Iseng

“Apaan sih Don,,Mamah lagi nonton nih,,”


“Hehe,,sorry Mah,,”


Setelah kutegur,anak itu langsung kabur.


Begitu kelakuan anak semata wayangku,Donny namanya.Diumurnya yang sudah 13 tahun atau setara dengan 1 SMP,sifatnya masih saja kekanak-kanakkan.Disaat teman-teman sebayanya sudah belajar dewasa,dia masih manja pada ibunya.Resah aku ngeliat tingkahnya setiap hari.Bermain dan bermain saja kelakuannya.Aku bukannya gak berusaha,tapi entah apa lagi yang harus aku lakukan supaya bisa merubahnya menjadi dewasa.


Nah,salah satu kelakuannya yang membuatku resah yaitu seperti tadi.Dia dengan santainya menempelkan kontolnya diwajahku,sehingga menggangguku yang tengah menonton TV.Itu membuatku sangat kesal.


Jangan salah sangka.Bukannya aku gak suka dilecehkan seperti itu,tapi sekali lagi,aku gak suka sama sifatnya yang masih kekanakan.Maksud aku,aksinya hanya sebatas itu saja,tak seperti anak-anak lain.Aku kasih contoh saja,anak-anak kecil di komplekku saja,biasa melakukan hal itu padaku,namun setelah itu pasti berlanjut.Entah mereka menggrepeku,menciumku,atau bahkan mengajakku bercinta.Tapi anakku berbeda,dia hanya melakukannya dan lalu tiba-tiba langsung kabur.Aku gak tau dia hanya iseng atau memang gak mau melanjutkan aksinya.Tapi yang jelas,aku sebagai seorang wanita merasa sangat kecewa.Aku bukannya gak pernah utarakan,aku sudah pernah kasih tau dia,dan pernah aku didik dia.Aku bilang pada dia,kalo yang dia lakukan itu namanya sebuah ajakan,dan aku kasih tau dia,kalo dia melakukan itu,dia harus melanjutkan aksinya.Tapi dia tak mau mendengarkanku.Selalu saja kabur disaat aku sudah siap.Makanya karena itu terus berulang,dan dia masih tetap gak mau mengerti,aku pun mulai lelah.


Tapi masalah itu belum selesai.Walaupun aku sudah mulai berdamai,namun diluar beda lagi.Mereka gak paham karakter anakku.Alhasil,anakku sering kena marah sama orang lain.Sekali waktu pernah ada kejadian.Waktu itu,aku ajak Donny ke pasar menemaniku belanja.Mengingat dia anak yang super aktif,maka dia aku pegang erat.Namun karena kondisi pasar yang sangat ramai kala itu,peganganku terlepas.Otomatis dia liar kesana kemari.Setengah mati aku cari dia ke penjuru pasar,namun aku gak bisa menemukannya.Kakiku sampai lelah mencarinya.Disaat susah kala itu,beruntung aku sempat dibantu preman-preman pasar disana yang mau membantuku mencari Donny.Dengan imbalan memekku,mereka menggantikanku mencari Donny.Beruntung sekali aku waktu itu,karena jarang sekali mereka mau membantu dengan hanya imbalan bercinta.Biasanya mereka tetap meminta bayaran.Tapi walau hanya modal memekku saja,gak serta merta mulus.10 orang bergantian meminta bayaran ke memekku,mana kalian tau sendiri para preman-preman itu,memekku sampai kebas mereka mainin.Tapi biarlah,memekku yang jadi korban,yang terpenting anakku cepat ketemu.Setelah mereka semua puas memakai tubuhku,salah satu diantara mereka memberi tau aku kalo dia menemukan anakku.Namun dia gak bisa membawa Donny,soalnya katanya Donny tengah ribut dengan seseorang.Panik mendengar itu,aku dibantu preman itu langsung menghampiri lokasi.Sesampainya di lokasi,aku melihat anakku tengah dimarah-marahi oleh seorang perempuan muda yang sudah tak beraturan pakaiannya.Melihat itu,aku langsung menghampiri mereka.


