Angkot
Hari-hari rasa capek kayaknya gak ilang-ilang dari hidup aku.Udah gitu,cuaca gak ada sejuknya setiap hari.Mana disini banyak debu lagi,,huft.
Gini lah hidup aku sebagai mahasiswi.Hampir tiap hari harus bolak-balik kampus.Capek plus pusing udah makanan buat aku tiap selesai kegiatan di kampus.Belum lagi,capek + pusingku makin double setiap perjalananku menuju rumah.Dan itu dimulai di terminal ini.Aku selalu pulang dengan naik angkot ke rumahku.Itu terpaksa aku lakukan karena aku belum punya kendaraan pribadi,atau dengan kata lain,aku lahir dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan.Aku hanya tinggal berdua dengan ibuku,sedang ayahku gak tau dimana.Bahkan siapa ayahku aja gak tau.Kenapa bisa gitu,soalnya dulu saat sebelum ibu hamil,ibu kerja jadi relawan sosial ketika ada bencana,atau spesifiknya,tugas beliau dulu sering nemenin para korban bencana di tempat penampungan.Mulai dari memberi motivasi,bantuan pangan,dan tentu saja dalam hal seks.Dan kebetulan pada waktu itu,lagi banyak bencana alam yang terjadi,jadi ya wajar kalo aku gak tau siapa ayahku.Tapi gak apa lah,toh banyak juga kok yang kayak aku di dunia ini.
Dengan background yang seperti itu,aku udah biasa ngejalanin hari-hari seperti ini.Ya walaupun kalo dijalanin,capek juga.Tapi pas udah sampe rumah,rasa capek itu langsung ilang.Nah yang masalahnya,aku masih di tengah perjalanan pulang.
Kaki aku udah mulai pegel,karena harus jalan dari kampus aku menuju terminal ini.Udah gitu,pas sampe di terminal,kaki aku masih harus tetap jalan lagi.Apalagi kalo bukan buat nyari angkot.Ya walau banyak angkot yang berjejer,tapi gak semua yang siap jalan.Dan biasanya angkot yang siap jalan itu ada diujung terminal ini.Dengan kaki yang mulai kesemutan dan sambil ditemani teriknya matahari,aku terpaksa jalan lagi,sampai akhirnya suara yang khas terdengar oleh telingaku.
“KaliPerek,,KaliPerek,,,!!!”
“Ayo,,Neng,,Bang,,KaliPerek,,,!!!”
Itu dia yang aku cari.Rasa lelahku seketika menghilang,aku lari menuju sumber suara itu.
“Ehh,,Neng,,pelan-pelan,,ntar jatuh itu toket hehehe,,” kata abang-abang kenek sambil melirik ke arah toketku.
“Langsung berangkat Bang,,??” tanyaku dengan nafas yang terengah-engah.
“Langsung Neng,,”
Akhirnya aku bisa cepat pulang.
Tapi kesenanganku hanya sesaat saja.Karena pas aku masuk ke dalam angkot itu,rupanya masih kosong melompong,alias gak ada orang sama sekali.Sialan,aku ditipu.
Ya udahlah,terlanjur duduk di dalam juga.Males lagi nyari angkot lain.Kaki aku juga udah capek banget.Ya walau aku tau bakal lama banget nunggunya,karena di mobil ini cuma ada aku dibelakang dan si supir yang lagi disepong sama seorang perempuan di bangku depan.Aku nunggu aja dah.Agak bosen sih,cuma ya gimana.Padahal Pak supir udah nawarin aku buat join,tapi aku tolak.
Setengah jam lebih berlalu aku bengong sendirian di dalam angkot,bahkan si supir yang tadinya disepong udah kini udah masuk ronde kedua,masih juga belum ada penumpang lain yang masuk menemaniku.Aku mulai berpikir,apa aku cari angkot lain aja ya.
Tak lama setelah aku ada niat mau ganti angkot lain,datang gerombolan anak-anak sekolah menghampiri angkot yang tempati.
