.Bahkan Bu Celine sampai refleks hendak muntah,karena kondisi mulutnya sudah melebihi batas.Namun dengan cepat Bang Ojak langsung menutup mulut Bu Celine.
“Awas kalo sampe lu muntahin,,gw bunuh lu,,!!” ancam Bang Ojak setelah Bu Celine hendak muntah.
Diancam seperti itu,Bu Celine tak jadi muntah.Dia sekuat tenaga menahan agar tak muntah.Dia takut nyawanya jadi taruhan.
Selepas itu,Bang Ojak kembali menjejalkan kontolnya ke mulut Bu Celine.Ibu Celine pun kaget,tak menyangka dia dipaksa menyepong lagi dengan kondisi mulutnya penuh dengan nasi.Kepala kontol Bang Ojak terus-menerus menyodok bibirnya.Dia tak bisa membuka mulutnya,karena jika dia buka,nasi yang ada di dalam akan keluar.
“BUKA,,!!!”
Bang Ojak memencet pipi Bu Celine yang membuatnya otomatis membuka mulutnya sedikit.Lalu melihat mulut Bu Celine terbuka sedikit,dengan cepat Bang Ojak memasukkan kontolnya ke mulut Bu Celine.
“Urghhhh,,”
Mata Bu Celine terbelalak begitu kontol panjang masuk ke dalam mulutnya yang penuh makanan.Lalu Bang Ojak kembali menggenjot mulut Bu Celine.Mulut Bu Celine makin penuh setelah ditambah kontol Bang Ojak.Saking penuhnya,beberapa butir nasi jatuh keluar dari mulutnya,dan ada juga yang jatuh ke tenggorokannya alias tertelan akibat kuatnya hentakan.Bu Celine makin kewalahan.Nafasnya makin tak beraturan akibat jalur nafasnya dari mulut tersumpal makanan dan kontol Bang Ojak.Hidungnya juga kesulitan menarik nafas akibat sering berbenturan dengan tubuh Bang Ojak.Bang Ojak menusuk kontolnya begitu dalam,alhasil mulut Bu Celine yang sebelumnya penuh makanan,mulai berkurang.Itu karena banyak nasi yang jatuh atau bahkan tak sengaja tertelan.
Saat sedang asik mengentot mulut Bu Celine,tiba-tiba dari dalam kamar,keluar seorang laki-laki.
“Ada apa sih Mah,,berisik amat,,”
Laki-laki itu berhenti sejenak melihat Bang Ojak sedang memperkosa Bu Celine.Bang Ojak pun ikut terdiam,begitu pun Ibu Celine.
“Owh,,,” ucap laki-laki itu,yang ternyata suami Bu Celine.
Setelah melihat istrinya tengah diperkosa Bang Ojak,laki-laki itu justru malah berjalan keluar rumah.
“Mmmmm,,,” teriak Bu Celine memanggil suaminya,namun tertahan kontol Bang Ojak yang ada dimulutnya.
Bang Ojak pun bingung akan apa yang dia lihat.Tapi karena masih dalam keadaan emosi,dia kembali menggenjot.Ibu Celine kembali tersentak saat Bang Ojak kembali memperkosa mulutnya.Air matanya jatuh lagi,setelah melihat suaminya malah mengabaikan dirinya.
“Itu suami lu,,?? Hahahaha,,emang dasar perek,,suami lu udah gak peduli lagi sama lu tau gak hahaha,,” hina Bang Ojak.
Bu Celine menangis.Tak menyangka suaminya bersifat masa bodo dengan situasinya saat ini.
Melihat kondisi Bu Celine sudah tak berdaya,Bang Ojak kembali menyuapi Bu Celine.
“Nih,,lu makan ni ayam,,sama gw tambahin nasinya biar lu kenyang hahaha,,”
Kali ini Bu Celine tanpa perlawanan.Dirinya sudah pasrah dimainkan Bang Ojak.Bang Ojak pun senang melihat kostumernya tak berdaya.Kini semua sudah dalam kendali Bang Ojak.Terus-menerus Bang Ojak menyuapi makanan ke dalam mulutnya Bu Celine.Mulut Ibu Celine seakan tak diberi kesempatan untuk kosong,karena begitu makanan yang ada dimulutnya tertelan atau jatuh keluar,Bang Ojak terus menyuapinya agar tetap penuh dan terus dia entot dengan kontolnya.Hingga tak terasa 1 porsi makanan yang sebelumnya Bu Celine pesan,hampir habis.Disaat bersamaan Bang Ojak sudah tak tahan ingin mengeluarkan pejunya.
“Ahhh,,ahhh,,lu mau peju kan Njing,,!?!?,,,shhh,,nihh,,makan peju gw,,shhh,,ahhhhh,,,”
'crottttt,,,crotttt,,,crottttt,,,'
3 kali Bang Ojak menghentakan kontolnya di dalam mulut Bu Celine,tanda 3 kali semprotan pejunya menembak.Bu Celine kaget dan kepalanya refleks terdorong.Namun Bang Ojak dengan sigap langsung menahan kepala Bu Celine dengan kedua tangannya.Lalu setelah puas mengeluarkan semua pejunya,perlahan Bang Ojak menarik keluar kontolnya dari dalam mulut Bu Celine.Dan begitu Bang Ojak mencabut kontolnya,banyak butiran nasi yang menempel di batang kontolnya.Lepas dari hujaman kontol Bang Ojak,Bu Celine hendak memuntahkan semua yang ada di dalam mulutnya.
“Eeeee,,jangan lu buang,,”
Dengan cepat Bang Ojak menutup mulut Bu Celine.Kemudian satu tangannya meraih rambut Bu Celine dan menjambaknya.
“TELEN,,!!!”
Bang Ojak menyuruh dan berteriak tepat di depan mata Bu Celine.Dibentak dengan keras,membuat Bu Celine ketakutan.Dia tak punya pilihan,selain menuruti perintah Bang Ojak.Akhirnya dengan terpaksa dia menelan semua yang ada di dalam mulutnya.Campuran berisi makanan,liur,serta peju ditelan Bu Celine tanpa sisa.
“Buka mulut lu,,!!”
Bu Celine membuka mulutnya yang kini sudah kosong,semua makanan serta peju Bang Ojak tertelan habis.
“Hahaha,,bagus,,makanya jadi orang jangan sok belagu lu,,haha,,”
“Dasar Goblok,,” ucap Bang Ojak sambil mendorong kepala Bu Celine.