“Eehh,,ehh,,Mbak,,sudah,,sudah,,”


Aku coba melerai perempuan itu.


“Ibu siapa,,??” katanya dengan nada tinggi.


“Saya Ibunya,,Mbak kenapa marah-marah sama anak saya,,??” kataku.


Donny langsung kutarik.Dia pun langsung memelukku,aku lihat dia sangat ketakutan.


“Oh Ibunya,,kasih tau anaknya Bu,,jangan iseng jadi orang,,” makinya.


“Maksud Mbak apa,,??”


“Ibu gak liat nih,,”


Dia membuka lebar memeknya,dan memperlihatkannya padaku.


“Memek saya udah becek gara-gara anak Ibu,,”


“Saya lagi belanja,,tiba-tiba rok sama celana dalam saya dilepas,,terus memek saya dikocok-kocok sama dia,,giliran saya udah becek,,eh dia malah kabur,,untung saya tangkep,,”


Aku kaget,gak tau harus bilang apa.


“Saya udah siap dientot loh Bu tadinya,,taunya anak Ibu malah main-main,,”


“Ajarin Bu anaknya,,waktu saya kebuang nih,,!!”


Dia marah sekali.Aku gak tau mau bilang apa,aku ingin sekali membela diri demi anakku,tapi aku sadar,anakku sendiri lah yang salah.


“Mana baju saya disobek sama dia,,saya kira mau diperkosa,,taunya malah lari,,”


Dia ngomel sambil memakai pakaiannya kembali yang tampak sudah compang-camping.


“Saya laporin aja lah ke polisi,,” ancamnya.


Hah!!.Polisi??.Aku gak terima anakku dilaporkan polisi.Dia baru saja remaja.Aku gak mau dia masuk jeruji.


“Mbak,,jangan Mbak,,”


Aku memelas.


“Ini penganiayaan Bu,,saya akan laporkan anak Ibu,,!!”


Dia masih kekeh.Aku pun bingung dan juga takut.Apalagi melihat raut wajah anakku yang ketakutan dibalik pelukanku,aku gak mau dia berurusan dengan polisi.


Disaat itu,aku merasa terpojok.Aku gak tau harus berbuat apa.Bahkan aku hampir saja pasrah.Namun beruntung ada sosok pahlawan disaat itu.


“Ehh,,Mbak,,Mbak,,jangan,,kasihan,,itu anak masih kecil,,jangan dilaporin lah,,” sela preman yang menemaniku.


“Tapi Mas,,baju saya nih,,sobek-sobek,,” kata perempuan itu.


“Kalo sobek kan bisa diganti sama Ibunya,,” kata preman itu.


“Iya Mbak,,baju Mbak saya ganti semua deh,,tapi tolong jangan lapor anak saya,,”


“Baju sih bisa diganti,,tapi memek saya nih,,udah terlanjur becek,,Ibu mau tanggung sange saya,,!!” bentaknya.


Aku bingung menjawabnya.


“Sudah,,sudah,,sangenya Mbak biar saya yang tanggung,,” kata preman itu.


“Mbak ikut saya kalo mau,,saya ajak ke pos,,disana banyak temen-temen saya,,Mbak mau minta main gaya apa aja,,kita layanin,,”


Perempuan itu langsung terdiam sejenak.Emosi diraut wajahnya pun mulai luntur.


“Ya sudah,,saya ikut Mas aja,,” katanya.


“Tapi baju saya Ibu ganti dulu,,”


“Nah gitu kan enak,,” kata si preman.


Syukurlah,ini semua tak melebar kemana-mana.Walau 300 ribu keluar dari dompetku untuk perempuan itu,tapi aku ikhlas,yang terpenting anakku selamat.


Setelah keributan itu selesai,aku langsung ajak pulang anakku.Sepanjang perjalanan pulang,dia terus memelukku.Aku mengerti apa yang dirasakan,rasa takut pasti tengah menyelimuti pikirannya.Aku elus halus terus rambutnya,agar dia tenang.Aku sengaja tak mengeluarkan satu kata pun sampai kita sampai dirumah.Aku takut melukai perasaannya. 