“Wey,,masih sepi tuh bro,,masuk-masuk,,” kata seorang anak setelah mengintip kedalam angkot.
Satu-persatu mereka masuk kedalam angkot,membuat angkot hampir terisi penuh.
“Permisi ya kak,,” kata salah satu anak kepadaku.
Posisiku yang tepat dipojok makin tersudut dipenuhi anak-anak sekolah ini.Semua bangku pas terisi,total 8 orang di dalam angkot,termasuk aku.Dan yang uniknya,hanya aku lah satu-satunya perempuan disitu.
“Bang,,udah penuhi nih,,” kata salah satu anak ke sopir angkot.
“Jo,,jalan Jo,,!!” seru sang kenek juga ke sopir.
Melihat angkotnya sudah terisi penuh,adegan senggamanya langsung berhenti.Dan tak lama,angkot pun mulai jalan.Akhirnya setelah sekian lama,aku bisa pulang.Ya walau agak dempet-dempetan di dalam,gapapa lah yang penting aku sampai rumah.
Sepanjang perjalanan,badanku terhimpit tubuh anak yang diduduk di sampingku.Walau terlihat dari celana panjangnya yang masih berwarna biru,tapi dari postur tubuh,mereka cukup bongsor-bongsor.Belum lagi,mereka sangat berisik,terus mengobrol dan bercanda.Aku gak bisa tenang.
Setengah perjalanan,mobil tiba-tiba berhenti.Ternyata ada 2 penumpang lain yang hendak naik.Namun pas angkot berhenti di dekat mereka,mereka ragu.
“Yah rame,,” kata seorang calon penumpang setelah melihat isi angkot yang sudah penuh.
“Masih muat itu Neng,,” kata si supir.
“Iya Kak,,bisa kok,,entar kita pangku hehe,,” timpal anak-anak.
Mereka semua tertawa.
“Gak jadi deh Bang,,kita cari yang lain aja,,”
Tak ambil pusing,si sopir melaju angkotnya kembali.Namun baru berjarak 5 meter,angkot kembali melambat.Kini tampak 2 anak gadis dengan seragam sekolah persis seperti anak-anak yang ada di angkot ini tengah memberi sinyal tangan di pinggir jalan.Mendapat tanda,angkot mulai melambat dan berhenti tepat di depan mereka.Pas angkot berhenti,kedua gadis itu kaget,melihat penumpang didalamnya,begitupun sebaliknya.
“Lah,,elu Nov,,bolos lu ya,,??” kata salah satu anak yang duduk di dekat pintu ke arah dua gadis itu.
“Enak aja,,” jawab Novi.
“Lu juga Din,,??”
“Kita gak bolos,,kita abis kerja tau gak,,” jelas Dinda.
“Neng,,jadi naik gak,,??” sela si supir.
Mereka berdua saling pandang.
“Penuh kayaknya,,” kata Novi.
“Kagak Nov,,bisa kok hehe,,”
Dinda mengintip sekilas ke jendela.
“Penuh semua Nov,,gak ada tempat duduk,,”
“Bisa itu,,masuk aja,,biar gw sama Dodit yang berdiri,,”
Anak itu beserta satu temannya itu kompak keluar,memberi jalan masuk ke dua teman perempuannya itu.
“Silahkan masuk tuan putri,,hehe,,”
Dinda masuk pertama,disusul Novi.Dan pas Novi hendak masuk,kedua anak lelaki yang tadi,dengan jahil meremas pantat Novi yang dalam posisi setengah nunduk.
“Iseng deh,,” kata Novi menyadari pantatnya digrepe.
“Kesempatan Nov hehe,,”
Selepas kedua anak perempuan itu masuk dan kedua anak laki-laki itu berdiri bergelantung di pintu masuk,angkot kembali jalan.
“Lu abis kerja apaan Din,,??” tanya salah satu anak laki-laki ke Dinda.