Ibu Celine pun jatuh tersungkur.Dan hanya bisa menangis sambil menutup wajahnya.Sedang Bang Ojak tampak puas,melihat lawannya menderita.
Selepas puas melampiaskan emosinya,Bang Ojak membersihkan sisa makanan yang menempel di kontolnya dengan tisu.Lalu seperti biasa,dia memencet tombol selesai di aplikasi ojolnya,tanda pesanan berhasil dia antar.Setelah itu Bang Ojak pergi keluar,meninggalkan Bu Celine yang terus menangis.Begitu Bang Ojak keluar,ternyata suami Bu Celine rupanya tengah duduk santai sambil merokok di teras rumah.
“Mas,,,,”
Langkah Bang Ojak terhenti.Suami Ibu Celine menghampiri Bang Ojak.
“Ini Mas,,tipnya,,” kata suami Ibu Celine sambil memberi selembar uang 20 ribu ke Bang Ojak.
Bang Ojak menerima uang itu.
“Makasih ya Mas,,” kata suami Ibu Celine.
Bang Ojak diam tak membalas ucapan terimakasih laki-laki itu,dan berlalu pergi.
Pikiran Bang Ojak sudah terlalu pusing.Dia mau istirahat.Apalagi hari makin larut.Walau kadang dirumahnya sendiri juga bikin dia pusing.Tapi setidaknya dia bisa bebas beristirahat.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,bertepatan dirinya yang baru sampai di rumah kostnya.Pas dia hendak masuk ke rumahnya,dia melihat gerobak Mang Udin masih terparkir di depan rumahnya.Bang Ojak heran,karena jarang dia melihat gerobaknya Mang Udin masih ada di jam segini.
‘Jangan-jangan gak jualan tuh orang,,' batin Bang Ojak.
Bang Ojak kemudian mengetuk pintu rumahnya.Dan tak lama istrinya membukakan pintu.
“Udah nariknya Bang,,??” tanya istrinya.
“Udeh,,eh si Udin kagak jualan Dek,,??”
“Kagak Bang,,”
“Lah,,kenapa emang,,??”
“Lah,,kan gara-gara elu kagak belanja tadi,,gimana sih lu,,” balas Indah.
'Dih,,masa gara-gara gw,,kan dia bisa belanja sendiri,,' batin Bang Ojak.
“Gw kan sibuk Dek,,ada orderan tadi,,lagian kan dia bisa belanja sendiri,,”
“Lah kan belanjaannya banyak Bang,,kudu pake motor,,”
“Yaelah,,pake ojek napa kalo gitu,,”
“Elu tuh ya Bang,,kalo pake ojek tuh mahal tau gak,,” balas Indah sambil menoyor jidat Bang Ojak.
“Yang kudu dibeli kan banyak,,lu tau sendiri kan ongkosnya,,”
“Emang gak ada duitnya apa si Udin,,??”
“Eh Bang,,kalo ada mah,,gw kagak nyuruh elu,,modal dia pas-pasan buat jualan,,udah gitu itu duit juga ngepas buat idup kita bertiga,,kecuali elu mau bayarin ongkos ojeknya dia,,gapapa,,tapi masalahnya duit yang elu kasih ke gw aja jarang-jarang,,” curhat Indah.
Bang Ojak tambah pusing,baru juga sampe,udah kena semprot dari istrinya.
“Tapi kan gw usaha Dek,,” balas Bang Ojak membela diri.
“Mana,,?? Kalo lu usaha,,kita udah kaya Bang,,” hina istrinya.
Bang Ojak tersinggung,usahanya tak dianggap.Tapi dia tak bisa marah.Hanya cuma Indah yang bisa menaklukkannya.Bahkan saking kuatnya aura Indah di dalam rumah,kedua suaminya pun takluk.Terlebih Bang Ojak,dirinya yang dulu merupakan mantan preman,tak berkutik jika dihadapan sang istri.Bang Ojak pun hanya bisa tertunduk mendengarkan keluh kesah istrinya.
“Jangan gitu dong Dek,,ini buktinya,,gw dapet 2 orderan ini hari,,” kata Bang Ojak sambil menunjukkan uang hasil ngojeknya.
Melihat uang yang ada di tangan Bang Ojak,Indah dengan cepat mengambil semua uang yang lagi dipegang suaminya itu.
“Segini doang,,?? Duit segini sekarang bisa beli apa Bang,,” kata Indah sambil menggenggam uang hasil usaha Bang Ojak.
“Ya gw dapetnya cuman segitu Dek,,mau gimana lagi,,” melas Bang Ojak.
“Huftt,,,,” indah menghela nafas.
“Yaudah,,masuk,,”
Bang Ojak tersenyum.
“Akhirnya bisa celap-celup hehe,,” kata Bang Ojak sambil nyengir.
“Tapi gantian,,gw mau ngelayanin Mamang dulu,,”
“Lah,,dia beloman,,?? Kan siang tadi dia disini,,”
“Siang tadi dia sibuk benerin pintu kamar mandi Bang,,baru kelar sore tadi,,”
“Lah terus sore tadi kan bisa,,??”
“Bener-bener ya lu Bang,,benerin pintu capek tau Bang,,dia butuh istirahat,,mang elu,,gw suruh ogah mulu,,”
Bang Ojak yang sudah senang bisa bercinta dengan istrinya,kini kecewa lagi.
“Terus,,gw gimana Dek,,??”
“Ya elu tunggu giliran,,”
“Yah,,,,” Bang Ojak kecewa.
Ditengah percakapan,tiba-tiba hape Bang Ojak berbunyi.Sebuah orderan masuk ke aplikasinya.
“Anjir,,gw lupa matiin,,” ucap Bang Ojak sambil membuka hapenya.
Bang Ojak lupa mematikan aplikasi ojolnya.Dan yang bikin apes,dia juga lupa mematikan fitur order otomatisnya.Alhasil mau tak mau dia harus menjalankan orderan itu.
“Orderan,,??” tanya Indah.
“Iya Dek,,gw lupa matiin lagi,,hadeh,,gimana nih,,”
“Ya elu tarikin lah sana,,”
“Tapi kan Dek,,”
“Udah sono,,jarang-jarang orderan masuk itu,,entar giliran lu tolak,,malah nanti anyep lagi,,”
“Tapi kan kita belom ngewe Dek,,”
“Narik dulu sono,,entar lu balik lagi,,lagian gw juga ngewe sama Mamang dulu,,”
“Dek,,,” melas Bang Ojak.
