Puasa

Puasa,ibadah yang sempat punah di dunia yang sekarang serba bebas ini.Ibadah yang pada dahulu kala merupakan ibadah besar karena banyaknya jumlah manusia yang melaksanakan ibadah itu.Namun,seiring perkembangan zaman yang telah berubah,banyak dari penganut agama yang dulu mayoritas di dunia itu memilih keluar dan hidup bebas tanpa ketentuan-ketentuan spiritual.Dan ada pula yang masih menjalankan beberapa ritual keagamaan,tapi tentu saja sudah dengan banyak perubahan di dalamnya,salah satunya yaitu keluargaku.Namaku Opie,aku adalah contoh seorang anak laki-laki yang tumbuh dan hidup di keluarga yang masih menjalani tradisi 'kuno' itu.

Sedikit aku ceritakan,kenapa aku bisa hidup di keluargaku ini.Aku lahir dari keluarga sederhana yang hidup di tengah kota.Aku anak kedua dari tiga bersaudara,alias anak tengah.Ditahun ini umurku sudah berusia 10 tahun,usia yang menurut keluargaku sudah diwajibkan menjalankan ibadah puasa.Sebenarnya ditahun lalu aku sudah menjalankan ibadah puasa,namun saat itu karena masih baru pertama kali aku puasa,aku dalam tahap masih belajar.Tapi kali ini,kata orang tuaku,aku harus sudah bisa puasa secara penuh.Sebagai anak yang lahir dari keluarga yang masih mempercayai spiritual,otomatis aku pun harus ikut menjalaninya.Terlebih kedua orangtuaku memang sengaja mengajarkan hal-hal ini agar tradisi di keluarga kami tidak punah karena perkembangan zaman.Tapi jujur,aku yang hidup sudah di zaman seperti ini,agak susah menjalaninya.Apalagi tantangannya sungguh besar,aku harus melawan gaya hidup yang sudah jadi kebiasaan.



(Day 1)



“Nak,,bangun Nak,,”

Mataku masih sangat berat,badanku juga masih sangat lemas.Namun Umi terus-menerus menggoyangkan badanku agar aku terbangun.

“Mmmm,,,” gumamku.

“Bangun sayang,,udah waktunya sahur,,bangun yuk,,”

Dibangunkan di waktu orang-orang lainnya tengah mimpi indah sungguh sangat menyiksa.

“Sayang,,,” kata Umi sambil terus menggoyangkan tubuhku.

“Mmm,,iya,,” jawabku yang sudah terbangun tapi masih setengah sadar.

“Bangun,,udah Umi masakin tuh,,”

Melihat diriku yang sudah mulai membuka mata,Umi pun beranjak keluar dari kamarku.Dan karena aku sudah terbangun,aku jadi tak bisa tidur lagi.Mau tak mau aku beranjak dari kasurku dan lalu pergi kamar mandi,hendak membasuh mukaku.Setelah itu aku menuju ke meja makan,disaat ternyata sudah ada Abi yang tengah menyatap masakan Umi.

“Wih,,jagoan Abi udah bangun,,sini Nak makan,,nanti keburu imsak,,” kata Abi.

Aku lihat jam dinding,disana aku lihat jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi.Itu tandanya tersisa 1 jam lagi sebelum matahari terbit,artinya itu waktu yang tersisa bagiku untuk sahur.Aku lantas langsung duduk dan segera menyantap makanan yang sudah tersaji di meja makan.Aku makan dengan cepat,takut waktu imsak keburu datang.Tapi karena terlalu cepat aku makan,aku sempat tersedak.

“Ughukk,,ughukkk,,,” makanan yang kumakan tersangkut di tenggorokanku.

“Pelan-pelan sayang,,jangan buru-buru,,” kata Umi sambil menepuk punggungku.

“Ini,,minum,,” kata Abi sambil memberiku segelas air putih.

Aku pun langsung minum.Beruntung,makanan yang sempat tersangkut di tenggorokanku pun turun.

“Makasih Umi,,Abi,,”

Setelah itu aku kembali makan ditemani Umi dan Abi yang juga ikut sahur.

“Umi,,kak Nurul gak puasa,,??”

“Kakak kamu lagi halangan sayang,,”

“Halangan,,??”

“Iya,,dia lagi mens,,”

“Lah,,bukannya kalo mens,,memeknya gak bisa dientot ya Mi,,itu artinya sama aja kayak puasa dong,,”

“Iya,,tapi kan,,ada darah,,nah kalo darah mens itu hukumnya najis,,jadi jatuhnya haram,,sedangkan syarat puasa kan harus suci,,”

Aku hanya bisa ngangguk-angguk,karena jujur masih banyak yang aku gak tau soal puasa ini.Yang baru aku tau puasa itu menahan lapar dan haus,serta menahan hawa nafsu.

“Kalo Zaki gimana Mi,,dia kan gak mens,,masa gak ikut puasa,,??”

“Kalo adek kamu itu belum wajib puasa sayang,,dia kan masih kecil,,tititnya aja belum ngeluarin peju,,”

“Emang syaratnya harus ada pejunya dulu ya Mi,,??”

“Enggak juga,,cuma kalo udah bisa ngeluarin peju,,berarti tandanya dia udah dewasa,,dan salah satu syarat wajib orang yang berpuasa itu untuk orang yang sudah dewasa,,sedangkan yang belum dewasa,,itu belum wajib,,”

“Ohh gitu ya Mi,,”

“Iya,,nah kalo kamu kan udah bisa ngeluarin peju,,itu berarti kamu udah dewasa,,artinya kamu wajib puasa,,” kata Umi sambil mengelus kepalaku.

Berat juga aku harus menjalani ibadah ini.Aku harus menahan nafsuku selama satu bulan penuh.Diumur segini,nafsuku lagi tinggi-tingginya.Apalagi setelah air maniku keluar pertama kalinya di tahun lalu,aku terus-menerus ngeluarin pejuku tanpa henti,entah itu lewat tanganku atau lewat tubuh Umi atau bahkan oleh bantuan beberapa tangan teman cewekku.Namun kali ini aku harus belajar menahan itu semua.

Setelah beberapa menit kami bertiga santap sahur,akhirnya seluruh makanan yang ada di meja makan pun habis.Jam pun tersisa 20 menit menjelang waktu imsak.

“Belum imsak kan Mi,,??”

“Belum,,”

“Ngentot yuk Mi,,mumpung belum waktunya puasa,,” kataku sambil menghampiri Umi yang hendak menuju kamar mandi.

“Ehh,,jangan sayang,,Umi mau nyuci memek Umi,,nanti kalo kamu entot,,takutnya gak keburu,,”

“Yahhh,,aku kan belum ngecrot hari ini,,sebentar doang kok Mi,,”

“Jangan sayang,,memek Umi udah penuh nih sama peju Abi,,tuh liat,,” kata Umi sambil membuka lobang memeknya yang penuh akan peju.

“Yahhh,,” kataku kecewa.

Umi tak tega melihatku sedih.

“Gini aja deh,,Umi sepongin aja ya,,”

Umi pun langsung bersimpuh dan langsung memasukkan kontolku yang masih setengah ngaceng ke mulutnya.Setelah itu,beliau langsung menghisap kontolku didalam mulutnya.

“Sluurrpppp,,ssllrruppp,,”

Aku pun keenakan menikmati sepongan Umi di kontolku.Melihat aku gemetar keenakan,Umi terus mempercepat sepongannya.Aku yang keenakan,mencoba menahan lebih lama agar tak keluar.Namun,melihat aku berusaha menahan keluar,Umi tiba-tiba mencubit pahaku.

“Awww,,sakit Umi,,”

“Jangan ditahan,,sebentar lagi mau imsak,,” kata Umi.

“Hehe,,maaf Umi,,”

Umi kembali menyepong kontolku.Dan karena aku tak dibolehkan menahan,selang beberapa detik kemudian,aku ngecrot di dalam mulut Umi,dan Umi pun langsung menelan habis pejuku.

“Udah ya,,” kata Umi sambil menyeka sisa pejuku di bibirnya.

“Iya,,makasih Umi,,” kataku sambil memeluk Umi.

“Udah nyepongnya Mi,,??” tanya Abi yang baru keluar dari kamar mandi.

“Udah Bi,,”

“Oh yaudah,,kamu sama Opie wudhu gih,,abis itu kita sembahyang setelah imsak,,”

“Iya Bi,,” balas Umi dan aku kompak.

Aku duluan masuk ke kamar mandi dan langsung wudhu,aku basuh 3 kali kepala,tangan,kaki serta kontolku sebagai penutupnya.Lalu kemudian giliran Umi.Tapi sebelum Umi wudhu,Umi harus kumur-kumur serta cebok terlebih dahulu karena di mulut dan memeknya masih ada sisa peju,dia harus membilasnya sampai bersih terlebih dahulu hingga tak ada setetes pun peju di bagian tubuhnya.Baru setelah tak ada peju lagi yang menempel di tubuhnya,baru dia bisa wudhu.Dan sama sepertiku,Umi membasuh 3 kali bagian tubuhnya,hingga terakhir dia harus membasuh puting susunya beserta payudaranya masing-masing 3 kali,serta terakhir memeknya juga 3 kali.

Tak lama seusai Umi selesai wudhu,alarm dari handphone Umi berbunyi,tanda waktu sudah imsak.Di zaman yang sudah bebas dan agama yang telah banyak punah ini,agak sulit bagi kami yang masih mempertahankan kepercayaan untuk bisa menjalankan ibadah dengan mudah.Contohnya ya tadi,kami baru bisa tau waktu imsak lewat aplikasi yang ada di handphone.Berbeda dengan dahulu,disaat agama masih jadi dasar hidup manusia.

Bertepatan waktu imsak,itu juga tanda buat kami ibadah sembahyang.Aku,Abi serta Umi memakai pakaian sembahyang kami,Aku dan Abi memakai peci beserta baju koko saja tanpa bawahan alias celana,dan Umi hanya memakai mukena,dan juga tanpa memakai apa-apa lagi di tubuhnya.Lalu kami pun mulai sembahyang dengan khusyuk.Kami berdoa serta berharap kepada Dewa kami,Dewa Nafsu,agar diberi berkah dan anugerah dalam hidup.