“Ya ngapain lagi,,ngelonte lah,,” kata Dinda.
“Parah sih lu,,bolos demi ngelonte,,” celetuk anak lainnya.
“Enak aja,,justru kita udah diizinin sama guru,,” kata Novi.
“Siapa Nov,,??”
“Bu Sari,,”
“Ohh pantes,,” kata semua anak laki-laki kompak.
“Eh,,lu kalo gitu,,dapet komisi gak sih,,??”
“Kepo ya lu,,??” sindir Novi.
“Ya penasaran aja kita,,”
“Pokoknya mah ada,,” kata Dinda.
“Tapi kalo dipikir,,enak ya jadi lu berdua,,bayaran modal memek doang,,” celetuk salah satu anak laki.
“Kenapa emangnya,,lu mau ikutan juga,,??” balas Dinda.
“Boleh aja kalo lu mau,,tapi korbannya lobang pantat lu hahaha,,” timpal Novi.
Mereka semua tertawa.
Mereka saling ngobrol dan bercanda satu sama lain sambil terus membahas hal tadi.Aku yang ada disitu,otomatis jadi ikut mendengar isi obrolan mereka.Satu hal yang menarik dari obrolan mereka itu ternyata ada yang masih relate dengan masa sekolahku dulu,yaitu aku juga pernah merasakan apa yang Novi dan Dinda alami.Di jamanku dulu,pas waktu aku juga masih SMP,aku pernah ngelonte persis seperti mereka.Istilahnya aku 'dijual' sesuai arahan dari sekolahku.Itu bisa terjadi karena kebijakan sekolahku dulu yang membuat peraturan bagi para siswinya untuk membayar uang bulanan sekolah/SPP dengan tubuh mereka sendiri.Jadi setiap bulan,aku harus melayani seks ke setiap orang yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.Bagiku jujur kebijakan itu banyak membantu diriku.Aku jadi gak keluar uang lebih seperti murid laki-laki.Bahkan jatuhnya aku tak keluar uang sama sekali untuk kegiatan sekolah.Hanya saja,setiap ada kegiatan lainnya,memekku harus siap sedia.Jadi kadang melelahkan juga.Tapi hanya itu saja menurutku,soalnya kalo aku itung-itung lagi,banyak untungnya aku sekolah cuma modal memek doang.Selain uangku aman,peluang masa depan pun ada.Soalnya jamanku dulu,sekolahku sering kerjasama sama bos-bos korporat.Jadi dulu sering dari kami para siswi disana dapat undangan dari korporasi,dan hasilnya banyak dari teman-temanku yang terpilih.Contohnya aku masih ingat satu teman dekatku,namanya Sania.Dia sekarang sudah kerja di perusahaan korporasi ternama,gara-gara kebijakan itu.Aku masih ingat dia awalnya dapat panggilan dari perusahaan tempat dia kerja sekarang,buat mengisi acara pesta orgy.Dan setelah acara itu,dia mulai sering dapat undangan sampai dia lulus sekolah.Kemudian setelah dia lulus,dia dapat beasiswa dari kantornya buat melanjutkan pendidikannya.Dan enaknya lagi,dia bahkan sudah dapat satu posisi di kantornya,ya walau waktu itu awalnya cuma sebagai budak seks.Tapi yang aku dengar terakhir,kabarnya dia sudah menjadi asisten manager di kantornya.Makanya,pas mendengar obrolan mereka,aku merasa kembali ke masa lalu.Dan aku gak sangka,kebijakan itu ternyata masih dijalankan sampai sekarang.
“Berarti crot dalem dong tadi,,??” tanya salah satu anak laki.
“Iya lah,,kan mereka udah bayar,,terserah mereka,,” kata Novi.
“Mana Nov,,tunjukin dong,,penasaran gw,,” kata anak laki lainnya.
“Enggak ah,,” tolak Novi.