“Udeh sono,,” balas Indah sambil mendorong tubuh Bang Ojak keluar kamar kostnya.
“Oke,,tapi entar giliran gw,,gw minta 5 ronde ya,,”
“Iya bacot,,udah gih narik dulu sana,,”
Setelah keluar,Indah masuk kedalam dan menutup pintu kamar kostnya,dengan kata lain Bang Ojak memang harus menjalani orderan itu terlebih dahulu sebelum bertemu istrinya lagi.Bang Ojak pasrah,mau tak mau dia harus menyelesaikan tugasnya.
Dia lihat lagi aplikasi di handphonenya,ternyata yang masuk layanan FuckRide,yang artinya dia harus mengantar penumpang.Lalu disitu tertulis nama 'Bayu'.
'Hadeh,,malem-malem dapet batangan,,' batin Bang Ojak.
Bang Ojak kecewa ternyata yang dia antar satu gender dengannya.Beruntung tempat tujuannya tak terlalu jauh,sehingga dia bisa cepat kembali ke rumahnya selepas mengantar.
Tak mau lama-lama,Bang Ojak bergegas ke tempat penjemputan.Dan akhirnya Bang Ojak sampai di sebuah cafe,titik jemput kostumernya.Setelah parkir di depan cafe,tak lama keluar seorang laki-laki bergandengan dengan seorang perempuan.
“Bang Ojak ya,,??” tanya laki-laki itu.
“Iya,,Mas Bayu,,??” tanya balik Bang Ojak.
“Iya Bang,,” jawab Bayu.
“Yuk Bang,,” kata Bang Ojak langsung memberi helm ke calon penumpangnya.
“Eee,,sebentar Bang,,bukan saya yang naik,,” kata Bayu sambil menahan helm yang hendak diberikan padanya.
“Yang naik istri saya Bang,,” lanjutnya sambil melirik perempuan yang digandengnya.
“Ohh,,”
“Kamu hati-hati ya Mah,,” kata Bayu.
Lalu Bayu mengecup bibir sang istri.
“Iya Pah,,salam buat Amel ya,,”
“Iya Mah,,nanti Papah sampein,,”
Setelah naik ke motor Bang Ojak dan memakai helm,wanita itu pamit ke suaminya.
“Aku pulang duluan ya Pah,,”
“Iya Mah,,”
“Ayok Bang,,” kata wanita itu sambil menepuk halus pundak Bang Ojak.
“Pelan-pelan aja bawanya ya Bang,,” pesan Bayu ke Bang Ojak.
“Iya Bang,,”
Bang Ojak menyalakan motornya lagi dan bersiap memacu motornya.
“Dah Papah,,”
“Dadah Mamah,,” balas Bayu sambil melambaikan tangannya ke istrinya.
Motor Bang Ojak pun melaju,mengantar penumpang yang merupakan istri sang pemesan.
Di tengah perjalanan,suasana hening.Bang Ojak hanya fokus pada jalanan.
“Jam segini masih narik aja Bang,,??” tanya wanita yang tengah dibonceng Bang Ojak.
“Iya Neng,,namanya juga nyari duit,,” balas Bang Ojak.
“Emang bini gak nyariin Bang,,??”
“Nyariin sih Neng,,nyari duitnya doang,,”
“Haha,,” wanita itu tertawa.
“Itu tadi suaminya ya Neng,,??”
“Iya Bang,,”
“Owh,,kok Neng gak nemenin suaminya disana,,??”
“Nggak Bang,,saya pulang duluan,,lagian dia mau ketemuan sama pacarnya disana,,”
“Loh,,kenapa gak ikut aja,,??”
“Nggak ah Bang,,nanti saya gangguin mereka pacaran,,”
“Lah,,kan dia itu suami Neng,,masa gak boleh,,??”
“Gak enak Bang,,orang mau mesra-mesraan masa diganggu,,”
“Haha,,” Bang Ojak tertawa.
“Abang sendiri gak suka kan kalo lagi mesra-mesraan sama istri diganggu orang lain,,??”
“Kalo saya sih biasa aja,,abis udah sering Neng,,”
“Sering,,??”
“Iya Neng,,saya kan suami kedua istri saya,,jadi sering ngalah,,”
“Waduh,,poliandri ya Bang,,??”
“Iya Neng,,”
“Enak ya istri Abang,,??”
“Enak,,??”
“Iya,,punya dua kontol yang selalu ada buat dia hihi,,”
“Haha,,si Eneng bisa aja,,”
“Haha,,”
“Eh iya Neng,,nama Neng siapa kalo boleh tau,,??”
“Saya Citra Bang,,kalo Abang,,??”
“Saya Ojak Neng,,aduh pengen salaman,,tapi tangan saya kudu megang stang nih,,”
“Yaudah,,salamannya gini aja Bang,,” ucap Citra sambil meremas kontol Bang Ojak dari belakang.
Bang Ojak kaget,penumpangnya ternyata agresif juga.Bang Ojak makin tertarik meladeni obrolannya.
“Ehh Eneng maen remes aja,,hehe,,pengen ya Neng haha,,”
“Ihh GeeR,,abang kali yang pengen hihi,,”
“Saya mah biasa aja,,”
“Biasa aja kok kontolnya ngaceng gitu,,”
“Itumah belom ngaceng Neng,,”
“Masa sih,,??”
“Yee,,Neng Citra gak percaya,,?? sebentar,,saya buktiin,,”
Tak lama motor Bang Ojak menepi di tepi jalan.
“Ehh,,kok berhenti Bang,,??”
“Loh katanya penasaran,,ini saya kasih liat,,”
Bang Ojak lalu turun dari motornya,dan kemudian membuka resleting celananya hingga kontolnya yang memang dalam posisi tertidur itu terlihat oleh Citra.
“Kan,,lagi tidur,,”
“Ihh,,iya iya,,saya percaya,,udah Bang,,lanjut lagi,,jangan di tengah jalan gini,,”
Bang Ojak kembali memasukkan pedang saktinya kedalam celananya dan kembali melanjutkan perjalanannya.
“Udah lihat kan Neng,,??”
“Iya,,”
“Gede mana sama punya suami Neng Citra,,??”