Sesampainya dirumah,dia langsung lari ke kamarnya dan mengurung dirinya.Selama seminggu dia menjaga jarak denganku.Aku khawatir padanya.Perlahan aku mencoba mendekatinya.Walau agak sulit awalnya,tapi perlahan dia mulai membuka dirinya.Aku sengaja tak membahas kejadian itu sampai kurasa dia mulai bisa kuajak bicara.Dan setelah beberapa hari,aku coba bertanya padanya.


“Sayang,,maaf,,Mamah mau tanya sama kamu,,boleh,,??”


“Tanya apa Mah,,??”


“Soal kejadian yang lalu,,”


Dia yang tengah fokus bermain dengan handphone,tiba-tiba menoleh kearahku.


“Yang mana,,??”


“Yang waktu itu,,yang di pasar,,”


Dia membuang wajahnya kembali menatap handphonenya.Namun aku sekilas melihat raut wajahnya yang sedikit berubah.


“Kamu kok bisa dimarahi sama kakak itu,,??”


Dia tak menjawab,malah dia membelakangiku.


Saat itu aku sadar,dia tersinggung.Tapi di dalam hatiku,aku masih penasaran.


“Kenapa sayang,,??”


Aku coba memegang pundaknya,namun tubuhnya menghindar.


“Aku gak mau bahas itu Mah,,”


“Kenapa,,?? Ceritakan sama Mamah,,”


Dia hanya membalas dengan menggelengkan kepalanya.


Aku semakin khawatir padanya.Kayak ada sesuatu hal yang dia sembunyikan.Dan aku jadi makin penasaran.Tapi melihat respon darinya,membuatku mencoba belajar sabar.Aku gak boleh gegabah.Dia masih trauma nampaknya.Aku gak boleh memaksanya.Dan aku harus kasih waktu lagi padanya.


“Ya sudah,,Mamah minta maaf,,Mamah gak akan tanya hal ini lagi,,Maafin Mamah ya sayang,,”


Kupeluk dia.Aku ingin tunjukkan padanya,kalo aku akan selalu disampingnya.


Setelah itu,aku tak lagi membahas peristiwa itu.Lalu berjalannya waktu,semua kembali seperti semula.Karakter Donny kembali.Dia kembali riang dan penuh ceria.Aku pun melihatnya juga senang.


Namun tak sampai seminggu,kejadian yang hampir mirip terulang.Kala itu,sore hari,Donny tiba-tiba masuk ke rumah sambil menangis.Dia berlari sampai masuk ke kamarnya sendiri,dan lalu mengunci dirinya.Aku yang melihat itu pun panik.


“Sayang,,kamu kenapa,,??”


Aku gedor-gedor pintu kamarnya,namun tak kunjung dia buka.Malah suara tangisannya makin kencang menggema.Aku pun makin histeris.Kenapa dia bisa menangis kencang begitu?.Aku ingin tau.


“Sayang,,buka,,sayang,,”


Pintu aku gedor terus,bahkan gagang pintu aku coba buka.Tapi dia tetap tak mau membukanya.Aku bahkan hampir ikut menangis karenanya.Aku khawatir sekali.Kupanggil terus namanya,namun tangisannya yang membalas.Sampai akhirnya tenaga dan suaraku habis,begitupun dengannya.


Saat aku ingin memanggilnya lagi,tiba-tiba ada seseorang yang datang.


“Permisi,,Bu Nia,,”


Ada menoleh ke arah pintu,ternyata ada Bu Ratna tengah berdiri disana memanggilku.


Kuhapus bekas air mataku,dan langsung kuhampiri dia.


“Ehh,,Bu Ratna,,masuk Bu,,”


Kupersilahkan dia duduk di sofa.


“Ibu gapapa,,??” tanyanya.


Dia tampaknya melihat wajahku yang masih ada sisa tetesan air mata.


“Gapapa Bu,,”


Aku coba bersikap seolah tak terjadi apa-apa.


“Ada apa ya Bu datang kemari,,??” tanyaku.


“Gini Bu,,saya mau minta maaf sebelumnya,,”


“Saya cuma mau tanya keadaan Donny,,”


“Emangnya anak saya kenapa ya Bu,,??”