“Ayolah Nov,,” pinta salah satu anak yang duduk di samping Novi.
Anak laki itu mulai menyingkap rok Novi.
“Ihhh,,apa sih,,” kata Novi risih.
“Buka Nov,,kita penasaran,,”
Anak-anak lain mulai ikut memegang seragam Novi.Udah gitu,karena posisi duduknya yang tepat di tengah,tentu pas jadi sasaran empuk anak laki-laki yang ada di sampingnya.Situasi yang sama juga dialami Dinda,duduk tepat di seberang Novi dan juga dihimpit anak laki lain juga membuat dia gak berkutik.
“Din,,buka lah,,kepo nih gw hehe,,” kata anak laki yang duduk tepat di sampingnya.
Dia terus meremas payudara Dinda.
“Iya,,iya,,sabar,,”
Merasa gak bisa melawan,Dinda terpaksa menurut kemauan mereka.Dia perlahan mulai melepas kancing seragamnya.Namun pas dia hendak melepaskan kancing,tiba-tiba kepalanya ditarik oleh anak laki yang duduk di sampingnya.Anak laki itu langsung menyosor bibir Dinda.Bukannya menolak,justru Dinda ikut mengalir meladeni anak laki itu.Mereka bercumbu mesra.Melihat temannya beradegan mesra.Novi mulai terpengaruh.Dia yang awalnya menolak,mulai terbawa suasana setelah bibirnya juga ikut disosor anak lainnya.Suasana pun kian panas,mereka saling bergantian bercumbu sambil perlahan satu-persatu seragam Dinda dan Novi terlepas.
“Wah iya,,masih ada pejunya,,” kata salah satu anak laki sambil membuka selangkangan Novi.
“Tuh kan lu udah liat,,udah ya,,” kata Novi langsung menutup paha lagi.
Setelah Novi menutup pahanya,anak laki yang tengah duduk dihadapannya itu malah tak berhenti.
“Ehh,,ehh,,apa nih Bud,,”
Novi kaget,tubuhnya ditarik turun ke lantai angkot.
“Ngewe yuk Nov,,sange nih gw,,” ajak Budi.
“Apa sih Bud,,lu gak liat tadi,,memek gw masih penuh,,” pekik Novi sambil mendorong tubuh Budi yang terus mencoba memeluknya.
“Biarin Nov,,gw udah kepalang sange nih,,”
Budi dan Novi pun saling dorong.Namun karena tubuh Budi yang lebih besar,membuat Novi kalah tenaga.Tubuh Novi terjatuh terlentang di atas lantai angkot.Untung saja,lantai angkot ini sudah dilapisi karpet.
“Awwww,,sakit,,” pekik Novi.
“Sorry Nov,,gw sange nih,,gw langsung tancepin ya,,”
Belum sempat Novi membalas,Budi dengan cepat mengeluarkan isi celananya dan langsung menancapkan batang penisnya di memek Novi.Jeritan sakit Novi pun langsung berubah menjadi jerit desahan.Dan jeritannya semakin kencang,akibat genjotan Budi yang kian kencang.
Ditengah asiknya Budi menggenjot Novi,tiba-tiba pundak Budi ditepuk temannya yang lain.
“Gantian Bud,,”
Seakan paham,Budi melepas kontolnya dan berpindah posisi dengan temannya,sedang Novi hanya pasrah dirinya mulai digilir.
Disisi lainnya,rupanya Dinda juga tak nganggur begitu saja.Dia tengah sibuk mengulum kontol anak-anak lainnya.Secara bergantian Dinda mengulum kontol mereka semua agar siap menggempur memek dan anus Novi.Aku tercengang melihat mereka melakukan ini semua,di kondisi ruangan angkot yang sempit dan sesak ini,mereka bisa beradegan mesum.Bahkan sampai membuatku tanpa sadar,mulai ikut juga terbawa suasana.Memekku mulai terasa gatal.Tanganku tanpa aku sadari,mulai mengelus halus selangkanganku.Apalagi melihat Novi yang sampai ter-sandwich di depanku,membuatku makin terbuai.Dan yang bikin aku takjub,mereka bermain lepas seakan tak menyadari kalo ada aku disana.