Setelah sembahyang,aku kembali tidur,mumpung masih hari libur hehe.

Panjang sekali aku tidur sampai tak aku sangka aku bangun sore hari.Aku lihat jam udah pukul 4 sore.Lama juga aku tidur hehe.Enak sebenernya puasa kayak gini,bangun-bangun sisa 2 jam lagi.Tapi efeknya banyak negatifnya,badanku malah jadi lemes,udah gitu perutku jadi perih banget nahan laper.Pengen tidur lagi,tapi aku gak bisa gara-gara udah kenyang tidur seharian.Akhirnya aku cuma bisa terbaring dikasur sambil maen game aja.Lagi enak main game,tiba-tiba kakakku masuk ke kamarku.

“Mi,,Opie udah bangun tuh,,” teriak kak Nurul sambil memegang sepotong ayam goreng ditangannya.

“Lu tidur atau pingsan Pie,,?? Orang mah puasa buat kegiatan gitu,,lu mah tidur,,” sindir kak Nurul.

Aku gak ngebalas sindirannya.Bukannya aku takut,tapi tenggorokanku kering sekali.Huft,kalo aja ini bukan bulan puasa,sudah aku ajak debat dia.

“Orang itu harus semangat Pie,,baru pertama kali puasa aja udah lemes gitu,,hadeh,,payah lu,,” sindir lagi kakakku.

Aku makin kesel.Pengen sekali aku pukul kepalanya itu.Tapi aku sadar,aku masih puasa,aku harus tahan,apalagi sisa 2 jam lagi.

Dia terus menceramahiku,yang walau aku tau sebenarnya dia itu menyindirku.Kesel sih,cuma aku bisa tahan itu,karena dia biasa nyindir aku.Tapi satu yang gak bisa aku tahan dan bikin aku kesel banget itu saat dia kayak sengaja makan ayam goreng tepat di depanku.Terus-menerus dia mengoceh di depanku sambil memakan perlahan ayam goreng itu.Dan semakin panjang dia mengoceh,semakin fokusku teralihkan kearah ayam goreng yang dia makan itu.

“Hey,,hey,,” kata kak Nurul,menyadarkan lamunanku.

“Lu mau,,??” tanyanya sambil menyodorkan ayam goreng itu mendekat ke mulutku.

“Mau kak,,”

“Enak aja,,hahaha,,” katanya sambil menarik tangannya lagi.

Dia lalu pergi keluar kamarku.Sumpah ngeselin banget.

Aku gak bisa ngebalas kelakuannya yang udah nyebelin itu,karena aku sudah lemas banget.Akhirnya aku terpaksa kembali bermain game sambil menunggu waktu buka puasa.

Lagi asik main game,tiba-tiba Umi memanggilku.

“Opie,,kesini sayang,,udah waktunya buka,,”

Hah??.Aku lihat jam di dinding kamarku,ternyata memang benar,5 menit lagi buka puasa.Aku langsung bergegas ke ruang makan.Ternyata disana sudah banyak makanan di meja makan.Disana juga semua keluargaku sudah duduk,hendak menyantap makanan yang tersaji di meja.

“Wah,,banyak banget Mi makanannya,,” kataku sambil melihat makanan yang ada di meja makan.

“Umi sengaja masak banyak,,spesial buat kamu yang udah berhasil puasa penuh hihi,,”

“Puasa apaan,,?? Puasa kok tidur mulu,,” sindir kak Nurul.

“Biarin,,daripada kakak,,gak puasa,,” balasku.

“Eh,,gw kan lagi halangan,,wajar dong gak puasa,,” balasnya lagi.

Aku dan kak Nurul makin sengit berdebat.

“Sudah,,sudah,,kalian jangan ribut terus,,” kata Umi.

Tak lama setelah itu,alarm berbunyi,tanda waktunya berbuka puasa.Aku pun langsung mengambil memindahkan lauk yang ada ke dalam piringku.Aku sudah gak tahan lagi ingin makan.Namun begitu sendok yang berisi makanan itu sudah mau aku masukkan ke mulutku,tiba-tiba Umi menahanku.

“Ehh,,jangan makan dulu,,kita berdoa dulu,,”

Astaga,aku lupa.Saking laparnya,aku lupa berdoa terlebih dulu.Aku taruh lagi sendokku,lalu aku mulai berdoa yang dipimpin oleh Abi.

“Ya Dewa Nafsu,,Dewa kami semua,,terima kasih atas berkahMu,,terima kasih atas karuniaMu,,terima kasih atas rezekiMu,,terima kasih atas kekuatan yang dirimu berikan kepada kami sehingga kami bisa menjalankan puasa hari ini,,dan kami minta perlindunganMu ya Dewa,,agar kami bisa melalui ujianMu ini hingga akhir,,Amin,,”

“Amin,,,,”

Selesai berdoa,aku langsung menyantap makanan yang ada di depanku dengan lahap.Kedua orangtuaku hanya bisa tersenyum melihatku begitu semangat menyantap makanan.



(Day 3)



Hari ini ujian sebenarnya.Hari ini hari Senin,itu artinya hari diriku masuk sekolah.Jujur aku sebenarnya malas sekali masuk sekolah.2 hari puasa dirumah membuatku sudah nyaman.Tapi kali ini aku harus keluar,aku harus berkegiatan.

Setelah selesai memakai seragam,aku pun berangkat diantar Abi ke sekolah.Selama dibonceng Abi,aku terus bersandar di punggung Abi.

“Aduh Pie,,kamu jangan senderan gitu,,Abi jangan berat ini bawa motornya,,” tegur Abi.

Dapat teguran itu,aku menarik tubuhku.

“Aku lemes Bi,,”

“Haduh,,masih pagi gini udah lemes,,semangat dong,,” kata Abi.

Aku tak menjawab.

“Baru juga 3 hari,,masa kalah,,semangat dong sayang,,”

“Tapi aku laper Bi,,”

“Loh,,kan kamu baru makan sahur tadi,,masa udah laper lagi,,??”

Sebenarnya aku gak lapar,aku bohong.Aku sebenarnya lagi malas saja masuk sekolah.Aku sengaja bohong,soalnya kalo aku jujur,aku bisa dimarahi Abi.

“Tahan dong,,Abi yakin kamu bisa,,”

Aku kembali bersandar dipunggung Abi.

“Coba kamu tahan,,nanti juga bakal terbiasa kok,,”

Tak terasa aku sampai di depan sekolahku.Dengan gestur lemas aku turun dari motor.Aku pun hendak pamit ke Abi.Aku mencium tangan Abi dan hendak masuk ke dalam sekolah,namun Abi menahanku.

“Nak,,kamu semangat ya,,belajar yang rajin,,dan tahan semua godaan ya,,Abi yakin kamu bisa,,” pesan Abi.

Abi lalu mencium keningku,dan setelah itu dia pun berlalu pergi.Setelah itu,aku pun masuk ke dalam sekolah.

Di dalam kelas,selama pelajaran berlangsung,badanku makin terasa lemas.Rasa malas yang semula kebohongan,kini berubah jadi lemas beneran,alhasil sampai jam istirahat,aku cuma bengong di dalam kelas.

Pas jam istirahat,dimana yang lain bermain dengan riang,aku tak kemana-mana,hanya duduk di tempatku.

Saat aku ingin tidur,tiba-tiba teman-temanku datang.Mereka membawa bekal dan hendak makan di dekatku.

“Pie,,makan yuk,,” ajak Selly,teman perempuanku.

“Maaf Sell,,aku lagi puasa,,”

“Puasa,,?? Apaan tuh,,??” tanya Bagas.

“Aku gak boleh makan,,”

“Gak boleh makan,,?? Kok bisa,,??” tanyanya lagi.

“Iya,,karena itu ujian,,”

“Ujian,,?? Maksudnya,,??”

Aku tak membalas.Aku capek kalo terus menjawab pertanyaannya,sedang kondisi leherku sekarang sudah kering.

“Dia itu lagi jalanin ujian dari Dewa dia Gas,,” kata Aldi.

“Emang harus gitu ya,,??” tanya Bagas.

“Ya,,kalo yang aku tau emang harus begitu,,dia beda sama kita,,dia punya agama,,jadi dia harus jalanin tugas dari Dewa dia,,” jelas Aldi.

Syukurlah aku punya teman seperti Aldi.Syukur dia bisa menggantikanku buat ngejelasin itu semua ke Bagas.Kalo enggak ada dia,bisa-bisa tenggorokanku makin perih.

“Ya,,gak enak banget dong,,kamu mending ikut kita aja Pie,,” ajak Bagas.

“Eh,,gak bisa semudah itu Gas,,karena setau aku,,kalo dia keluar dari agamanya,,dia bakal kena hukuman,,” jawab Aldi.

“Hukuman,,?? Hukuman apa,,??” tanya Bagas.

“Hukumannya,,,,?? Hukumannya apa Pie,,??” tanya Aldi kepadaku.

Dia ternyata tak tau dan malah menambah pertanyaan padaku.Aku bingung.Jujur,bukan bingung menghadapi mereka berdua,tapi aku bingung karena aku juga tak tau jawabannya.Aku sendiri belum pernah dijelasin secara jelas oleh orangtuaku soal ini.Mereka cuma bilang kalo aku keluar dari agama yang sekarang aku percayai ini,aku akan dapat hukuman yang sangat besar dari Dewa,tapi hukuman itu apa,aku tak tau.

“Entahlah,,aku juga gak tau,,” jawabku.

“Lah,,” mereka berdua kompak kaget.

“Sudahlah,,biarkan dia ibadah,,jangan kalian ganggu,,dia mau tidur kayaknya itu,,” kata Selly.

Bagas dan Aldi pun kembali ke mendekati Selly.

“Maaf ya Pie,,kita makan disini,,soalnya di kantin sudah penuh orang,,” kata Selly.