“Hmmm,,hampir sama sih Bang,,”
“Waw,,berarti Neng sering puas dong sama kontol suaminya,,??”
“Dulu sih iya,,tapi sekarang udah jarang,,”
“Loh kok bisa,,??”
“Ya si Abang kayak gak tau aja,,laki-laki kalo udah ketemu lobang baru,,pasti lobang lama ditinggalin,,”
“Hahaha,,iya sih,,tapi wajar sih Neng,,apalagi lobang lamanya udah rada longgar,,”
“Ihh sembarangan si Abang,,emang memek saya udah longgar apa,,??”
“Ya saya gak tau Neng,,kan burung saya belom pernah singgah hehe,,”
Bukannya tersinggung,Citra malah tertawa kecil mendengar celetukan dari Bang Ojak.Bang Ojak pun makin nyaman ngobrol dengan Citra.Bang Ojak kini mulai pede berbincang dengan sedikit menjurus.
“Tapi kalo saya liat-liat sih,,memek Eneng emang kayaknya udah longgar,,”
“Ihh sok tau si Abang,,emang tau darimana kalo memek saya udah longgar,,”
“Dari penampilan Eneng aja udah ketebak sih,,pake jilbab,,terus kaos tipis,,celana hotpants,,biasanya yang pake pakaian gitu tuh perek yang memeknya obralan Neng,,haha,,”
“Yee gak juga Bang,,ini tuh lagi trendnya begini,,Abang aja yang gak tau fashion,,”
“Masa sih,,??”
“Bener Bang,,lagian kalo saya mau ngobral memek,,ngapain repot-repot pake baju,,mending saya telanjang aja sekalian,,”
“Berarti Neng gak lagi obral,,??”
“Ya nggak dong,,kan saya lagi pake baju,,kalo enggak,,baru iya,,”
“Hahaha,,berarti emang sering ngobral ternyata haha,,”
“Aduh,,jadi ketahuan deh hihi,,”
“Pantes ditinggal suaminya,,haha,,”
“Ihh sembarangan,,yang ada saya yang sering ninggalin suami Bang,,hihi,,”
“Wow,,kok bisa,,??”
“Ya kan,,saya jualan Bang,,”
“Jualan memek ya Neng haha,,”
“Iya,,haha,,”
Mereka tertawa bersama.
“Eh,,emang laku memeknya Neng,,??”
“Laku dong Bang,,malah saya udah ada pelanggan setia,,saking setianya sampe jadi anak hihi,,”
“Emang anaknya udah berapa Neng,,??”
“Baru dua Bang,,”
“Itu anak pelanggan Neng semua,,??”
“Nggak dong Bang,,yang paling gede dari suami saya,,”
“Ohhh,,”
“Kenapa Bang nanyain anak saya,,Abang mau nitip anak juga,,??”
“Hahaha,,pengen sih Neng,,cuma Abang lagi gak punya duit,,lagipula maaf ya Neng,,daripada saya bayar memek Eneng mending saya kasih duit saya ke istri saya sendiri,,maaf ya Neng,,maklum Neng,,saya orang susah,,hehe,,”
“Haha,,santai aja Bang,,saya paham kok,,emang harus gitu Bang,,kalo ketimbang buat nyari memek,,banyak kok memek gratisan,,tapi ya kudu rada effort sedikit sih,,soalnya masih banyak cewek yang kalo diajak ngentot gratis pada nolak,,kecuali lakinya pandai ngerayu,,atau emang terlanjur diperkosa aja baru mereka mau,,”
“Ya gitu dah Neng,,orang macam saya emang rada susah dapet memek gratisan,,udah gitu yang lagi susah itu kalo kadang suka tiba-tiba sange,,belom lagi pas gak ada duit,,otomatis saya sering pulang dulu,,buat minta jatah sama istri,,itupun kudu gantian dulu sama suami pertamanya,,”
“Haha,,kasian banget sih Bang,,padahal kalo lagi sange gitu,,kontol Abang kan ngaceng,,nah kalo udah ngaceng,,cari cewe yang dideket Abang aja dulu,,terus langsung perkosa aja dia,,daripada ditahan-tahan,,”
“Saya gak tega Neng,,entar saya masuk penjara lagi,,”
“Loh,,emang Abang pernah di penjara dulu,,??”
“Iya,,saya dulu preman Neng,,saya pernah mukulin orang sampe mati,,”
“Aduh,,maaf ya Bang,,”
“Gapapa Neng,,justru itu,,saya gak berani lagi merkosa cewe,,soalnya saya pernah coba merkosa cewe,,malah kena pukul itu cewe,,untung saya sempet kabur,,”
“Abang ke kencengan kali maksanya,,”
“Maklum lah Neng,,biasa mukul orang,,hehe,,”
“Aduh,,susah juga ya,,”
“Makanya Neng,,saya juga bingung harus gimana,,”
Saking asik mengobrol,tanpa sadar mereka sudah sampai di tempat tujuan.
“Ini rumahnya Neng,,??”
“Iya Bang,,”
Motor Bang Ojak berhenti di sebuah rumah yang cukup besar.
“Gede juga Neng rumahnya,,”
“Ini mah punya suami saya Bang,,saya kan cuma modal memek aja hihi,,”
Citra turun dari motor Bang Ojak.
“Jadi berapa Bang,,??” tanya Citra sambil memberikan kembali helm ke Bang Ojak.
“35 ribu Neng,,”
Citra merogoh kantong celananya,tapi hanya selembar uang 20 ribu yang ada.
“Yah,,adanya cuma segini Bang,,” kata Citra sambil memberi uang itu ke Bang Ojak.
“Saya lupa,,dompet saya ada didalam rumah,,tunggu sebentar Bang,,”
Citra pun masuk ke halaman rumahnya,dan ketika hendak membuka pintu,dia memanggil Bang Ojak.
“Bang,,masuk aja dulu sini,,”
Tanpa curiga,Bang Ojak memasukkan motornya ke dalam halaman rumah Citra.
“Duduk dulu disini Bang,,saya ambil duitnya dulu,,”
Bang Ojak lalu duduk di bangku kayu yang ada di teras rumah Citra sambil menunggu Citra yang sedang mengambil uang.Tak lama Citra keluar sambil membawa dompet kecilnya.
“Ini Bang,,sisanya,,” kata Citra sambil memberi uang 15 ribu ke Bang Ojak.