Semua adegan erotis yang ada di depanku itu bergulir sampai tiba-tiba Dinda berkata.
“Nov,,udah mau sampe,,udah yuk,,”
Novi yang tengah digenjot langsung meminta temannya untuk berhenti.
“Udah,,udah,,gw mau pulang,,” kata Novi.
Novi mendorong mundur anak laki yang tengah menindihnya.
“Yah Nov,,kita semua pada belom keluar nih,,” keluh Budi.
“Urusan lu,,” kata Novi cuek.
Novi dan Dinda bergegas kembali memakai pakaiannya lagi.
“Kiri,,kiri Bang,,”
Angkot pun berhenti.
“Udah yak,,gw duluan,,”
Novi dan Dinda berurutan turun dari angkot,meninggalkan kawan-kawannya yang lain.
“Yaelah Nov,,tanggung nih,,” melas anak laki lain.
“Gw capek,,lagian besok juga ada,,”
“Beneran ya,,masuk lu besok,,”
“Iya,,besok terserah kalian dah,,mau pake gw atau Dinda,,”
“Bener ya,,??”
“Iya,,bawel lu,,”
Novi dan Dinda lalu bergantian membayar angkot ke sopir.
“Siapin memek lu Nov,,besok kita bikin longgar memek lu hahahaha,,” kata Budi.
Anak-anak lain ikut tertawa keras.Novi dan Dinda pun hanya membalasnya dengan tersenyum.
“Hati-hati guys dijalan,,” kata Novi dan Dinda sambil melambaikan tangannya ke arah kawannya.
Anak-anak lainnya pun membalas seiring dengan kembali berjalan lagi angkot ini.
“Aduh,,tanggung banget tadi tuh,,” kata Budi.
“Iya Bud,,mana peju gw udah diujung banget tadi padahal,,” balas anak laki lain.
“Bener-bener si Dinda sama Novi,,ditinggal pas lagi ngaceng semua,,” kata anak laki lainnya.
Mereka semua diam mematung sambil mengelus kontolnya masing-masing yang terlanjur tegang.Lucu juga aku lihat tampang-tampang mereka,ditinggal kabur pas lagi konak-konaknya wkwk.Suasana pun berubah,mereka yang sebelumnya riuh,kini jadi sunyi.Walau kasihan,tapi aku suka suasana ini hehe.
Namun kedamaian itu hanya sesaat.Sekilas aku melirik ke mereka.Mereka diam-diam berdiskusi,sambil sesekali melirik ke arahku.Disaat itu,feelingku mulai terasa aneh.Dan benar saja,Budi mulai membisikkan sesuatu ke teman disampingnya,lalu pesan itu berlanjut ke temannya yang duduk tepat di sampingku.Begitu pesan itu sampai ke anak yang duduk disampingku,aku lihat seluruh mata anak-anak ini menatap ke arahku.Disaat itu,aku ketakutan.Aku takut yang aku pikirkan,kejadian.Dan hasilnya benar.
“Kak,,mau bantuin kita gak,,??” tanya anak yang duduk disampingku.
Matanya tajam melihat padaku.Dan bukan hanya dia,semua pun begitu.Aku takut,mereka melihatku seakan aku ini mangsa.Aku tak bisa berbuat apa-apa.Aku tersudut.
“Eeeee,,,,,,,”
Aku bingung mau jawab apa.
