Belajar Dewasa
“Kamu tuh ya,,udah gede masih aja minta gendong,,”
“Mila capek Ma,,hihi,,”
Di kala senja,Dina tampak menikmati sekali waktu bersama dengan putri kandungnya sendiri.Mereka berdua tengah berjalan santai di sekitar taman,menikmati momen sebuah keluarga.
“Ya tapi kamu makin berat tau,,” kata Dina sambil mencubit halus pipi anaknya.
“Aww,,cakit,,”
“Kan cebental doang Ma,,” kata Mila manja.
Dina hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya.
Dina hanya bisa pasrah,dipaksa terus menggendong putri semata wayangnya itu.Walau terpaksa,di dalam hati Dina,justru senang,dia menjadi kian dekat dengan Mila.Dia pandang wajah anaknya itu dengan penuh kasih.
“Gak nyangka ya sayang,,kamu udah mau 4 tahun aja,,” kata Dina sambil mengusap halus rambut Mila.
Mila pun menatap balik ibunya,dan tersenyum.
“Mila cayank Mama,,”
Mila memeluk erat ibunya.Dina membalas dengan terus mengelus tubuh putrinya yang tengah dia gendong itu dengan kasih sayang.
Hari itu seakan makin terasa sempurna bagi Dina.Waktu bersama dengan putrinya,penuh dengan aura harmonis.
Momen yang indah itu sungguh tak terasa mereka lalui hingga sang mentari mulai menyembunyikan dirinya.
“Sayang,,kita pulang yuk,,udah mau malam,,”
Mila tersenyum dan mengangguk, mengikuti kata ibunya.
Namun baru selangkah,tiba-tiba dari arah belakang Dina,seorang laki-laki setengah berlari menghampiri sambil memanggil Dina.
“Mbak,,mbak,,tunggu,,”
Dina pun refleks menoleh kebelakang.Dan saat Dina menoleh,tampak seorang laki-laki yang sudah setengah telanjang dengan kontolnya yang tengah ngaceng.
“Mbak,,maaf ganggu,,” kata laki-laki itu dengan nafas terengah-engah.
“Ada apa ya Mas,,??” tanya Dina.
“Mbak,,maaf,,boleh minta waktunya sebentar gak,,??”
Melihat laki-laki dengan kondisi seperti itu tiba-tiba bertanya kepadanya,Dina seakan sudah tau arahnya mau kemana.
“Buat apa ya Mas,,??” tanya Dina.
“Eee,,gini Mbak,,eee,,” laki-laki itu agak sedikit gugup.
“Tadi saya ngeliatin Mbak jalan-jalan disini,,bikin saya sange,,jadi,,,,”
“Mbak mau gak ngentot sama saya,,??” pinta laki-laki itu.
Sebuah permintaan yang klise di dunia ini.Dina tersenyum.Sebagai perempuan,dia merasa tersentuh.
“Oh,,boleh Mas,,” jawab Dina sambil tersenyum.
“Kalo gitu Mas ikut saya aja ke rumah,,” ajak Dina.
Namun saat Dina akan beranjak,tangannya tiba-tiba ditahan oleh laki-laki misterius itu.
“Tunggu Mbak,,”
Langkah Dina terhenti.
“Kita main disini aja,,saya udah ngaceng banget nih,,” kata laki-laki itu sambil mengocok kontolnya.
Dina seketika kaget,namun setelah melihat kondisi laki-laki yang tepat dihadapan,Dina paham.
“Yaudah deh,,ayuk Mas,,” kata Dina sambil tersenyum menggoda.
“Sayang,,kamu turun dulu ya,,Mama mau main nih,,hihi,,” kata Dina ke Mila.
Dina lalu menurunkan anaknya.Di sisi lain,Mila pun hanya diam tak merespon.Walau masih sangat kecil,Mila tau situasi ini.
Tak butuh waktu lama,setelah Dina melepaskan Mila,tubuhnya langsung ditarik laki-laki asing itu dengan kasar,alhasil Dina pun jatuh terlentang diatas tanah.Tak sampai situ,baju dan serta celana hotpants Dina dilucuti secara paksa,membuat Dina akhirnya telanjang bulat.Lalu dengan kondisi seperti itu,dengan cepat,laki-laki itu langsung menancapkan kontolnya ke dalam memek Dina.
“Aahhhh,,,”
Dina mendesah keras,memeknya dihantam penis.Laki-laki itu pun langsung menggenjot Dina dengan tempo tinggi,membuat Dina makin tak berdaya.Dina makin kencang teriak.