“Kasih istrinya Bang,,jangan buat nyewa perek,,mentang-mentang udah sange hihi,,”
“Haha,,Eneng tau aja kalo saya udah sange,,”
“Tau lah,,orang itu burung nonjol terus hihi,,”
“Haha,,oh iya Neng,,saya mau tanya,,kalo nyewa Neng berapa duit ya,,mahal gak,,??”
“Tergantung,,”
“Kalo segini bisa gak,,??” kata Bang Ojak sambil menunjukkan uang 15 ribu yang sebelumnya dikasih Citra.
“Haha,,sebanding sama 1 porsi nasi goreng dong haha,,”
“Berarti gak bisa ya Neng,,??”
“Bisa kok Bang,,saya malah sering ngobral memek saya pake barter sama nasi goreng,,"
“Jadi kalo gitu saya mau Neng nyewa memek Eneng Citra,,” kata Bang Ojak sambil menyodorkan uang yang ditangannya itu.
“Aduh,,jangan deh Bang,,sayang duitnya,,mending simpen aja duitnya,,”
“Tapi saya udah sange banget Neng,,”
Citra menggaruk kepalanya,dia bingung harus berbuat apa.Apalagi melihat Bang Ojak yang sudah sangat sange,bahkan tangan Bang Ojak terus mengelus bagian selangkangannya sendiri.Tak tega melihat konaknya Bang Ojak,Citra merasa iba.
“Gini aja deh Bang,,itu uangnya Abang simpen,,saya kasih gratis memek saya,,”
“Beneran Neng,,”
Mata Bang Ojak berbinar-binar,tak menyangka,perempuan yang baru pertama kali dia temui,mau melayani nafsunya.
“Iya,,sekalian juga nanti saya ajariin caranya dapetin memek gratis,,”
“Makasih banyak Neng,,saya gak tau harus ngomong apa lagi,,” kata Bang Ojak sambil membungkuk dihadapan Citra.
“Iya iya,,udah Bang,,sekarang masuk yuk,,”
Mereka berdua masuk kedalam rumah.Di dalam rumah,Bang Ojak terpana akan isi rumah Citra.
“Duduk dulu Bang,,sebentar saya bikin kopi,,”
“Aduh jangan repot-repot Neng,,”
Bang Ojak pun duduk di sofa sambil menunggu Citra.Tak lama,Citra pun kembali dengan secangkir kopi panas.
“Aduh Neng,,jadi ngerepotin nih,,”
“Gapapa Bang,,lagian juga saya lagi sendiri disini,,”
“Loh,,emang anak-anak Neng Citra kemana,,??”
“Anak saya semua lagi di rumah kakeknya Bang,,sok atuh diminum kopinya,,”
Bang Ojak menyeruput minuman yang sudah dihidangkan.
“Enak Bang,,??”
“Enak,,”
“Syukurlah,,”
“Oh iya Neng,,Neng serius mau ajarin saya dapetin memek gratis,,??”
“Iya kalo Abang mau,,”
“Saya mau Neng,,”
“Oke,,nah sebelum itu,,saya mau tanya dulu,,Abang suka sange sama cewe model apa,,??”
“Hmm,,model apa ya,,paling yang mirip sama istri saya,,”
“Emang istri Abang bagaimana modelnya,,??”
“Gimana ya,,dia tuh orangnya judes,galak dan keras sama kayak saya,,”
“Maksud saya,,wajahnya atau gaya berpakaiannya,,??”
“Waduh,,kayak gimana ya,,saya gak tau dia mirip siapa,,terus kalo pakaiannya,,hmm,,gimana jelasinnya ya,,saya juga bingung jelasinnya,,”
“Aduh,,susah juga,,yaudah gini deh,,Selain istri Abang,,Abang suka cewe model seperti apa,,??”
“Hmm,,saya rada suka sama cewe yang pendiem Neng,,atau rada polos,,yang model jilbab kayak Neng,,Abang demen,,tapi jujur kalo Eneng pake gamis atau pakaian yang lebih tertutup lagi,,malah bikin saya lebih tertarik,,”
“Ahh,,kebetulan,,saya punya gamis,,sebentar Bang,,”
Bang Ojak tak tau Citra akan memberi kejutan apa.Sambil menunggu Citra,Bang Ojak mencicipi kembali kopi yang ada didepannya.Beberapa menit menunggu,Citra keluar dari dalam kamar tidurnya.
Bang Ojak kaget melihat penampilan Citra yang kini tengah memakai gamis.Aura Citra berubah setelah berganti pakaian.Dirinya tampak seperti perempuan alim,tak seperti sebelumnya.Tapi melihat Citra merubah gaya pakaiannya,justru membuat Bang Ojak malah makin bernafsu.
“Gimana Bang penampilan saya,,??”
“Wow,,cantik banget Neng,,”
Citra tersipu malu,dirinya dipuji.
“Abang boleh ngentotin Eneng sekarang gak,,??” kata Bang Ojak sambil mendekati Citra.
“Eee,,tunggu dulu Bang,,katanya mau belajar,,sabar,,”
Bang Ojak kecewa.
“Nah,,karena menurut saya Abang udah jago ngerayu,,jadi saya ajarin Abang buat merkosa cewe aja ya,,”
“Sekarang gini,,anggap saya itu cewe yang Abang incer,,terus Abang mau perkosa saya,,coba Abang praktekin cara Abang merkosa saya,,”
Bang Ojak bingung,karena sudah lama dia tak merkosa cewe.Padahal tanpa dia sadari,sebenarnya dia sudah beberapa kali memperkosa wanita,contohnya saja kejadian sebelum ini,hanya saja setiap dia memerkosa cewe,selalu dalam keadaan emosi,sehingga dia lupa kalo yang dia lakukan itu pemerkosaan.Dan kini dia harus tunjukan caranya itu.
Dengan rada bingung,dia mencoba.Dia langsung memeluk kencang Citra.Tangannya memegang erat lengan Citra,lalu lidahnya menjilati leher Citra dengan ganas.Tubuh Citra mencoba memberontak,namun malah lengan Citra kian diremas oleh Bang Ojak.Alhasil Citra kesakitan.
“Awww,,awww,,udah,,cukup,,awww,,”
Citra mendorong tubuh Bang Ojak.