Disaat kebingunganku,tanpa aku sadari,anak yang duduk disampingku ini langsung memelukku.Aku pun kaget,dan refleks mendorongnya.Namun dia melawan,dia terus memelukku.Aku setengah mati berusaha lepas dari pelukannya,tapi aku gak sanggup.Tenaganya besar sekali.Aku makin terpojok.Disaat yang sama,aku mulai merasakan ada tangan-tangan lain yang mendarat di tubuhku.Mereka menarik,mencolek bahkan meremas beberapa bagian tubuhku.Aku pun meronta dan berusaha berteriak,namun tak sempat.Bibirku langsung dibungkam.Aku dicumbu mereka secara bergantian.Badanku ditarik kebawah,membuatku duduk di atas alas karpet.Disitu aku dicumbu,wajahku dijilat,toketku diremas-remas bahkan sampai jari jemariku dihisap-isap.Aku hanya bisa pasrah,mereka bermain dengan bagian tubuhku.Disaat itu,aku harap ini tak sampai jauh,namun lagi,prediksiku salah.
‘Sreeetttttttt,,,,,'
Baju kaosku mereka sobek.Celana panjangku ditarik-tarik.Aku mencoba menahan aksi mereka,namun saat aku mau melawan,tanganku mereka pegang erat.Alhasil aku kalah total.Tenagaku kalah,jumlahku kalah,sampai semangatku kalah.Mereka bersemangat sekali menerkamku.Semakin lama aku melawan,semakin aku sadar.Aku tak sanggup,aku menyerah.
Tangan-tangan mereka cepat sekali.Baju dan celanaku sobek tak jelas,bra-ku juga jadi korban.Bra yang baru aku beli,talinya sampai putus,gegara mereka tarik paksa.
Melihat aku sudah setengah telanjang,mereka dengan rakus meraba dadaku secara bergantian.Mereka remas dengan kasar dadaku yang sebenarnya gak terlalu besar ini,membuatku agak sedikit terasa sakit.Pentilku juga jadi korban,mereka cubit dan mereka isap juga bergantian.Itu mereka lakukan terus-menerus.
Setelah mungkin bosan,salah satu diantara anak-anak itu,menarik kakiku.Otomatis membuatku makin tak berdaya.Lalu dengan kasar dia tarik celana dalamku,membuatku kini sudah tak memakai apa-apa lagi.
“Wihhh,,basah bro,,” kata anak laki itu.
Dia memperlihatkan celana dalamku ke teman-temannya yang lain.
“Coba liat bro,,”
Budi meminta celana dalamku.
“Wah iya,,”
Budi lalu menghirup aroma celana dalamku.
“Wangi bro,,”
“Yang bener lu,,coba sini,,”
Celana dalamku di rolling sama mereka.Mereka bergantian memegang dan menghirup celana dalamku.
“Kakak,,aku izin entotin kakak ya,,”
Anak yang tadi menarik celana dalamku itu meminta izin padaku.Jujur aku tak mau,tapi entah kenapa aku gak bisa bilang itu.Aku hanya diam saja.Alhasil,yang dari awal aku takutkan terjadi.Perlahan dia mulai menyentuh memekku dengan kontolnya,dan setengah detik kemudian.
‘bleess,,,'
Kontolnya masuk ke memekku.
Aku menjerit.Kontolnya yang cukup besar,masuk semua kedalam liang wanitaku.Lalu selang sesaat,dia langsung menggenjot ku dengan kencang sekali.Tubuhku bergetar kencang digoyang olehnya.Rasanya campur aduk,enak dan sakit menjadi satu.
“Shhhh,,kak,,memek kakak,,shhh,,enak banget,,”
Dia meracau,sedang aku hanya bisa mendesah kencang.Dia terus menggenjotku,sampai selang tak berapa lama,aku mulai merasa kontolnya berdenyut di memekku.
“Kakak,,shhhh,,aku mau,,,shhh,,keluar nih,,,shhhh,,”
Dan tak lama setelah dia bilang itu,dia keluar.Rahimku terasa penuh,disiram penuh darinya.Dia pun lemas setelah mencabut kontolnya dari memekku.