“Iya gapapa Sell,,”

Mereka bertiga saling berbisik dan lalu mereka pindah duduk ke ujung.Mungkin mereka merasa gak enak kalo makan di dekatku.Aku pun lanjut tidur.Tapi jujur aku gak bisa,perutku mulai perih.Mataku kubuka sedikit,dan saat aku buka,aku melihat mereka bertiga tengah asik makan siang.Walau jaraknya dari tempat dudukku dengan mereka berbeda dua baris alias ujung ke ujung,aku masih cukup jelas melihat apa yang mereka santap.Aku lihat mereka tengah menyantap makanan favoritku,yaitu babi goreng.Aku semakin tak bisa tidur.Perutku berbunyi setelah aku lihat babi goreng yang tampak lezat mereka makan.Aku lapar,aku ingin makan itu.Tapi entah datang darimana,semakin aku ingin makan itu,semakin ada bisikan dihatiku agar menahan itu semua.Itu terus berlangsung sampai aku tak sadar mereka telah selesai makan.Dan setelah mereka selesai makan,nafsu itu tiba-tiba hilang.Aneh? Ajaib? Entahlah,tapi jujur itu yang aku rasakan.



(Day 10)



Sudah seminggu lebih berjalan.Kini aku mulai kuat.Aku mulai bisa menahan rasa lapar dan hausku.Aku sudah bisa mengatur kondisi badanku agar tak lemas dalam menjalani hari.Dan aku buktikan,di hari Senin yang baru ini,aku tetap aktif seperti anak-anak yang lainnya.

“Pie,,oper bolanya,,” kata temanku.

Aku bermain bola di lapangan sekolah dengan anak-anak laki lainnya.Ditengah asiknya aku bermain,tiba-tiba Bagas memanggilku.

“Pie,,sini,,” teriak Bagas dari jauh.

Aku menghampirinya.

“Kenapa Gas,,??”

“Ikut aku yuk,,”

“Kemana Gas,,??”

“Udah ikut aja,,”

Dia menarik tanganku,otomatis tubuhku ikut tertarik mengikutinya.Aku dibawanya ke belakang sekolah.Dia terus berjalan mengarah ke arah tempat Mang Asep,penjaga sekolah kami.

“Kita ngapain ke rumah Mang Asep Gas,,??” tanyaku.

“Kita gak ke rumahnya,,tapi ke belakang rumahnya,,” kata Bagas.

Mau ngapain dia di belakang rumahnya Mang Asep?.Dan ngapain juga dia ngajak aku?.Aku terus bertanya dalam hati.Dan ternyata setelah sampai dibelakang rumah Mang Asep,aku baru tau jawabannya.

Aku kaget melihat 2 temanku yang sudah ada disitu.Disana ada Selly dan Aldi.Dan yang bikin aku lebih kaget,ternyata mereka tengah melakukan kegiatan mesum.Kontol Aldi tengah disepong oleh Selly.Posisi Selly yang tengah jongkok,lagi sibuk mengulum kontol Aldi dengan serius.

“Pie,,sini gabung,,” ajak Aldi.

Aku terpaku terdiam.Aku masih kaget melihat mereka.Sementara itu,Bagas langsung bergabung dengan Aldi.Dia langsung membuka resleting celananya dan kemudian dia ngeluarin kontolnya.Selly yang tak berbicara sedikitpun,langsung bergantian kini mengulum kontol Bagas.

“Sini Pie,,” ajak Bagas.

Melihat itu,otakku makin konflik.Aku ingin sekali ikut.Tapi aku lagi puasa.Aku gak bisa,aku takut.Namun melihat mimik wajah Aldi dan Bagas yang tengah keenakan,membuatku iri.

“Eeeee,,aku gak bisa,,aku lagi puasa,,” kataku dengan nada pelan.

“Gak bisa,,??” tanya Aldi.

“Kamu gak boleh disepong juga,,??” tanya Bagas.

“Aku gak boleh ngecrot,,” jawabku.

“Hah,,??” Yang bener itu Pie,,??” tanya Bagas.

Aku mengangguk pelan.

“Kalo aku ngecrot,,aku batal puasa,,”

Aldi dan Bagas terdiam.

“Tapi kalo cuma aku sepong,,gak batal kan,,?? Kan gak sampe keluar juga,,” tanya Selly.

Aldi dan Bagas kompak melihat ke arah Selly yang ada diantara mereka.Lalu setelah itu mereka kompak melihatku.

“Iya juga ya,,kamu batalnya kalo ngecrot,,kalo nggak,,gapapa dong,,” kata Bagas.

“Bener kata Selly tuh Pie,,kamu diisep sama dia sampe mau keluar aja,,kalo udah mau keluar,,cabut,,” kata Aldi.

Aku mikir sejenak.Bisakah begitu? Bolehkah begitu?.Aku selangkah mendekati mereka,tapi setelah itu aku terdiam lagi.Aku tak bisa,aku masih takut.Aku tiba-tiba teringat pesan Abi & Umi.Aku harus tahan nafsuku.

“Maaf,,aku gak bisa,,”

Mereka terdiam.Setelah itu mereka saling pandang.

“Yaudah,,kita minta tolong,,kamu jagain kita Pie,,jagain kalo ada orang dateng ya,,” kata Selly.

Aku mengangguk pelan.Aku berbalik badan mengikuti instruksi Selly.Dari balik tembok,aku celingukan melihat keadaan sekitar.Aku melihat situasi dengan perasaan yang sangat deg-degan.Bukan hanya khawatir akan ada orang yang datang,tapi aku juga penasaran akan yang terjadi dibelakang.Suara lenguhan Selly yang samar-samar,membuatku makin penasaran.Aku ingin sekali melihat apa yang tengah mereka lakukan,tapi takut tergoda.Waktu semakin berjalan,suara yang semula hanya keluar dari mulut Selly,kini berubah dari Aldi dan Bagas.Mereka berdua sekarang yang mendesah,dan bukan cuma itu,aku dengar juga suara hentakan.Aku penasaran sekali.Aku ingin lihat,aku ingin tau.Dan tanpa kusadari,rasa penasaranku mulai mengalahkan ketakutanku.Aku menoleh ke belakang perlahan.Aku kaget,ternyata mereka tengah ngentot.Sungguh hal yang tak aku bayangkan sebelumnya.Aku baru pertama kali melihat Selly dientot.Dia kini tengah diapit oleh Aldi dan Bagas.Aldi menggenjot memek Selly yang tengah menungging,sedangkan disisi lain,kontol Bagas tengah dikulum oleh Selly.Aku tercengang,mereka sudah melakukan hal itu.Disaat yang bersamaan,kontolku mulai mengeras.Aku yang sadar itu,langsung memegangi selangkanganku dan berbalik badan.Aku pejamkan mataku,dan mulai berdoa pada Dewa.Aku gak mau puasaku batal.Aku terus berdoa,memohon agar Dewa membantuku.Lama aku berdoa,sampai tiba-tiba Aldi menepuk pundakku.Aku kaget dan hampir terjatuh,tapi untung aku bisa menopang badanku.

“Pie,,aman kan,,??” tanya Aldi.

Aku celingukan karena masih kaget.

“Kalian udah selesai,,??” tanyaku.

“Udah,,tuh liat aja,,” kata Aldi sambil menunjuk ke belakang.

Aku lihat Bagas tengah memakai celananya kembali,begitupun juga Selly yang juga tengah merapikan kembali pakaian seragamnya.Aku tercengang,masih tak percaya mereka melakukan hal ini di lingkungan sekolah.

“Makasih ya Pie,,” kata Aldi sambil menepuk pundakku lagi.

“Balik ke kelas yuk temen-temen,,” ajak Aldi.

Aldi pun berlalu pergi.Lalu setelah merapikan celananya,Bagas menghampiriku.

“Sayang banget kamu gak ikut Pie,,” kata Bagas.

Lalu tiba-tiba Bagas mendekat dan berbisik di telingaku.

“Memeknya sempit banget loh,,aku aja gak tahan tadi hehe,,”

Selepas itu,Bagas menyusul Aldi.

Benarkah itu?.Kalau iya,aku iri sekali.Muncul sedikit penyesalan dari dalam hatiku.

Lalu selanjutnya giliran Selly yang menghampiriku.

“Pie,,maaf ya,,kamu gak bisa ikut,,kamu lagi puasa soalnya,,” kata Selly.

Lalu,Selly juga berbisik padaku.

“Tapi kalo nanti setelah kamu selesai puasa,,kamu ikut ya,,” bisik Selly.

Setelah berbisik,Selly mendaratkan kecupan di pipiku,dan berlalu pergi bersama Aldi dan Bagas.

Aku yang awalnya sempat menyesal,akhirnya tak jadi.Bahkan aku bersyukur,masih ada kesempatan buatku di lain hari.Eh tapi,tunggu,,

Aku langsung buka celanaku,dan aku lihat kontolku.Aku lihat di sekitar celana dalamku,aku cek keadaan celana dalamku.Aku raba-raba celana dalamku.Masih kering ternyata.Aku cek lobang pipisku,juga masih kering ternyata.Syukurlah,berarti aku gak ngecrot.Aku bahagia sekali,karena aku sadar,aku gak batal puasa.Terimakasih Dewa,doaku Engkau kabulkan.



(Day 16)



Dua minggu lebih sudah,aku jalanin ibadah ini.Dan selama ini aku masih bisa bertahan.Seminggu lalu,yang aku kira ibadah ini akan berjalan mudah,kini kembali berat.Badanku kembali lemas.Dan buktinya hari ini,aku hanya berbaring santai di kamarku sejak pagi hari.Semua game di hapeku sudah aku mainkan buat membuang waktu,tapi tetap saja waktu itu masih panjang.Bingung mau ngapain lagi,aku pindah ke ruang tengah.Begitu aku sampai di ruang tengah,ternyata sudah ada Umi disana yang lagi menonton televisi.

“Nonton apa Mi,,??” tanyaku sambil ikut duduk di sofa tepat disamping Umi.

“Eh sayang,,ini,,Umi lagi nonton film,,” kata Umi.

Aku ikut melihat acara televisi yang disaksikan Umi.Rupanya film drama yang tengah dilihat Umi.Namun bukan film drama biasa yang dilihat.Karena ini ada dunia abnormal,tentu film drama itu juga banyak unsur pornografinya di adegannya.