“Salah Bang,,bukan gitu caranya,,”
“Maaf Neng,,”
“Kalo gitu,,malah nyiksa ceweknya,,yang Abang harus lakuin pertama itu bikin si cewek ikut sange dulu,,”
“Caranya Neng,,??”
“Gini,,pertama,,peluk cewek itu dari belakang,,mau Abang dateng dari depan atau samping,,tetep Abang harus meluk dia dari belakang,,” terang Citra sambil mensimulasikan ucapannya pada Bang Ojak.
“Nah,,begitu si cewek udah dipelukkan Abang,,otomatis itu cewek bakal berontak,,nah Abang peluk dia erat tapi jangan ke kencengan,,yang penting dia gak bisa kabur,,begitu itu cewek udah gak bisa kemana-mana lagi,,tangan Abang yang satu langsung nutup mulut dia,,tapi sekali lagi jangan kenceng-kenceng Bang,,yang penting biar dia gak teriak-teriak,,terus lidah Abang jangan langsung ngejilat dulu,,mending Abang utarain niat Abang di kupingnya kayak gini,,'Neng,,Abang sange banget sama Eneng,,Abang entot ya',,ngomongnya kalo bisa rada halus Bang,,yang penting Abang jelasin dulu niat Abang kalo emang cuma mau ngentot sama dia,,nah kalo dia makin berontak,,baru Abang boleh sedikit kasih ancaman,,tapi jangan sampai berlebihan,,yang terpenting sih Abang harus bisa jelasin kalo Abang cuma mau ngentot,,Dan kalo misalnya berhasil,,dia bakal gak lagi berontak,,nah begitu dia mulai tenang,,coba buka mulutnya,,kalo dia gak teriak lagi,,berarti dia udah pasrah,,abis itu,,Abang grepe toketnya,,inget!,,jangan kenceng-kenceng,,remes halus aja,,dan kalo bisa kena pentilnya,,nah sambil mainin toketnya,,Abang baru dah bisa jilatin dia,,jilatinnya kalo bisa dari kupingnya dulu Bang,,terus turun ke lehernya,,lakuin itu terus sampe dia ngedesah,,nah kalo dia udah mendesah,,tangan Abang turun ke memeknya,,usahakan jari Abang masuk buat ngeraba memeknya,,kalo udah basah,,berarti dia udah sange juga,,nah kalo udah,,itu tandanya Abang udah bebas pake dia,,”
“Owh,,gitu ya Neng,,”
“Iya,,nah sekarang coba praktekkin yang saya bilang tadi,,”
Mereka bertukar posisi.Citra kembali berakting seperti sedang menunggu seseorang.Di belakangnya,Bang Ojak memindik-mindik datang menghampiri Citra.Dan begitu sudah dirasa dekat,Bang Ojak langsung memeluk Citra.Citra pun yang disergap,berpura-pura kaget dan mulai memberontak.Tapi tenaga Bang Ojak lebih besar,berupaya membuat Citra tak terkutik.Tangannya yang besar itu juga mulai membungkam Citra yang hendak berteriak.Cengkramannya cukup kuat,hingga sempat Citra sulit bernafas.Walau agak sedikit kasar,tapi langkah awal yang Bang Ojak lakukan sudah benar,sehingga Citra membiarkannya.
“Hmmmm,,mmmmm,,,” Citra mencoba berteriak.
“Ssttt,,tenang Neng,,Abang gak bakal macem-macem,,Abang cuma mau ngentot sama Eneng,,” bisik Bang Ojak di telinga Citra.
Melihat Bang Ojak melakukan adegan sesuai alur,Citra mencoba berimprovisasi sedikit.Dia coba menggigit tangan Bang Ojak yang tengah menyumpal mulutnya.
“AAAAA,,!!” teriak Bang Ojak saat jari tangannya digigit Citra.
Otomatis tangannya yang tadi membungkam mulut Citra,terlepas.Bang Ojak tersulut emosi,dan,,
'PLAKKKK,,!!’
Tamparan keras menghujam pipi Citra.Tubuh Citra pun terdorong ke belakang dan hampir jatuh.Tapi dengan cepat,Bang Ojak kembali memeluk Citra,dan kembali membungkam mulutnya.
“BAJINGAN,,!! TIMBANG MAU DI ENTOT AJA PAKE GAK MAU,,”
Kali ini dia berteriak.Bang Ojak sudah mulai terbawa suasana,sehingga dia lupa kalo yang dia lakukan ini adalah akting.
“GW ITU CUMA MAU NGENTOT SAMA ELU,,!!” bentak Bang Ojak.
Mata Bang Ojak begitu tajam menatap Citra.Dia begitu emosi,disisi lain Citra ternyata juga sudah terbawa suasana,walau dia masih ingat ini hal akting belaka.
Gerakan Citra mulai melemah.Bang Ojak yang sadar akan hal itu,mulai meraba toket Citra.Namun berbeda dengan yang diinstruksikan Citra sebelumnya,tangan Bang Ojak yang satu masih tetap membungkam mulut Citra.Dan Citra yang sadar hal itu hendak memberi tau kalo itu salah.Tapi karena cengkraman tangan Bang Ojak yang begitu kuat di mulutnya,dia tak bisa berkata sedikit pun.
“Hhmmm,,,mmm,,,” Citra berusaha memberi tau.
“Haha,,keenakan kan lu,,toket lu gw mainin kaya gini,,” kata Bang Ojak sambil meremas toket Citra.
Namun Bang Ojak berbeda,dia kira Citra terangsang,toketnya dia mainin.
Merasa sudah dalam kendalinya,Bang Ojak terus meremas toket Citra.Lalu jari jemari Bang Ojak mulai bermain membuka satu persatu kancing yang ada gamis Citra.Dan begitu sudah terbuka,tangan Bang Ojak langsung hinggap menyentuh kulit toket Citra.
“Haha,,dasar perek,,gak pake BH rupanya lu ya,,pake segala pura-pura polos,,ternyata pecun juga,,haha,,” hina Bang Ojak.
Citra tak bisa membalas,mulutnya masih ditutup.Bang Ojak lalu kembali meremas toket Citra.Kini kulit tangannya sudah bertemu kulit empuk toketnya Citra.Dia remas toket Citra yang berukuran kepalan tangannya itu dengan kasar.Kedua buah gumpalan bergantian kena remas tangan Bang Ojak.Citra mulai terangsang.Apalagi saat kedua puting susunya ikut dimainkan oleh Bang Ojak.Teriakannya tertahan,mulai berubah menjadi desahan.Namun karena masih tertahan tangan Bang Ojak,Bang Ojak tak menyadari hal itu.Tapi Bang Ojak sadar kalo perlawanan Citra mulai melemah.Tubuhnya mulai sensitif saat Bang Ojak menyentuh puting susunya.