Bu Ratna sempat diam dan menghela nafas sejenak.


“Sebelumnya saya minta maaf,,saya gak bermaksud membuatnya menangis,,”


Kepalanya tertunduk.


“Saya awalnya hanya ingin mengajak dia,,tapi saya gak tau kalo dia gak suka,,”


“Maksud Ibu,,??”


“Jadi tadi,,Donny main ke rumah saya,,terus main sama Faris,,”


“Awalnya biasa,,mereka main game,,cuma gak tau kenapa,,tiba-tiba memek saya gatel Bu,,yaudah saya ajak mereka berdua buat bantuin saya,,tapi Donny nolak,,ya jadinya saya main sama anak saya,,sedang dia main game sendiri,,”


“Nah pas lagi main,,saya gak enak sama Donny,,saya rayu terus dia supaya gabung,,tapi dia nolak terus,,saya jadi penasaran,,soalnya gak kali ini aja dia nolak terus,,terus saya bisik-bisik sama Faris,,kenapa dia gak mau,,dia jawab gak tau,,”


“Yaudah abis Faris ngecrot,,mereka lanjut main sampai anak saya ketiduran,,nah pas Faris tidur,,saya iseng deketin Donny,,saya coba goda dia,,ternyata dia ngerespon,,bahkan dia sempet ngeluarin kontolnya ke saya,,nah pas ngeliat itu,,saya pikir dia juga lagi sange,,yaudah langsung saya peluk aja dia,,terus saya pegang kontolnya,,cuma pas saya pegang,,dia tiba-tiba teriak,,terus ngedorong saya,,abis itu dia lari keluar rumah,,”


“Karena gak tega,,saya coba kejar dia,,sampai akhirnya kesini,,”


Aku pun shock mendengarnya.Akhirnya aku tau penyebabnya.


“Makanya saya jadi khawatir sama Donny Bu,,saya takut kalo saya punya salah sama dia,,”


“Astaga,,saya baru tau Bu,,saya juga bingung kenapa dia langsung masuk ke kamarnya sambil nangis,,” kataku.


“Maaf ya Bu,,saya gak bermaksud melukai Donny,,saya cuma mau ngajak ngewe aja awalnya,,”


“Gapapa Bu,,maklum saja Bu,,dia masih kecil,,mungkin dia kaget saja tadi,,soalnya dia belum pernah begitu,,”


Bu Ratna kaget mendengar penjelasanku.


“Belum pernah Bu,,?? Masa sih,,??”


Astaga,aku keceplosan.Aku gak sengaja cerita hal ini ke dia.


“Maksud saya,,dia belum pernah main sama Ibu sebelumnya,,mungkin dia kaget Ibu ngajakin dia langsung begitu,,”


“Oh saya kira dia masih perjaka,,”


“Iya sih,,saya juga rasa cara saya tadi agak ekstrim ke dia,,apalagi baru pertama kali saya ajak dia ngewe,,”


“Ya mungkin anak saya gak enakkan atau salah tingkah Bu,,maklum lah,,Donny emang anaknya pendiam aslinya,,udah gitu jarang juga keluar anaknya,,”


“Oh iya maaf ya Bu,,saya gak tau,,maklumin saya ya Bu,,perek macam saya ini emang kadang suka gatel tangannya hihi,,” kata Bu Ratna sedikit berkelakar.


“Gapapa kok Bu,,saya bisa ngerti,,”


“Oh iya Bu,,kalo gitu saya izin pamit pulang ya Bu,,maaf sebelumnya,,”


“Buru-buru banget Bu,,??”


“Saya takut Faris udah bangun,,soalnya kalo dia bangun terus saya gak ada dirumah,,bisa diiket di loteng saya sama dia,,”


“Gak bisa kemana-mana ya Bu hihi,,”


“Ya gitu lah,,namanya anak baru puber,,Ibunya dijadiin barang eksperimen sama dia hihi,,”


“Mending cuma diiket ya,,ini kadang sampe dipake seharian loh Bu,,” katanya.