“Loh,,Umi kok nonton beginian,,Umi gak takut batal,,??” tanyaku.

Umi tertawa kecil mendengar pertanyaanku.Aku pun heran melihat responnya.

“Gak dong,,kan cuma ngeliat,,” kata Umi.

Aku makin heran.

“Kamu masih banyak yang belum paham ya sayang,,” kata Umi.

Aku mengangguk pelan.

“Gini deh,,Umi jelasin,,”

“Ngeliat itu gak bikin batal,,”

“Tapi kan bisa bikin ngecrot Mi,,”

“Iya emang bisa,,cuma kalo kita gak sengaja gapapa,,”

“Hah,,?? Emang bisa gitu Mi,,??” tanyaku.

“Iya,,sekarang gini,,coba kamu pikir,,kenapa boleh,,??”

Aku berpikir.Aku coba mencari sendiri jawabannya.Namun semakin lama,semakin gak ketemu.

“Mmm,,aku gak tau Mi,,”

Umi tersenyum.

“Itu karena Dewa baik sama makhluknya,,”

Aku heran.Apa maksudnya itu?.

“Kok bisa Mi,,??”

“Sekarang gini,,kamu percaya kan sama Dewa,,?? Kamu percaya Dewa selalu baik sama kita,,??”

Aku mengangguk.

“Nah kalo gitu,,Dewa sengaja kasih kita ujian ini buat kebaikan makhluknya,,”

“Itu artinya,,Dewa gak akan membiarkan makhluknya merasa berat atau sulit dalam menjalani ujiannya,,”

Aku makin bingung.

“Aku gak ngerti Mi,,”

Umi tersenyum lagi.

“Gini aja deh,,Umi jelasin apa itu puasa,,”

“Puasa itu adalah salah satu bagian dari ketaatan kita kepada Dewa,,dan puasa yang kita jalani ini berbeda dengan puasa di zaman dahulu,,sekarang puasa yang kita jalani ini telah berubah mengikuti perkembangan zaman,,”

“Kok bisa berubah Mi,,??” tanyaku.

“Bisa dong,,karena Dewa sayang sama kita,,karena Dewa gak mau makhluknya tersiksa,,”

“Itu artinya,,Dewa ingin kita bisa merasakan dunia,,tapi kenapa Dewa menyuruh hambanya tetap melakukan ibadah ini,,itu semua agar hambanya tetap mengingatNya,,”

“Berarti kita harus ngejalanin ini ya Mi,,??”

“Iya harus dong,,lagipula ini kan cuma sebentar,,cuma satu bulan aja,,masa kita gak bisa,,”

“Kamu pikir deh,,Dewa itu udah kasih kita berkah dan anugerah ke kita setiap hari,,masa kita gak mau balas kebaikanNya,,”

Benar juga kata Umi.Dewa udah sering sekali membantuku,atau bisa dibilang setiap saat membantuku dalam hidup,masa aku gak mau balas kebaikanNya.

“Iya juga ya Mi,,”

“Iya kan,,”

“Tapi ternyata berat ya Mi,,puasa itu,,”

Umi tersenyum.

“Umi maklumi,,itu karena kamu masih pertama kali mencoba puasa,,”

“Iya Mi,,banyak sekali larangannya,,”

“Hihi,,ya itulah ujiannya sayang,,itu saja baru sedikit yang kamu tau loh,,”

“Hah,,masih sedikit,,?? Emang apa lagi Mi ujiannya,,??” tanyaku sambil menggeser tubuhku mendekati Umi.

“Aduh,,aduh,,sabar sayang,,hihi,,” Umi kaget melihat antusiasku.

“Gini deh Umi jelasin,,”

“Sebelumnya yang Umi jelasin itu ke kamu baru sekedar ilmu dasar,,dan Umi baru jelasin kewajiban puasa kamu sebagai laki-laki,,”

“Nah,,Umi tambahin lagi,,pada dasarnya laki-laki dan perempuan itu sama,,sama-sama harus menahan lapar dan haus serta nafsu,,tapi khusus dalam nafsu,,ada aturan yang berbeda,,yaitu perempuan masih diperbolehkan keluar air mani atau orgasme,,sedangkan laki-laki tidak boleh,,hanya saja rahim perempuan tidak boleh dibuahi alias gak boleh kena peju,,dan itu berlangsung sebulan penuh,,”

“1 bulan Mi,,??”

“Iya,,makanya adil kan,,?? Laki-laki gak boleh ngecrot selama ada matahari,,sedang perempuan boleh tapi gak bisa kena peju rahimnya,,”

“Berarti selama puasa ini,,Umi sama Abi gak pernah ngentot dong,,??”

“Nggak pernah,,tapi itu bukan karena aturan itu,,”

“Maksudnya Mi,,??”

“Gini,,ini aturan puasa khusus buat suami-istri,,aturannya itu salah satunya,,larangan bagi suami-istri untuk saling bersentuhan selama berpuasa,,dan larangan bagi suami-istri untuk berhubungan intim selama satu bulan penuh,,”

“Maksudnya gimana Mi,,??”

“Jadi Abi gak boleh nyentuh kulit Umi dari pagi hari sampai buka puasa,,begitu sebaliknya,,dan Abi gak boleh ngentotin Umi selama satu bulan penuh,,”

“Berarti sampai malam juga gak boleh Mi,,??”

“Iya,,”

“Itu ngentot aja yang dilarang Mi,,??”

“Intinya,,kontol Abi gak boleh menyentuh tubuh Umi,,begitu juga sebaliknya,,memek Umi dan toket Umi juga gak boleh nyentuh Abi,,”

“Berarti Umi sama Abi gak boleh ngentot sama sekali dong,,??”

“Boleh,,tapi selain suami atau istinya sendiri,,dan itu pun beda,,bagi laki-laki dibatasi hanya pada waktu malam hari,,sedang perempuan bisa kapanpun,,asal satu itu,,rahimnya gak boleh kena peju,,”

“Kok bisa gitu Mi,,??”

“Kalo itu menurut guru agama yang ngajarin Umi,,dia bilang intinya,,selama satu bulan puasa ini kenapa rahim perempuan gak boleh kena peju,,karena itu simbol kehidupan,,dan selama sebulan penuh Dewa menjaga rahim hambaNya agar tetap suci dan bersih,,dan selama satu bulan puasa itu,,rahim hambaNya itu dilindungi dan diberkahi,,jadi begitu tiba waktunya untuk dibuahi,,rahim hambaNya itu bisa menghasilkan makhluk yang baik dan mulia,,”

“Waktunya kapan itu Mi,,??”

“Ya nanti,,pas lebaran,,”

“Masih lama ya,,”

“Hihi,,ya gitu lah,,emang kenapa,,?? Kamu gak tahan pengen ngentotin Umi pasti ya hihi,,”

“Iya hehe,,yuk Mi,,ngewe,,??” ajakku.

“Ehh,,jangan,,kan kamu lagi puasa,,” Umi menahanku.

“Loh,,kan Umi bilang,,asal gak ngeluarin di rahim Umi gapapa,,”

“Tapi kan kamu ngeluarin peju,,berarti itu kan batal,,”

“Kan gak sampe keluar Mi,,”

“Yakin bisa,,??”

“Bisa Mi,,”

“Umi gak yakin,,kamu sering kebablasan soalnya,,”

“Yakin Mi,,coba aja,,”

“Enggak deh,,bahaya,,takutnya kamu kelepasan,,”

“Yahhh,,” kataku kecewa.
 
Umi langsung memelukku.

“Jangan sedih gitu dong,,Umi bukannya gak mau,,tapi kamu kan lagi puasa,,Umi takut kamu kebablasan aja,,soalnya selama ini,,kamu sering kelepasan kalo ngentotin Umi,,”

“Tapi aku yakin bisa nahannya Mi,,”

“Iya,,Umi tau,,tapi sekarang bukan waktunya,,”

“Kapan Umi,,??”

“Nanti,,setelah bulan puasa,,”

“Kelamaan Umi,,aku maunya sekarang,,” aku menangis sambil memeluk Umi.

Umi mengelus punggungku,berusaha menghentikan tangisanku.

“Sudah,,sudah,,jangan nangis,,”

“AKU MAU NGENTOTIN UMI,,AKU GAK MAU PUASA,,AKU MAU BATAL AJA,,!!” aku teriak sambil menangis.

“Hush,,jangan bilang gitu,,”

“Pokoknya aku mau ngentot,,!!”

Umi menghela nafas melihatku yang tengah kolokan.

“Sudah,,sudah,,Opie,,sudah,,dengerin Umi,,” kata Ini sambil mendorong tubuhku.

“Selama bulan puasa ini,,kamu belum bisa ngentotin Umi ya,,tapi setelah bulan puasa,,Umi janji,,kamu boleh kapanpun ngentotin Umi,,”

“Bener Mi,,??” tanyaku sambil masih terisak.

“Iya,,”

“Berarti aku boleh dong,,ngecrot di memek Umi terus,,??”

“Iya,,boleh,,”

“Yesssss,,,,,” aku teriak gembira.

“Tapi,,kamu juga harus janji sama Umi,,kamu harus puasa full bulan ini ya,,gak boleh batal satu hari pun,,janji,,??”

“Iya Mi,,aku janji,,” balasku.

Umi tersenyum dan setelah itu kami berpelukan.

“Bagus,,itu baru anak Umi,,” kata Umi sambil mengelus rambutku.

“Aku janji bakal puasa terus,,”

Lagi hangatnya kami berpelukan,tiba-tiba ada hal yang mengganjal yang ingin aku tanyakan.Aku pun menarik lagi tubuhku.

“Eh,,tapi ada satu hal yang Opie pengen tanya Mi,,??” tanyaku.

“Apa itu sayang,,??”

“Kok Umi selama ini pakaiannya tertutup mulu sih,,?? Biasanya kan cuma pake jilbab dong,,”

“Oh itu,,Umi sengaja,,kan lagi puasa,,”

“Emang puasa itu harus tertutup juga,,??”