Aku bersyukur ini berakhir.Tapi sesaat itu aku lupa,kalo masih ada 6 orang lagi yang menunggu.
“Minggir bro,,giliran gw,,”
“Ehhh,,tunggu,,gw dulu,,”
“Gw dulu,,Woy,,!!”
Mereka semua ribut,berebut giliran selanjutnya.
“Udah,,udah,,gini aja,,yang rumahnya dikit lagi mau sampe,,duluan,,biar semua dapet jatah crotin ini perek,,” kata Budi.
“Kalo gitu,,sekarang giliran gw,,dikit lagi rumah gw mau sampe,,” kata Dodit.
“Yaudah giliran lu sekarang Dit,,cepetan,,rumah lu udah keliatan tuh haha,,” kata salah satu anak.
Dodit langsung dengan sigap mengambil posisi.Tubuhku yang baru saja dipakai,langsung dipaksa digenjot lagi.
“Kak,,maaf ya,,aku genjot lagi,,udah mau sampe soalnya hehe,,”
Tak mau berlama-lama lagi,Dodit langsung memasukkan kontolnya ke dalam memekku yang masih penuh peju.Dan sama seperti anak yang tadi.Dia menggenjotku kencang sekali,bahkan telampau kencang.Selangkanganku sakit sekali,beradu dengan tubuhnya.Sungguh sangat menyiksa sekali.Dan lebih parah,aku juga dibuat tak menganggur.Tangan dan mulutku juga dipaksa bekerja melayani kontol mereka.Mereka seakan tak mau kontolnya dingin dan tak mau lemas saat gilirannya datang.
“Kak,,aku mau keluar juga,,shhh,,”
'crooott,,croottt,,'
Kini giliran pejunya Dodit,yang memenuhi rahimku.Dia pun juga lemas setelah ejakulasi.
“Dit,,udah sampe rumah lu tuh,,” kata Budi.
“Eh iya,,kiri,,kiri Bang,,”
Angkot pun berhenti.Dodit pun turun duluan dari yang lain.
“Giliran gw sekarang,,” kata salah satu anak.
Lagi,memekku mereka gilir sesuai urutan mereka turun.Satu-persatu mereka cicipi memekku dan mereka turun dari angkot setelah mereka menyemprotkan pejunya ke dalam rahimku.Itu terus berulang hingga akhirnya menyisakan Budi sebagai orang terakhir.
Aku tak tau sudah berapa lama ini semua,dan sudah sampai dimana ini angkot ini melaju.Aku merasa rumahku sudah terlewat,karena saking panjangnya mereka menggilir tubuhku.
Tubuhku sudah lemas sekali.Bahkan sampai aku sudah tak mampu lagi berteriak keras.Hanya desahan yang keluar dari mulutku,dan itupun kecil.Tanganku sudah tak berkutik,begitupun juga kakiku.Ciumannya dibibirku saja sudah tak sanggup aku balas.
“Kak,,shhh,,aku yang terakhir nih,,shhh,,aku bakal crotin kakak yang banyak,,shhhh,,”
“Kakak,,siap-siap ya,,shhhh,,”
Dia makin mempercepat genjotannya.
“Kak,,keluar nih,,shhh,,ahhhhhhh,,”
‘crotttt,,crootttt,,crrottttt,,,'
Tubuhnya menghentak tubuhku beberapa kali,dan disetiap hentakan aku bisa merasa dengan jelas pejunya menyembur memenuhi rahimku yang kian padat dengan peju.
Setelah dia rasa cukup,dia cabut perlahan kontolnya.Aku bisa merasakan ada cairan yang keluar dari dalam memekku.
“Kak,,makasih ya,,udah mau ngelayanin kita semua hehe,,” katanya.
Dia lalu kembali memakai seragamnya lagi,sedang aku tak berkutik.
'Cekrekk,,'
Dia mengambil foto memekku yang tengah banjir peju dengan handphonenya.