“Haha,,enak dong,,”


“Nggak juga sih Bu,,malah jadi ngerepotin,,urusan rumah tangga saya yang lain jadi korbannya,,”


“Haha,,sabar ya Bu,,sama,,saya juga kok,,”


“Ya sudah Bu,,saya pamit ya,,tolong sampaikan maaf saya ya Bu ke Donny,,sama lain kali main lagi ke rumah ya,,takutnya Faris mikir yang enggak-enggak kalo Donny gak mampir lagi,,”


“Iya Bu,,nanti saya sampein,,”


“Makasih ya Bu,,saya permisi dulu,,”


“Ya Bu,,hati-hati,,”


Bu Ratna akhirnya pulang kembali ke rumahnya.


Aku akhirnya tau penyebabnya.Namun aku masih bingung harus berbuat apa,meskipun ini sudah kedua kalinya.


Dan sama seperti yang lalu,saat aku bahas masalahnya,dia selalu menghindar.Aku pun jadi bosan bertanya terus padanya.Bahkan aku pun sudah di titik tak tertarik lagi membahasnya,karena kejadian seperti ini hampir sering terulang.Kini,aku biarkan dia melakukan apa yang dia suka,walau terkadang aku sendiri lelah juga menjelaskannya ke orang-orang.


Dan karena keputusanku itulah,kejadian di awal ceritaku terjadi.


Seperti biasa,setelah dia mengganggu aktivitasku,dia pergi entah kemana.Aku menyerah mengejarnya.Toh,dia bakal kembali pulang.Dan benar,setelah rembulan sudah di atas langit,dia pulang.


“Kamu kemana lagi tadi,,??” tanyaku.


“Main,,” katanya.


“Yaudah,,mandi dulu gih sana,,abis itu makan,,udah Mamah siapin makanan itu di meja,,”


“Iya,,”


Dia langsung pergi ke belakang menuruti perintahku.Sementara dia kebelakang,aku ke depan.Seperti biasa aku mengecek kondisi diluar rumahku,karena sering kali ada saja perempuan yang mendatangi rumah kami.Dan penyebabnya apalagi kalau bukan keisengan anakku.


Aku intip sesekali dari balik tirai,sambil berharap tak ada yang datang.


“Mah,,ini jus punya siapa,,??” teriaknya.


“Punya Mamah,,kalo kamu mau,,minum aja,,”


Tak ada balasan darinya.


Aku pun kembali mengintai sekitar.Kutunggui hampir sekitar 5 menit,tak ada tanda-tanda yang datang.Aku pun lega.Saat semua kurasa aman,aku kembali bersantai.Saat aku ini duduk kembali di sofa,aku baru sadar kalo aku masih punya jus yang tadi belum kuhabisi.Semoga saja Donny tak minum semua,soalnya aku rada haus juga setelah mengintai.Sampai di dapur,ternyata jus yang baru setengah ku minum tampak belum habis.Kayaknya Donny gak jadi minum jus tomat punya ku.Namun pas aku ambil gelasnya,terlihat sebuah cairan kental berwarna putih di atas jus tomat ku.Dan bahkan bukan hanya di dalam gelas,tapi ada sebagian yang menempel di tepi gelas.Saat kucium,terhembus aroma yang kukenal.Ya,itu sperma.Ternyata dia tidak meminumnya,malah menambahnya.Betul-betul anak itu,jus tomatku kini yang jadi korban.Kelakuannya sungguh bikin jengkel dan bikin penasaran.Contohnya ini,dia membuatku penasaran ingin mencoba ide isengnya.Kuicip jus itu,dan ternyata benar,sungguh lezat.Rasa manis bercampur asin,jadi membuat jus tomatku ini lebih enak.Kutenggak habis jus itu.Aku jadi ketagihan,aku mau mencobanya lagi.Tapi aku baru sadar,memintanya langsung tak semudah yang kukira.


Setelah dia selesai mandi,kami pun menyantap makan malam.Disela makan,seperti biasa kutanya kegiatannya hari ini.


“Kamu abis dari mana tadi,,??”