“Nggak juga,,boleh aja telanjang,,tapi Umi sengaja tertutup gini buat jaga-jaga aja,,soalnya Umi kan gak tau diluar gimana,,kan bisa aja Umi diperkosa dijalan,,terus orang itu ngecrot di dalem memek Umi,,kan jadi batal puasanya,,”

“Tapi kan ada juga yang tetep diperkosa walau udah pake baju juga Mi,,”

“Iya,,tapi kan resikonya lebih kecil dibanding yang pakaiannya terbuka,,”

“Tapi kalo ketemu orang yang nafsu sama yang pake gamis kaya gini gimana Mi,,”

“Oh,,kalo itu Umi ada triknya,,”

“Coba kamu pegang deh,,” kata Umi sambil mengarahkan tanganku ke selangkangannya.

“Ihh,,apa ini Mi,,?? kok empuk gitu,,kayak ada busanya,,”

“Itu yang kamu pegang namanya pembalut,,perempuan pakai itu selama mens biar darahnya gak kemana-mana,,”

“Umi lagi mens,,??”

“Nggak,,”

“Kok pake itu,,??”

“Itu triknya,,walau Umi gak lagi mens,,selama puasa,,Umi pake itu terus,,biar Umi gak dientot orang,,biar dikira lagi mens,,”

“Emang bisa ya Mi,,??”

“Sejauh ini bisa,,soalnya orang-orang suka gak mau ngentot perempuan yang lagi mens,,”

“Kok gitu,,??”

“Ya sekarang coba kamu bayangin,,kamu ngentot sama cewe,,tapi memeknya lagi berdarah,,”

Aku coba membayangkan perkataan Umi.Setelah tergambar,jijik juga kalo itu benar.

“Ihhh nggak ah,,jijik,,”

“Jijik kan,,eh tapi ada loh darah yang gak jijik,,malah bikin enak hihi,,”

“Apa tuh Mi,,??” aku penasaran.

“Ada deh,,nanti juga kamu tau sendiri hihi,,”

Aku penasaran apa yang dimaksud Umi,tapi karena sudah sempat terbayang darah di dalam pikiranku,aku tak bertanya lebih jauh.

“Oh iya Mi,,aku mau tanya satu lagi,,Abi kok selalu tidur disini,,Umi sama Abi lagi marahan ya,,??”

“Enggak,,Umi gak lagi marahan,,kan Umi udah jelasin tadi,,selama bulan puasa,,Umi sama Abi emang sengaja gak deket dulu,,takutnya kita bisa batal puasa,,kan larangannya Umi sama Abi gak boleh saling menyentuh dulu,,”

“Tapi itu kan pas puasa aja,,malamnya gapapa,,”

“Iya,,tapi menurut Umi lebih bagus kalo sebulan full Umi dan Abi gak saling bersentuhan,,soalnya Umi sama Abi takut kebablasan kalo udah pegangan hihi,,”

“Bisa jadi sange ya Umi hehe,,”

“Itu kamu tau hihi,,”

“Syukur deh,,aku kira Umi sama Abi marahan,,” kataku sambil memeluk Umi.

“Nggak kok sayang,,Umi masih cinta sama Abi,,” kata Umi sambil mengelus rambutku.

“Kalo aku Umi,,??”

“Cinta juga dong,,” kata Umi sambil mencium keningku.



(Day 20)



Hari ini aku tak masuk sekolah,karena kebetulan hari ini guru-guruku sedang mengadakan rapat dengan orangtua murid tentang ujian semester yang akan digelar bulan depan.Dan karena yang diundang orangtua,otomatis Umi yang disekolah,sedang aku dirumah hehe.Dan seperti biasa,waktuku aku habiskan dengan bermain game seharian dikamarku.

Lagi asiknya aku bermain,tiba-tiba aku dengar suara pintu rumahku terbuka,dan tak lama terdengar suara yang rupanya itu suara Kak Nurul.

“Umi,,umi,,” suara Kak Nurul terdengar sampai ke dalam kamarku.

Aku lihat jam di dinding ternyata sudah jam 1 siang,tanda Kak Nurul memang sudah pulang dari madrasah.Kak Nurul terus berteriak memanggil Umi,namun karena Umi memang lagi tak ada dirumah,tentu Umi tak menjawab.Tak lama setelah itu,mungkin dia sadar Umi tak ada dirumah,suasana kembali hening.Awalnya aku acuh saja,tapi kok aku jadi penasaran.

Aku keluar dari kamar,hendak melihat Kak Nurul.Tapi pas aku buka,tak ada orang di ruang tengah.Kemana dia?.Aku cari di kamarnya,dan pas kubuka dia tak ada.Lalu aku pergi ke belakang,dan pas aku sampai di dapur,aku kaget.Ternyata Kak Nurul ada disana.Tapi bukan itu yang buatku kaget,dia rupanya tengah minum air dari botol yang dia ambil dari kulkas.

“Kak Nurul,,” panggilku.

Dia kaget melihatku.Botol air minum yang tengah ditenggak jatuh ke lantai sehingga membuat air yang didalamnya tumpah semua.

“Kakak gak puasa,,??” tanyaku.

Dia panik dan gelisah setelah aku pergoki.

“Eee,,ee,,enggak,,” jawabnya terbatah.

Dia celingukan dan salah tingkah.

“Eee,,anu,,kakak lagi mens Pie,,” tambahnya.

Mens?.Benarkah itu?.Tapi kalo dia mens dan gak puasa,kenapa tadi malam dia ikut sahur?.Aku curiga.Kayaknya dia bohong.Seketika aku teringat kata Umi,perempuan yang tengah mens,pasti pake pembalut di memeknya.

“Kakak bohong,,!!”

“Beneran Pie,,kakak lagi mens,,”

“Kalo kakak lagi mens,,kakak pasti pake pembalut,,coba,,Opie pengen lihat,,”

Dia makin kelimpungan.

“Coba buka memek kakak,,Opie mau lihat,,kakak pake pembalut atau enggak,,”

Dia makin tersudut.Wajahnya tampak ragu ditambah kaget melihatku yang terus menyerangnya.Lama dia mematung,hingga akhirnya perlahan dia takluk,dia angkat perlahan roknya keatas hingga kini terlihat celana dalamnya.

“Buka,,!!”

Dia pun lalu perlahan menurunkan celana dalamnya itu.Setelah terbuka semua,aku hanya melihat memeknya yang dihiasi bulu halus,tanpa ada pembalut disana.

“Tuhkan,,gak ada,,kakak bohong,,kakak gak puasa,,” kataku.

“Iya,,kakak ngaku,,kakak gak puasa,,”

Akhirnya dia ngaku.

“Kakak bohong,,Opie laporin ke Umi,,kakak gak puasa,,”

Aku balik badan,hendak menelpon Umi soal ini.Tapi pas aku mau pergi,tiba-tiba Kak Nurul menahanku.

“Ehhh,,tunggu Pie,,tunggu,,”

Langkahku tertahan.

“Apa,,??” kataku sedikit emosi.

“Tunggu dulu,,kakak mau minta tolong dulu sebentar,,”

“Minta tolong apa,,??”

Dia mendekatiku.Lalu setelah jarak kami tinggal selangkah,tiba-tiba dia melepas rok beserta celana dalamnya,lalu setelah itu,dia duduk tepat di depanku,lalu dia membuka kakinya sehingga memeknya jelas kulihat.Kemudian,tangannya mulai perlahan menyentuh memeknya.

“Kakak minta tolong,,memek kakak gatel nih,,” goda Kak Nurul sambil menggigit bibirnya.

Aku tercengang dia melakukan itu secara tiba-tiba tepat dihadapanku.

“Pie,,shhhh,,,gatel nih,,shhh,,,”

Dia mulai membelai memeknya.

“Ayo Pie,,gatel banget nih,,shhhhh,,”

Jari jemarinya mulai bermain bibir memeknya yang mulai basah.Aku terdiam dan mulai ikut larut dalam permainannya.

“Tolong dong sayang,,shhhh,,”

Dia terus mendesah seiring dengan memeknya yang makin basah.Melihatku yang tak bergeming sedikitpun,dia akhirnya yang memulai inisiatif.Tangannya meraih tanganku,lalu dia arahkan tanganku memegang memeknya.Aku terkejut,tapi tak sanggup melawan.Hasilnya,kulit tanganku bersentuhan langsung dengan memeknya yang sudah sangat basah itu.

“Garukin dong Pie,,memek kakak gatel banget nih,,shhhh,,”

Aku seakan terhipnotis,jemariku mulai bergerak mengikuti instruksinya.Jariku mulai mengelus memeknya.Dia pun mendesah saat jariku mulai bergerak.Dan entah kenapa,desahnya semakin membuat jariku makin berani bermain di sekitar memeknya.Aku elus bagian tepi memeknya dengan halus.Lalu perlahan jemariku beralih ke bagian atas memeknya yang terdapat biji kecil disana.Saat aku sentuh itu,dia mendesah cukup kencang.Mendengar dia mendesah,aku justru makin liar,aku terus mengelus bagian itu.

“Shhh,,Pie,,ahhhhh,,sshhh,,,kakak mau keluar,,ahhhh,,,”

‘serrrrrrr,,,,'

Dia orgasme.Tanganku basah,disiramnya.Nafasnya pun jadi berat.Aku sempat kaget,tiba-tiba dia orgasme karenaku.Kukira ini semua sudah berakhir,ternyata tidak.

“Kamu kocok memek kakak Pie,,” suruhnya.

Aku bingung,tiba-tiba menyuruhku begitu.Baru kali ini,dia membiarkan tanganku bermain di memeknya,karena sejauh ini,aku paling hanya sekedar menyentuh saja tak lebih dari itu.Merasa dapat peluang,aku mulai berani memasukkan jariku ke dalam memeknya.

“Shhhhh,,,ahhhh,,” desah kak Nurul saat jariku masuk ke dalam memeknya.

Sungguh sensasi yang luar biasa.Rasanya hangat dan begitu basah,mengingatkanku pada memek Umi.