“Oh iya,,”
Dia lalu mengambil handphoneku,lalu mulai membuka isi handphoneku.Sialnya aku lupa kasih password handphoneku,sehingga dia dengan bebas membukanya.Aku kaget dan hendak ingin marah padanya,tapi sekali lagi,aku tak bisa,aku lemas sekali.
“Jangan,,”
Hanya itu yang keluar dari mulutku,dan itupun kecil sekali.
“Tenang aja kak,,aku gak apa-apain,,aku cuma mau minta nomor kakak aja hehe,,”
Ternyata dia hanya ingin nomorku saja.Dan entah itu benar atau tidak,aku tak tau.
“Sudah,,” katanya.
Dia taruh lagi handphoneku.
“Aku pamit ya kak,,”
“Oh iya,,nanti aku chat ya,,kita kenalan lagi,,soalnya aku suka sama kakak hehe,,”
Suka?.
“Eh iya,,lupa,,aku minta semua pakaiannya ya kak,,buat bahan coli aku hehehe,,”
Dia mengambil semua pakaianku tanpa tersisa,lalu setelah itu dia pergi.Kini hanya tersisa tasku.Dibalik aksi isengnya itu,untungnya juga dia masih baik,menyisakan handphone dan dompetku.
Setelah semua ini berakhir,aku lega sekali.Menyisakan tubuhku yang pegal dan sakit sekali.Dan satu lagi,satu kalimat yang diucapkan Budi tadi.Aku penasaran,apa maksud dia tadi.Apa main-main?,atau serius?.Aku malah jadi baper.Aku terus kepikiran ucapannya.Aku malah ngebayangin kalo perkataannya serius,dan ngebayangin kalo aku beneran sama dia.Lucu juga pasti,aku yang sudah kuliah ini dapet pasangan yang masih dibawahku hihi.Aku penasaran,karena aku belum pernah itu sebelumnya.Cuma disisi lain aku sadar,kalo misalnya itu benar,aku harus mau menerima konsekuensinya.Ya contohnya tadi,seks-ku jauh dari kata nikmat.
Karena ulah anak-anak SMP tadi,aku hanya bisa berbaring saja di dalam angkot ini.Sampai tak terasa,perjalanan angkot ini mencapai ujungnya.
“Neng,,udah sampe terminal nih,,” kata supir sambil menoleh ke belakang.
Aku tak menjawabnya.
“Neng,,”
“Iya,,” lirihku.
Dia terus memanggilku,walau aku sudah membalasnya.Mungkin dia tak mendengar,karena suaraku kecil sekali.Dia bahkan sampai turun dari kursi supirnya,lalu menghampiriku.
“Neng,,udah sampe,,” katanya lagi.
Dia memandangiku.Sekali lagi,aku merasakan feeling itu lagi.
“Ya ampun Neng,,diem aja,,”
Dia mulai perlahan masuk.Dan pas dia masuk,feelingku untuk kedua kalinya benar.
“Yaudah,,kalo mau lagi,,bilang aja atuh Neng,,hehehe,,”
Dia menyeringai.Dan saat aku lihat itu,aku tau ini semua belum berakhir.
Pertamaxxx...makasih udah berkenan update suhuu
BalasHapusNahh inii permintaan pembaca langsung di respon mantapp suhu
BalasHapusnahh langsung update 😂
BalasHapusAbis ditanyain mulu😂
HapusMantap udah update lagi
BalasHapusMantap udah update lagi
BalasHapusCerita di posko bencana kayanya juga bagus tuh
BalasHapusOk..nambah 1 list
HapusSuhu dimana engkau update lagi dongg
BalasHapusSaya gak kemana-mana kok😊
HapusAyok hu update dong jang kayak bayar paylater updatenya
BalasHapus😂😂😂😂😂 kyaknya iya huuu
Hapusgass upload lagi hu yang panjang dan intens cerita nya
BalasHapusHmmm ayo huu update suntuk ni
BalasHapus