“Dari rumah Faris,,”


Rumah Faris??.Apakah dia sudah tak lagi trauma??.


“Faris,,??”


“Iya,,”


“Ada Tante Ratna disitu,,??”


“Ada,,”


“Kamu baik-baik aja kan sama Tante Ratna,,??”


“Baik,,”


Dia hanya menjawab singkat.Aku ingin sekali bertanya lebih jauh,tapi entah kenapa aku tak bisa.Alhasil aku terdiam sejenak.Aku takut dia tersinggung kalo aku bertanya lebih dalam.Tapi di momen ini,aku gak mau ada gap lagi.


“Oh iya sayang,,tadi jus Mamah kamu tambahin susu ya,,??”


Dia yang tengah fokus menyatap makanannya,beralih menatapku.


“Iya,,”


“Ohh,,” kataku sambil menyantap lagi makananku.


Kami terdiam sejenak,sampai dia tiba-tiba bertanya.


“Mamah suka,,??”


“Suka,,”


Aku bisa melihat sekilas dia sempat tersenyum kecil.


“Tapi kok rasanya agak beda ya,,rada asin gitu,,”


Aku bisa dengar tawa kecilnya walau dia tutupi.


“Kamu beli dimana sih,,??”


“Aku gak beli,,bikin sendiri,,”


“Bikin,,?? Resepnya apa sayang,,Mamah pengen tau dong,,”


“Eits,,gak boleh,,itu resep rahasia aku,,”


“Ihh pelit,,”


“Mamah emang mau lagi,,??”


“Mau dong,,Mamah suka banget rasanya,,”


Dia makin tersenyum lebar.


“Yaudah nanti aku bikin lagi deh,,tapi Mamah gak boleh liat,,”


“Kok gitu,,??”


“Kan ini resep rahasia aku,,pokoknya nanti Mamah bilang aja lagi kalo mau ya,,”


“Oh iya deh,,”


Sandiwaraku berhasil.Wajahnya berubah cerah.Makannya pun makin lahap.Aku senang melihatnya.

Komentar

  1. Ini masih bersambung ya,,gw sengaja post mumpung gw lagi ada ide aja (takut ilang lagi idenya kalo gak dipost)๐Ÿ˜ dan sekalian biar pembaca yang lain kasih saran kelanjutannya๐Ÿ™..soalnya gw mau kerjain konten yang lain dulu๐Ÿ™๐Ÿ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya,,nanti update lanjutannya gak gw post baru,,gw lanjutin di post ini aja,,jadi sering liat-liat aja post ini,,siapa tau tulisannya nambah๐Ÿ˜๐Ÿ˜

      Hapus
  2. mungkin kelanjutannya anak nya diajarkan biar ga kabur kabur? ๐Ÿค”

    BalasHapus
  3. Bagusnya sih cerita2 sebelumnya yg dilanjutkan cth: aku dan muridku yg audiance yg lebih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju…. Kalau terlalu banyak cwrita bersambung terus nggak selesai takutnya pembaca bingung. Ini pendapat saya saja tapi kembali lagi ke pemilik cerita

      Hapus
    2. Setuju sekaliii

      Hapus
    3. Wahh pendapatnya sangat setuju sangat

      Hapus
  4. Menunggu cerita selanjutnyaa

    BalasHapus
  5. 8 bulan menunggu buk guru rina belum juga muncul ๐Ÿ˜ฅ

    BalasHapus
    Balasan
    1. ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

      Hapus
    2. Ayo ding hu buk guru rinanya๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
  6. Udah pergantian bulan ni hu

    BalasHapus
  7. Kalo mau request gimana?

    BalasHapus
  8. Udah pas 1 bulan nih hu

    BalasHapus
  9. Buat cerita tentang guru sama anak sd lagi dong hu

    BalasHapus
  10. Udah lewat 2 hari ni hu 1 bulannya

    BalasHapus
  11. Yahh udah lewat sebulan belum ada tanda-tanda ๐Ÿ˜ฅ

    BalasHapus
  12. akankah ada edisi HUT RI? wkwk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Dewasa

Aku Dan Muridku (Part 1)

Puasa