“Kocokin Pie,,shhhh,,”

Aku yang sudah terhipnotis,mulai mengerakkan kedua jariku yang tengah bersarang di dalam memeknya.Dan saat aku gerakkan,dia kembali mendesah.

“Shhhhh,,,ahhhhh,,terus Pie,,sshhh,,teruss,,ahhhhhh,,”

Desahannya makin kencang,tubuhnya pun seirama liarnya.Aku juga semakin terpacu.Jariku makin kencang memacu mengobok memeknya.Bahkan saking kencangnya,jariku sampai mulai terasa pegal.Aku ingin memasukkan satu atau dua lagi jariku yang lain,tapi berbeda dengan Umi,memek Kak Nurul jauh lebih sempit,bahkan untuk jari jemariku yang masih kecil saja,hanya dua jariku yang bisa masuk kedalam.

“Pie,,ahhhhh,,kakak mau keluar,,shhhhh,,,ahhh,,”

Mendengar sinyal dia mau keluar,aku makin kencang mengoboknya.

“Piee,,ahhhhh,,shhh,,kakak keluar,,shhh,,ahhhhhhhhh,,”

'serrrrrr,,,serrrrrr,,,serrrrrrrrrr,,,,,,'

Tubuhku basah kuyup disiram olehnya.Bahkan bukan hanya tubuhku saja,wajahku juga sempat kena.Aku ibarat selepas mandi,basah semua.Disisi lain,kak Nurul ambruk,tubuhnya bergetar selepas menyiramku.

Aku pun terdiam selama beberapa detik,tak tau harus apa selanjutnya.Sampai kemudian,kak Nurul bangkit.

“Maaf ya Pie,,kakak siram tadi,,baju kamu basah semua deh,,” katanya sambil meraba pakaianku yang basah kuyup.

“Kamu buka aja semua,,nanti masuk angin loh,,”

Aku pun menurutinya tanpa curiga,karena biasanya kalo basah kuyup begini memang harus segera lepas baju.Bajuku pun aku buka,sehingga aku telanjang dada.

“Ini juga dibuka Pie,,” katanya sambil memegang karet celanaku.

Aku kaget,tau-tau kak Nurul sudah memegangi celanaku.Aku pun refleks menahan tangannya.

“Celanaku juga kak,,??”

“Iya,,kan basah juga,,”

Memang benar basah juga walau tak separah bajuku.

“Buka ya,,” kata Kak Nurul.

Aku sempat ragu,tapi tanganku yang sempat menahan tangannya,mulai melemah.Kak Nurul pun perlahan melorotkan celana beserta celana dalamku.Dan kini aku pun sekarang telah telanjang bulat.Disaat aku lihat kebawah,aku tak sadar ternyata sedari tadi kontolku sudah ngaceng.

“Ihh,,udah ngaceng rupanya adikku ini hihi,,” godanya.

Aku pun refleks mencoba menutup kontolku darinya,namun tanganku dicegah olehnya.

“Kok ditutup sih,,kakak kan mau liat,,” katanya sambil menahan tanganku.

Aku pun tak bisa berbuat banyak.Dia tersenyum penuh maksud kepadaku.Sadar aku tak melawan,tangannya mulai bergerak mengelus batang kontolku.Tubuhku pun bereaksi saat tangannya membelai halus kontolku.Senyumannya semakin jelas.Dia mulai menguasaiku.Dibelai perlahan kontolku dengan jemarinya.

“Lucu ya kontol kamu,,”

Dia mengelus seluruh bagian kontolku,mulai dari ujung pangkal sampai ke ujung kepala kontolku yang masih kuncup.Dia terus memainkan kontolku,terlebih di bagian ujung kepalanya.Sensasi gesekan kulit luar dengan bagian dalam kontolku,membuat aku mendesah kecil.Belum lagi permainan jemarinya begitu halus membelai kontolku yang tak aku sunat itu.Aku memang sengaja tak sunat,karena menurut keluargaku,sunat itu haram hukumnya di agama ku.Dan karena itu,aku baru sadar,ternyata rasanya begitu nikmati saat kontolku yang tak aku sunat,terbelai sebuah sentuhan.

“Pie,,kontol kamu kan udah ngaceng gini,,kamu mau bantu kakak lagi gak,,??” rayu Kak Nurul.

Bantu apa lagi?.Aku penasaran.

“Bantu apa kak,,??”

“Bantu,,ini,,”

Dia lalu membuka kakinya.

“Bantu garukin memek kakak lagi,,tapi pake kontol kamu ya,,” godanya.

Aku tercengang.Setelah sekian lama,aku akhirnya dikasih kesempatan bercinta dengannya.Selama ini,hubungan seksualku ke kak Nurul hanya sebatas menyentuh alat kelamin saja.Namun kali ini,dia ingin lebih dari itu.Tentu aku pun ingin sekali.

“Mau ya,,??” rayunya.

Aku tak menjawab dan tak bereaksi saat dia tanya.Aku masih kaget akan apa yang terjadi.Dia pun mulai mengocok kontolku lebih cepat.

“Kamu mau kan,,??”

Kontolku makin tegang.Dia pun makin cepat mengocok kontolku.Sampai tiba-tiba aku merasa ada sesuatu dari dalam tubuhku hendak keluar.Badanku memberi sinyal,tanda memang akan ada yang keluar.Tubuhku mulai bergetar,kontolku pun mulai berdenyut.

“Dek,,”

Kak Nurul pun kaget melihatku yang mulai bergerak aneh.

“Kamu mau ngecrot ya,,??”

Dia benar,aku mau ngecrot.Aku mau ngeluarin pejuku.Tapi disaat itu pula,aku kembali tersadar,aku tengah berpuasa.Aku mencoba sekuat tenaga menahan pejuku agar tak keluar.Aku tak mau batal puasa,apalagi setelah selama ini aku berhasil menahan segalanya.Aku tak mau kalah saat ini.Aku tak mau berakhir disini.Aku akan coba sekuat tenaga menahan semua godaan yang ada.Alhasil aku dorong Kak Nurul.Dia pun mundur,dan aku pun lari ke kamarku.Aku tak memikirkan apapun selain menahan pejuku.Di dalam kamar,aku terbaring sambil mencoba mengatur nafasku kembali sambil berharap aku berhasil menahan ini semua.Beberapa menit aku mencoba rileks dan membuang pikiran nafsuku.Hingga akhirnya,setelah tubuhku mulai tenang,aku baru melihat kondisi kontolku.Aku lihat,tak ada bekas peju disana.Syukurlah,tak jadi keluar.Yess,,aku berhasil.

Malamnya,kami pun buka puasa seperti biasa.Hanya saja suasana antara aku dan Kak Nurul menjadi agak lain.

“Opie,,Abi mau kasih tau sesuatu,,”

“Apa itu Bi,,??”

“Mulai malam ini sampai malam terakhir puasa itu disebut malam berkah,,” kata Abi.

“Malam berkah,,??”

“Maksud Abi,,10 malam terakhir di bulan puasa ini,,Dewa kasih kita berkah yang melimpah,,”

“Maksudnya Bi,,??”

“Itu artinya,,kita harus meningkatkan ketaatan kita,,”

“Caranya,,??”

“Caranya satu,,kamu harus menahan peju kamu lebih lama lagi,,”

“Aku gak ngerti Bi,,”

“Maksud Abi,,di sunahkan bagi hamba Dewa,,untuk menahan air maninya tak keluar sepanjang malam berkah ini sayang,,karena selama 10 malam terakhir ini,,Dewa melipat gandakan berkah dan anugerahNya bagi hambaNya yang berhasil menahan nafsunya,,” kata Umi.

“Hah,,?? Itu artinya,,aku gak boleh ngecrot dong Mi,,”

“Boleh aja,,tapi lebih baik ditahan,,”

“Kalo gitu,,artinya sampe lebaran aku gak boleh ngecrot dong,,”

“Nak,,Dewa sudah kasih banyak ke kita,,kamu harus membalasnya,,memang Dewa tak memaksa kamu,,tapi apa salahnya kamu mencoba,,toh hanya 10 hari terakhir ini saja,,dan Abi yakin kamu bisa,,cobalah belajar,,nanti akan kamu rasakan kok hasilnya,,” kata Abi sambil mengelus rambutku.

Apa hasilnya?.Aku penasaran.Apakah Dewa akan jadi lebih sayang padaku.Apakah benar Dewa akan lebih banyak kasih berkah dan anugerahNya padaku.Dan seandainya itu benar,aku mau.Semula aku ragu,karena selama ini aku selalu menuruti nafsuku,aku selalu mengeluarkan pejuku selepas puasa.Kini tantangan baru hadir dihadapanku.Tapi dengan yang sudah aku alami selama ini,aku yakin mukjizat Dewa.Aku yakin Dewa selalu benar.Aku yakin Dewa tak pernah ingkar.Itu artinya,aku harus percaya.Aku harus belajar,dan aku harus coba.

“Iya Bi,,aku akan coba,,”

Umi dan Abi tersenyum.

“Abi bangga sama kamu Nak,,” Abi memelukku.

Selepas buka puasa,kami pun bersembahyang malam.Sehabis itu,aku kembali ke kamarku untuk belajar.Disaat aku sibuk mengerjakan tugas sekolahku,tiba-tiba Kak Nurul masuk ke kamarku.Aku kaget tiba-tiba dia masuk.

“Ada apa kak,,??”

Dia tak menjawab langsung.Namun perlahan dia mendekatiku.Dan begitu dia sudah disampingku,dia mulai berkata.

“Pie,,tentang tadi siang,,kamu gak bilang sama Umi,,sama Abi kan,,??”

Aku menggelengkan kepalaku.Dia pun bernafas lega.

“Tapi kamu masih mau kan,,ngelanjutin yang tadi,,” kata Kak Nurul.

Dia mulai mengelus tanganku.Aku mulai mencium gelagat aneh darinya.

“Maksud kakak,,??”

“Maksud aku,,kamu masih mau kan ngentot sama kakak,,” rayunya.

Kini tangannya mulai meremas halus tanganku.Aku pun sadar,dia mau mencoba menggodaku lagi.Aku langsung menangkis belaian tangannya.