“Enak kan,,??” goda Bang Ojak.
Citra tak bisa membalas,namun hanya bisa menatap Bang Ojak dengan sayu.
Melihat itu,Bang Ojak yakin kalo Citra sudah mulai terangsang.Kemudian tangan Bang Ojak yang sebelumnya bermain di buah dada Citra,kini turun ke arah selangkangannya.Dia angkat gamis itu dengan satu tangannya,dan mulai meraih memek Citra.Begitu sudah menyentuh bagian pangkal paha Citra,Bang Ojak kaget rupanya dia juga tak memakai celana dalam,sehingga dengan mudahnya Bang Ojak menyentuh langsung memek Citra.Memeknya yang bersih tak berbulu itu sangat basah terasa di tangan Bang Ojak.
“Haha,,udah gak pake BH,,gak pake CD juga ternyata,,emang dasar lacur,,haha,,”
Bang Ojak terus mengelus memek Citra,yang membuat Citra makin terangsang.
“Mana udah basah lagi,,pas bener emang perek,,dan karena elu perek,,pantesnya tuh kudu diginiin,,NIH,,!!”
Jari jemari Bang Ojak masuk ke dalam memek Citra dan mulai mengocok memeknya dengan kasar.Citra pun kaget,badannya yang semula tengah lemas,tersentak dan bergerak liar lagi.Matanya terbelalak dan mulutnya berteriak dengan kencang.Namun karena tenaga Bang Ojak masih sangat kuat,Citra pun tak bisa berbuat apa-apa selain hanya bisa menahan dan merasakan kenikmatan.
Jari jemari Bang Ojak makin lihai bermain di liang surga milik Citra,membuat Citra tak kuat menahan orgasmenya.
'Serrrrrr,,,,Seerrrrrr,,,,,'
Memeknya menyembur air yang sangat banyak.Tubuhnya pun jatuh lemas setelah orgasme.Namun sekali lagi,Bang Ojak dengan sigap menahan tubuh Citra agar tak jatuh.
“Eee,,belum selesai,,”
Tak peduli akan keadaan Citra,Bang Ojak kembali menjejalkan jari tangannya lagi ke dalam memek Citra dan mengocoknya untuk kedua kalinya.Citra pun berteriak sekali lagi,tubuhnya juga mencoba melawan,walau tak sekuat sebelumnya.
‘Serrrrrr,,,Serrrrr,,,Seeerrrr,,,,'
Citra orgasme untuk kedua kalinya.
Tangan Bang Ojak basah kuyup,disiram oleh Citra.Melihat Citra sudah lemas dan tak berdaya,Bang Ojak berbisik di telinga Citra.
“Jadi sekarang,,lu paham kan,,gw itu cuma mau ngentotin elu,,”
Citra memandang Bang Ojak dengan tatapan sayu.
“Jadi elu mau kan,,??”
Citra pasrah.Citra hanya bisa membalas dengan anggukan pelan,karena mulutnya masih dibungkam.
Melihat sang mangsa sudah berhasil dia taklukkan,Bang Ojak lalu menyeret Citra masuk ke dalam kamar tidurnya.Sampai di kamar tidur,Tubuh Citra dilempar Bang Ojak ke atas kasur.Lalu Bang Ojak yang sudah sange berat,langsung membuka semua pakaiannya.Dan kemudian dia naik ke atas kasur,dan kini tepat berada diatas Citra.Dia lihat Citra terbaring tak berdaya dia atas kasur pribadinya.Matanya sembab meneteskan air mata,raut wajahnya pucat.Melihat itu kondisi Citra sekarang,Bang Ojak tersadar.
“Astaga,,maaf Neng,,saya kelewatan ya,,maaf banget Neng,,”
Bang Ojak baru sadar kalo dia sudah bertindak berlebihan.Bang Ojak menyesal bisa hilang kendali.Dia hendak mengangkat kembali tubuhnya,menjauh dari Citra.
Namun,apa yang terjadi tak disangka oleh Bang Ojak.Saat hendak menjauh,tangannya ditahan oleh Citra.
“Gapapa Bang,,yang Abang lakukan tadi udah bener kok,,aku jadi terangsang Bang,,”
“Jadi,,??”
“Jadi Abang berhasil buat aku takluk,,sekarang tinggal selesaikan apa yang Abang mulai,,”
“Perkosa aku Bang,,” lirih Citra.
Melihat balasan dan senyuman dari Citra,Bang Ojak kembali semangat.
‘PLAKKK,,!!’
Sebuah tamparan mendarat di pipi Citra.
“Maaf ya Neng,,Abang gampar dulu,,kan Eneng mau Abang perkosa,,hehe,,” kata Bang Ojak dengan sedikit bercanda.
Bukannya merasa kesakitan,Citra justru tersenyum digampar Bang Ojak.Mengetahui korbannya sudah rela diperkosa mulai tindakan bejatnya.
'Sreetttttt,,,,,,'
Baju gamis Citra dirobek paksa.Citra dipaksa bugil dan hanya menyisakan jilbabnya.Kemudian dengan cepat,Bang Ojak memasukkan kontolnya ke dalam memek Citra dan mulai menggenjotnya.Kali ini Citra bisa bebas berteriak dan mendesah.
“Ahhhh,,ahhhh,,shhhh,,ahhhh,,,”
Bang Ojak terus menggenjot Citra dengan kasar.Bahkan bukan hanya menggenjot,leher Citra pun ikut dicekik sambil sesekali pipinya ditampar.
'PLAKK,,,!!’
“Shhh,,suka kan lu gw gampar,,HAH!?!”
“Ahhh,,Ss,,suka,,” jawab Citra dengan nada pelan,karena leher tercekik.
‘PLAKKK,,,!!’
“NGOMONG YANG KENCENG,,ANJING,,!!!” bentak Bang Ojak.
“Ss,,suka,,banget,,ahhhhh,,” jawab Citra dengan lebih keras.
“Haha,,bagus,,bakal gw bikin makin dower ini memek,,hahaha,,” Bang Ojak tertawa puas.