“Nggak,,aku nggak mau,,” kataku dengan nada sedikit tinggi.

“Tapi Pie,,”

“Nggak,,aku gak mau ngecrot,,aku mau tahan sampai selesai bulan puasa,,jangan ganggu aku kak,,”

Dia pun mundur.

“Oke,,kalo gitu,,kita bikin perjanjian,,”

Apa maksudnya?.

“Kamu janji sama kakak,,kakak gak akan ganggu puasa kamu,,asal kamu gak kasih tau hal yang terjadi tadi siang ke Umi sama Abi,,”

Ternyata itu maksudnya.

“Gimana,,??” tanyanya.

Tawaran yang menarik.Aku melihat ini sebagai kesempatanku.Selama ini dia selalu mengganggu hidupku.Dan kali ini dia berjanji gak akan menggangguku.Tak kusangka,peristiwa tadi siang membuatnya menjadi sedikit lebih lemah,padahal selama ini aku selalu tertindas.Ternyata aku pegang kartunya.Aku rasa ini peluangku,aku bisa sedikit lebih bebas menjalani puasa kali ini.

“Oke,,aku janji,,dan kakak harus janji juga gak bakal gangguin aku selama aku puasa,,”

“Oke,,kakak janji,,”

Kami pun bersalaman,tanda sepakat.Selepas itu,dia pun pergi dari kamarku.Akhirnya aku bisa menaklukkan dia.



(Day 28)



Tersisa 2 hari lagi,ibadah puasa di tahun ini berakhir.Sejauh ini aku masih bisa bertahan dari segala macam godaan.Dan semakin mendekati akhir,aku semakin semangat.

“Pie,,bayar sedekah yuk,,” ajak Abi.

Hari ini,aku beserta keluarga pergi ke tempat ibadah untuk menunaikan ibadah utama lainnya,yaitu sedekah.

Ibadah ini wajib bagi hamba Dewa yang telah akil baligh atau dewasa.Maka bagi kami berempat,Abi,Umi,aku dan Kak Nurul harus menunaikan ibadah itu,hanya Zaki saja yang tak menunaikan karena dirinya masih balita.Bagiku,ini pertama kali aku ikut menunaikan ibadah sedekah.Dan karena baru pertama kali,aku belum tau jelas bagaimana cara menunaikan ibadah ini.Walau begitu,aku sempat dikasih tau sedikit oleh Abi.Abi menjelaskan ibadah ini terbagi menjadi dua jenis.Bagi laki-laki,ibadah ini disebut sedekah harta,sedang bagi perempuan disebut sedekah raga.Lalu Abi menjelaskan artinya,kata Abi kenapa bisa disebut sedekah harta,karena di agama kami,laki-laki itu merupakan simbol kekayaan dan kemakmuran,maka dari itu,laki-laki diberi kemampuan dari Dewa sebagai penguasa atau pemimpin di dunia ini.Dan karena kemampuan itu,laki-laki wajib bersedekah dengan materi.Sedang perempuan di agama kami disimbolkan sebagai bentuk keindahan dan kehidupan.Itu artinya perempuan diwajibkan bersedekah melalui raga atau tubuhnya.Lalu kenapa kita diwajibkan sedekah,karena itu bagian dari simbol akan keikhlasan dan rasa syukur kita sebagai manusia kepada Sang Dewa.

Jujur aku penasaran,aku ingin melihat tata cara ibadah ini dilakukan.Satu jam perjalanan kami sekeluarga lalui,hingga akhirnya tiba kami di sebuah aula besar.Tampak lumayan banyak orang berada di aula itu.Setelah kami turun dari mobil,kami pun masuk ke halaman aula.Begitu sampai di halaman aula,disana sudah bapak-bapak yang menyambut kami.

“Ehh Pak Syarif,,mau bayar sedekah ya Pak,,??” sambut bapak-bapak itu ke Abi.

“Iya Pak Ustad,,kami semua mau bayar sedekah,,” kata Abi.

Rupanya Abi dan bapak itu sudah saling mengenal.

“Oh yaudah Pak,,silahkan kalo mau bayar,,” kata bapak itu sambil mempersilahkan Abi untuk duduk.

“Bi,,Umi sama Nurul ke sebelah ya,,” kata Umi.

“Iya Mi,,” balas Abi.

Umi dan Kak Nurul lalu pergi ke bilik yang ada disamping.Setelah Umi dan Kak Nurul pergi ke sebelah,Abi duduk di kursi berhadapan dengan Pak Ustad.Lalu Abi mengeluarkan sejumlah uang untuk diberikan ke Pak Ustad.Pak Ustad lalu menghitung jumlah uang yang diberikan Abi.Setelah selesai menghitung,tangan Abi dan Pak Ustad saling berjabat.

“Silahkan Pak,,niatnya,,” kata Pak Ustad.

“Saya berniat sedekah harta atas nama Syarif karena Dewa yang Agung,,” ucap Abi.

“Saya terima sedekahnya ya Pak,,”

“Terima kasih Pak Ustad,,” kata Abi.

Setelah Abi selesai membayar sedekah,kini giliranku.

“Wah,,anaknya udah dewasa ya Pak,,udah bisa bayar sedekah,,” kata Pak Ustad.

“Iya Pak Ustad,,ini puasa pertama anak saya,,rajin loh Pak Ustad puasanya,,gak pernah bolong,,” kata Abi sambil membelai kepalaku.

“Wihh,,keren,,pasti Dewa senang sekali sama hambaNya satu ini,,” puji Pak Ustad.

“Kamu pasti akan selalu disayang Dewa,,hidup kamu akan selalu penuh berkah dari Dewa,,” tambahnya.

Aku senang sekali dipuji oleh Pak Ustad.Aku memang ingin Dewa selalu menyayangiku,aku ingin Dewa selalu melindungiku.

“Ayo Nak,,sillahkan di bayar sedekahnya,,”

Aku berikan sejumlah uang senilai 500 ribu ke Pak Ustad.Jumlah itu memang sudah ditentukan agama kami sebagai syarat membayar sedekah dalam bentuk uang.Jikalau bentuk lain pun bisa,yaitu dalam bentuk kurban,atau dalam artian,wajib bersedekah 3 ekor babi.

“Ikuti seperti yang Abi kamu lakukan ya,,,”

Aku lalu menjabat tangan Pak Ustad.

“Silahkan Nak,,”

Aku menarik nafas dalam.Lalu aku praktekan ajaran Abi yang sebelumnya beliau ajarkan padaku.

“Saya berniat sedekah harta atas nama Opie karena Dewa yang Agung,,”

“Saya terima ya Nak,,sedekahnya,,” kata Pak Ustad.

“Udah Bi,,??” tanyaku pada Abi yang ada disampingku.

Abi mengangguk sambil tersenyum.

Yes,,aku berhasil.

“Anak bapak pintar ya,,lancar baca niatnya,,” kata Pak Ustad.

Abi mengelus kepalaku sambil terus tersenyum,aku yakin Abi bangga padaku.

“Proses serah terima sedekahnya sudah selesai Pak,,silahkan masuk kedalam Pak sambil menunggu proses terakhirnya,,”

Ada lagi?.Aku kira sudah selesai.Aku kira tinggal menunggu Umi dan Kak Nurul saja.

“Masih ada lagi Bi,,??” tanyaku ke Abi.

“Masih,,kita tunggu Umi sama Kakak kamu dulu,,baru setelah itu kita bisa menunaikan proses terakhir,,” kata Abi.

Proses terakhir?.Apa lagi itu?.Aku baru tau,ada proses lainnya setelah ini.

Aku dan Abi pun masuk ke dalam aula.Begitu aku masuk,aku kaget,aku mendengar banyak sekali suara dari balik tirai panjang yang terbentang disebelah kananku.Suara yang ramai sekali.Walau tak bisa aku melihat dibaliknya,tapi aku tau suara itu.Suara gonggongan anjing bercampur suara desahan bergema dari balik tirai.Dan yang bikin aku kaget lagi,aku tau suara desahan siapa itu.Aku yakin sekali itu suara Umi dan Kak Nurul.Aku jadi penasaran,apa yang mereka lakukan dibalik tirai ini.

“Sini Nak,,duduk,,”

Abi menyuruhku duduk di kursi yang sudah disediakan tepat di sampingnya.

“Abi,,itu suara Umi sama Kak Nurul kan,,??” tanyaku.

“Iya,,itu suara Umi sama Kakak kamu,,” kata Abi.

“Mereka lagi ngapain Bi,,kok mereka mendesah gitu,,??”

“Mereka lagi bayar sedekah,,”

“Tapi kok,,Opie juga dengar suara anjing juga Bi,,??”

“Begini Nak,,Abi jelasin,,seperti yang sudah Abi jelaskan sama kamu sebelumnya,,proses sedekah kita dengan Umi sama kakak kamu itu berbeda,,mereka itu perempuan,,berbeda dengan kita yang laki-laki,,cara membayar sedekahnya berbeda dengan kita,,mereka harus membayarnya dengan tubuh mereka,,dan seperti yang kamu dengar sekarang ini,,mereka lagi membayar sedekahnya,,”

“Berarti Umi sama Kak Nurul itu,,,,”

Ucapanku tertahan,namun Abi paham akan jalan pikiranku.

“Iya,,mereka lagi dientot,,”

“Lalu,,anjing itu,,??”

“Iya,,mereka lagi sedekah dengan cara dientot sama anjing,,”

Hah???.Sama anjing??.Aku tak percaya apa yang dibilang sama Abi.Aku tak tau kalo itu bagian dari ibadah sedekah.Sepemikiran awalku,aku kira mereka hanya menyerahkan tubuhnya dengan manusia,tapi yang terjadi justru Umi dan Kak Nurul menyerahkan tubuhnya dengan hewan.

“Tapi Bi,,gimana kalo anjing itu ngecrot di memek Umi sama Kak Nurul,,?? Kan memek mereka gak boleh disiram peju,,”

“Justru gapapa Nak,,anjing itu hewan mulia,,dan bagi Dewa,,barang siapa yang rahimnya dibuahi sperma anjing,,maka termasuk golongan mulia juga bagi hambaNya itu,,”

“Tapi bukannya batal puasanya Bi,,??”