Lama dia menindih dan menggenjot Citra,Bang Ojak kini menggenjot mulut Citra dengan kontolnya.
‘Glleggg,,gleeegg,,,'
“Makan tuh kontol,,Hahaha,,”
Cukup dengan blowjob,Bang Ojak menarik tubuh Citra untuk turun dari kasur.Lalu Bang Ojak menggenjot memek Citra sambil berdiri.Sambil dia entot Citra,tangannya memeluk dan mencekik leher Citra dari belakang.Sensasinya begitu liar,rasa sakit dan nikmat menjadi satu bagi Citra.
“Shhh,,eerghhh,,mampus lu,,gw entot sampe mati,,ANJING,,!!”
“Ahhhh,,ahhhh,,,teruss,,Bang,,,entot aku,,ahhhh,,”
‘Plokk,,,plokkk,,plokkkk,,,'
Suara pantat Citra beradu dengan tubuh Bang Ojak terdengar kencang.Saking kencangnya Bang Ojak menghujam penisnya,tubuh Citra sampa terlempar kembali ke atas kasur.
Tubuh Citra bergetar,ibarat ikan yang baru terdampar di daratan.Badannya lemas merasakan kenikmatan.Ini hari yang spesial menurutnya.
Namun Bang Ojak belum selesai.Dia terkam lagi Citra.Kini dia entot Citra dengan gaya doggy.Citra mengerang keras,karena itu posisi favoritnya.Kontol Bang Ojak tepat mengenai G-spot nya.
“Ahhhhh,,,,” desah Citra.
Tangannya beberapa kali berusaha menopang badannya agar terus menungging,namun karena beberapa kali kontol Bang Ojak menyentuh titik lemah di vaginanya,membuat Citra terkadang tak kuasa menahan tubuhnya.Beruntung Bang Ojak dengan sigap terus memaksa Citra agar tetap menungging.Bahkan agar tetap membuat Citra menungging,Bang Ojak selalu menampar pantat Citra sambil tetap terus digenjot.
'PLAKKKK,,' tamparan keras mendarat di bongkahan pantat Citra.
“ANJING,,BABI,,NGENTOT,,BANGSAT,,!!” racau Bang Ojak.
“Ahhhhh,,,ahhhhh,,,ahhhhhh,,” desah Citra.
‘Serrrrrrrr,,,,,,,'
Citra orgasme.Semburannya membasahi kasur,tempat pergulatan mereka berdua.
Ganti gaya,Bang Ojak kembali menghempaskan tubuh Citra terlentang.Dan kembali menghajar memek Citra dengan kontolnya.
Sambil dia perkosa,tangan Bang Ojak juga ikut kembali menyiksa tubuh Citra.Seluruh bagian tubuh Citra menjadi bahan objek siksaan Bang Ojak.Mulai dari puting susu Citra yang dicubit,payudaranya yang di tampar,perutnya yang sesekali dipukul,pipinya yang ditampar,wajahnya yang diludahi,sampa jilbabnya yang diacak-acak oleh Bang Ojak.Sungguh malam yang panjang bagi Citra,menerima kenikmatan berbalut penyiksaan seperti ini.
“Ahhhh,,,Bang,,,ahhhhh,,,enak,,,ahhhh,,,,” desah Citra.
“Enak,,?? Shhhh,,,nih,,,gw kasih,,yang,,lebih,,enak,,,sshhh,,,”
Bang Ojak menggenjot Citra makin kencang,tanda pejunya hendak keluar.
Leher Citra dicekik dengan kuat hingga wajahnya memerah.Sedang satu tangannya Bang Ojak menekan dada Citra yang membuatnya susah bernafas.
“Shhhh,,,lu terima nih,,,shhh,,,ahhhhhhh,,,”
'crottttttt,,crottttt,,,,croottttttttt,,,'
Kontol Bang Ojak menembakan peju sebanyak 3 kali ke dalam memek Citra.
“Huft,,huftt,,Neng,,lu suka kan,,??”
“Sssssss,,,ssuuu,,,kkaaaaaa,,,” balas Citra susah payah.
Citra membalasnya dengan kondisi hampir mati.Lehernya tercekik kuat,dadanya tertekan,membuat dia sulit bernafas,apalagi berkata-kata.
Lepas mengeluarkan semua isi kantong pejunya,Bang Ojak baru melepaskan cengkraman tangannya di tubuh Citra.
“Haaaa,,huftt,,uhukk,,uhuk,,,uhuk,,,”
Akhirnya Citra terbebas.Dirinya akhirnya bisa menghirup udara yang sempat sulit dia raih.Untung Bang Ojak melepaskan cekikan tepat pada waktunya,kalau tidak,mungkin ini jadi malam terakhir dalam hidupnya.
“Neng,,makasih ya,,udah mau ngajarin Abang,,” ucap Bang Ojak.
Dengan kondisi nafasnya yang masih terengah-engah dan badan yang sudah lemas,Citra menarik tubuh Bang Ojak,dan lalu memeluk Bang Ojak.
“Sama-sama Bang,,” balas Citra sambil tersenyum.
“Oh iya,,”
'Muach,,'
Sebuah kecupan mendarat di bibir Bang Ojak.
“Aku kasih rating bintang 5 buat kamu,,hihi,,” kata Citra dengan nada menggoda.
Mereka saling tersenyum.Kemudian mereka pun kembali berciuman dan berpelukan menutup malam yang indah ini.



Damnn!!!! Huu kerennn + mulustrasi ♥️♥️
BalasHapusMakasih♥️♥️
HapusWihhh keren ni hu udah pake mukustrasi. Gokill…
BalasHapusItu karna kebetulan aja nemu gambar yg pas,,jd ane sekalian aja buatin ceritanyaππ
HapusCerita gini yg enak dibaca ga perlu rules2 an
BalasHapusOhh iya hu buk guru Rina kapan ni hu?
Betulπ..fantasi itu kudu bebas,,gak boleh diatur2ππ
HapusNah,,klo Bu Rina kyknya msh sibuk ngajar dhππππ
Menantikan cerita2 terbaik lainnya
BalasHapusbikin crita lgi hamil tua diewe sampai pecah ketuban
BalasHapusmakin Gore yaπ€..tp menarik hehe
HapusAyo hu ditunggu ceritanya yg lain. Tanpa rules seperti forum sebelah
BalasHapus