“Enggak Nak,,karena syarat puasa itu kan cuma gak boleh terkena peju manusia,,”

Aku mulai paham dan mulai berpikir mencoba mencerna perjelasan yang Abi berikan padaku.Sambil aku menunggu bertemani suara desahan dan gonggongan dari balik tirai yang ada diseberangku,aku lihat jam di tanganku,ternyata sudah 10 menit lebih berlalu.

“Bi,,sampai kapan kita menunggu ini semua,,??” tanyaku ke Abi.

“Sampai Umi dan kakak kamu selesai ngumpulin peju dari anjing yang ngentotin mereka,,”

“Memangnya banyak ya Bi,,??”

“Syaratnya harus 300 mili liter,,”

300 ml??.Seberapa itu?.

“Berarti kalo belum terkumpul segitu,,belum selesai ya Bi,,??”

“Iya,,”

Aku tak tau kapan ini akan selesai.Aku pun hanya bisa menunggu.Sampai akhirnya,30 menit kemudian,suara desahan dan suara gonggongan anjing mulai reda bergema.

Tak lama setelah itu,dari balik tirai,muncul Pak Ustad menghampiri kami sambil membawa 2 buah gelas berisi cairan putih didalamnya.

“Silahkan Pak,,” kata Pak Ustad sambil memberi satu gelas itu ke Abi.

“Silahkan Nak,,” Pak Ustad juga memberikan satu gelas lainnya padaku.

“Apa ini Bi,,??” tanyaku pada Abi.

“Itu sperma anjing yang tadi ngentotin Umi sama kakak kamu,,”

Hah?!?!.Ini peju dari anjing??.Kenapa ini diberikan padaku.

“Gelas yang punya Abi kamu itu,,peju dari anjing yang ngentotin Umi kamu,,sedangkan yang punya kamu,,itu dari anjing yang ngentotin kakak kamu,,” kata Pak Ustad padaku.

“Lalu,,ini untuk apa Bi,,??” tanyaku.

“Itu untuk proses terakhirnya Nak,,kita harus meminum ini sampai habis,,” kata Abi.

HAH!?!?.Aku harus minum ini,minum peju anjing??.Aku lihat isi gelas yang tengah aku genggam ini,aku agak geli melihatnya.Walau isinya tak banyak,bahkan mungkin hanya setinggi kuku tanganku saja,tapi melihat dan mengetahui kalo cairan itu adalah sperma dari anjing,membuatku agak jijik.

“Aku harus minum ini Bi,,??”

“Nak,,ini adalah ibadah,,dan meminun peju anjing ini banyak manfaatnya,,disana banyak kandungan proteinnya,,makanya Dewa menyuruh kita agar setiap selesai sedekah,,harus ditutup dengan meminum peju anjing ini,,maksudnya,,setelah kita mengorbankan harta yang kita berikan,,kita harus kembali hidup sebagai laki-laki yang berjiwa pemimpin dan petarung,,dan demi itu,,maka Dewa memberi kita kesehatan melalui peju ini,,”

Aku masih ragu meminumnya.

“Ini ya,,Abi contohin,,”

Abi tanpa ragu meminum peju itu sampai habis tak tersisa.Aku yang melihatnya,agak sedikit geli.

“Hmm,,enak loh Nak,,”

Raut wajah Abi tampak tak berbohong.Tapi entah kenapa aku masih ragu,soalnya baru ini kali pertama bagiku.

“Kamu coba deh,,” kata Abi.

Aku gemetaran.Aku harus lakukan ini,aku harus habiskan ini semua.Dengan gemetar,aku coba mendekatkan gelas itu ke mulutku.Saat gelas itu mendekat,tercium bau yang sangat tajam menusuk hidungku.Aku sempat ingin menjauhkan gelas itu dariku.Tapi aku tak punya pilihan,aku harus meminum cairan ini.Akhirnya dengan terpaksa,aku coba.Aku menahan nafasku lalu aku tenggak cairan itu ke dalam mulutku.Eughh,,teksturnya sungguh aneh sekali.Dan rasanya juga sangat aneh dan tak bisa aku jelaskan.Mulutku pun ikut terasa aneh.Aku ingin ini cepat selesai.Pada akhirnya,aku tanpa pikir panjang,langsung kutelan habis cairan sperma itu ke dalam tenggorokanku.

“Eeughhh,,,”

Abi dan Pak Ustad yang melihatku,tertawa.

“Haha,,enak kan Nak,,??” tanya Pak Ustad.

Aku menggelengkan kepalaku sambil ditambah gestur tak suka.

“Gapapa,,nanti juga terbiasa,,” kata Abi sambil mengelus pundakku.

Setelah meminum cairan tadi,rangkaian ibadah sedekah pun selesai.Kami sekeluarga kembali ke mobil kami untuk pulang ke rumah.

Di dalam mobil aku masih tak percaya harus meminum cairan itu.Mulutku bahkan masih terasa aneh.

“Umi enak banget tadi Bi,,” kata Kak Nurul.

“Kenapa emangnya Kak,,??” tanya Abi.

“Umi enak,,dapet anjing yang kontolnya gede,,beda sama punyaku,,kontolnya kecil udah gitu ngecrotnya lama lagi,,”

“Bukannya enak kalo lama Kak,,??” tanya Abi.

“Enak apanya,,yang ada pegel,,kecil gitu mana berasa,,udah gitu genjotnya kenceng banget lagi,,mana gak berhenti-berhenti,,yang ada malah jadi sakit badan aku,,”

“Hahahaha,,” Abi tertawa.

“Kamu sih salah pilih,,” kata Umi.

“Abis tadi aku lihat,,dia lucu gitu Mi,,” kata Kak Nurul.

“Salah kamu Kak,,aturan kamu lihat kontolnya dulu,,baru model anjingnya,,” kata Umi.

“Iya,,bener juga Mi,,kapok aku,,tahun depan aku lihat kontolnya dulu deh,,” kata Kak Nurul.

“Ngomong-ngomong,,tumben anak Umi satu lagi diem aja,,kamu kenapa sayang,,??”

Umi membelaiku dari belakang.

“Kamu kenapa Nak,,??” tanya Abi.

“Mulutku terasa aneh Bi,,” kataku dengan lemas.

“Opie abis minum peju anjing yang abis ngentotin aku Bi,,??” tanya Umi pada Abi.

“Bukan,,dia abis minum bekasnya Nurul,,” kata Abi.

“Bekasku Bi,,??” tanya Kak Nurul.

“Iya,,” jawab Abi.

“Haha,,gimana Pie,,?? Gak enak ya,,haha,,makan tuh peju,,haha,,” Kak Nurul tertawa lepas.

“Hush,,kamu jangan gitu Kak,,adek kamu sendiri itu,,” tegur Umi.

“Haha,,biarin Mi,,seneng aku ngeliat dia tersiksa,,haha,,” Kak Nurul terus meledekku.

Umi hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak perempuannya itu.Di sisi lain,aku memang sedang tersiksa.Mulutku makin terasa aneh.Aku ingin sekali menghilangkan rasa aneh ini.

“Mi,,nanti mampir ke warung ya,,”

“Ehh,,kamu mau ngapain,,??” tanya Umi.

“Aku mau beli minum,,mulut aku gak enak banget rasanya,,”

“Ehhh,,jangan,,kamu kan lagi puasa,,kamu gak boleh minum,,”

Sesaat setelah Umi bicara itu,aku tersadar.

“Loh,,kok gak boleh Mi,,?? Bukannya aku tadi itu termasuk minum juga ya,,” kataku.

“Itu beda Nak,,Abi lupa kasih jelas ini ke kamu,,syarat puasa itu memang gak boleh minum,,tapi ada syarat khusus lainnya,,kita dilarang minum saat berpuasa terkecuali air mani,,”

“Kok gitu Bi,,??”

“Itu karena Dewa menganggap air mani itu suci,,air yang menjadi awal sebuah kehidupan,,selain itu juga di dalam air mani banyak terdapat kebaikan dan manfaat bagi manusia,,”

“Berarti gapapa minum itu selama puasa,,??”

“Gapapa,,malah bagus,,buat kamu lebih sehat,,”

Berarti aku gak batal puasa.Aku kira aku akan batal,karena sebelumnya aku minum,tapi ternyata tidak.Aku rada senang mendengarnya,walau sebenarnya aku lebih banyak kecewa karena itu artinya aku gak boleh minum apapun untuk membersihkan mulutku dari rasa aneh ini,dan lebih parahnya lagi,aku harus tahan ini sampai waktu buka puasa nanti.



(Day 30)



Akhirnya,setelah sebulan penuh aku menahan semua godaan,aku telah sampai di hari terakhir.Semua rintangan telah aku lalui,dan dibalik itu semua,banyak hal yang bisa aku jadikan pembelajaran.Tak kusangka,pertama kali aku mencoba puasa penuh,hasilnya sukses,aku berhasil sampai garis finish dengan sempurna.

Bel buka puasa jadi tanda selesainya rangkaian ibadah puasa yang telah aku lalui selama ini.Lalu selepas buka puasa,Abi memutar lantunan ucapan syukur pada Dewa melalui handphonenya.

“Dewa yang Agung,,Dewaku,,Dewa yang Agung,,Dewa Pelindungku,,Dewa yang Agung,,Puja kami hanya untukMu,,”

Kami pun ikut melantunkan itu sepanjang malam ini,menunjukkan rasa sayang kami pada Dewa.

Aku berterimakasih pada Dewa,karena diriNya,aku bisa menjadi kuat seperti ini.Aku bisa melalui semua rintangan yang ada berkat bantuanNya.Sungguh,aku berterimakasih padaMu.Terimakasih Dewaku yang Agung.

Komentar

  1. Ini terlalu hardcore 👎

    BalasHapus
  2. Udah lewat sebulan ni hu ga update

    BalasHapus
  3. Njir ini sih dah next level ceritanya. Kayak pinggir jurang wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi,,main dipinggir aja,,jangan sampe nyemplung🙈

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Dewasa

Aku Dan Muridku (Part 1)