“Ssttt,,jangan kenceng-kenceng Anjing,,shhh,,!!!” bentak laki-laki itu ke Dina.
Desahan Dina tertahan oleh tangan laki-laki itu yang menutup mulutnya.Namun walau sudah dibentak dan disumpal mulutnya,tetap saja Dina tak bisa menahan erangannya.Wajar saja,digenjot dengan kasar dan dengan kontol yang lumayan besar,membuat Dina langsung ketagihan.
“Sshh,,oh iya,,Mbak,,shhh,,lupa saya tadi,,kita belum kenalan,,,shhh,,nama Mbak siapa,,??” tanya laki-laki asing itu sambil tetap menggenjot Dina.
Laki-laki itu membuka dekapan tangannya di mulut Dina.
“Ahhh,,saya,,,shhhh,,Dina,,sshhh,,Mas,,” jawab Dina.
“Mas,,sshhh,,,sendiri,,ahhh,,siapa,,??” Dina balik bertanya.
“Saya Agus,,Mbak,,shhh,,”
“Mbak tinggal di komplek ini,,??” tanya Agus.
“Shh,,iya Mas,,ahh,,rumah saya di blok C,,ahhh,,Mas sendiri,,shhh,,??”
“Saya di komplek sebelah Mbak,,”
“Tapi kok,,saya baru liat Mbak ya disini,,??”
“Masa sih Mas,,ahhh,,”
“Iya Mbak,,baru kali ini saya ngeliat Mbak,,padahal saya sering nongkrong di komplek ini,,dan rata-rata ibu-ibu disini udah pernah saya cicipin semua memeknya,,”
“Saya sering dirumah Mas,,shhh,,maklum Mas,,saya single parent soalnya,,shhh,,”
“Ohh,,pantes,,”
“Itu anaknya ya Mbak,,??” tanya Agus sambil melirik ke arah Mila.
“Shhh,,iya,,namanya Mila,,anak saya satu-satunya,,ahhh,,”
“Cantik ya,,kayak ibunya hehe,,” puji Agus.
“Sayang,,kenalin,,shhh,,ini Om Agus,,ahhh,,ayo salim sayang,,shhh,,”
Mila yang tengah duduk diam,berdiri dan menghampiri ibunya dan Agus.Kemudian seperti yang disuruh ibunya,Mila mencium tangan Agus dan berkenalan.
“Aku Mila Om,,”
“Sayang,,shh,,maaf ya,,kamu tunggu dulu sebentar,,ahhh,,Om Agus mau pake Mama dulu sebentar,,”
Dengan tatapan polosnya,Mila hanya mengangguk pelan ke Dina.
“Gapapa ini Mbak,,anak Mbak,,ngeliat kita begini,,??” tanya Agus.
“Gapapa Mas,,shhh,,dia udah sering liat kok,,ahhh,,”
Mendengar jawaban Dina,Agus sedikit kaget.Jarang sekali dia ketemu perempuan yang membiarkan anaknya yang masih kecil,menyaksikan langsung ibunya tengah bersenggama.Namun karena rasa sangenya yang begitu kuat,Agus tak bertanya lebih dalam,dan tetap terus menggenjot Dina.
Disisi lain,Mila yang tengah duduk berdekatan dengan mereka berdua,menjadi gelisah.Tatapan Mila tak lepas melihat ibunya terus digenjot Agus dengan kasar.Walau acap kali dia melihat kejadian ini,baru kali ini dia merasa penasaran.Di dalam otaknya mulai ada rasa ingin tau yang besar.
“Mama,,”
Dengan nada halus,Mila memanggil Mamahnya.
“Mmpphh,,,shhh,,iya sayang,,ahhh,,” balas Dina sambil melirik ke arah Mila yang tepat disampingnya.
“Cakit ya Ma,,??” tanya Mila dengan polosnya.
“Mmpphh,,shhh,,enggak kok,,sshhh,,sayang,,mphhh,,”
Di umurnya yang masih sangat belia,Mila tentu belum paham apa yang sebenarnya sang Ibu tengah rasakan.Namun sangatlah wajar jikalau dia punya pemikiran seperti itu.Melihat Ibunya menjerit dan merintih seperti itu,menurut Mila,ibunya tengah kesakitan.
“Shhhh,,malah,,mmpphh,,enak,,sshhh,,banget,,,mmphh,,kok,,”
Mila heran,Ibunya bilang sebaliknya.
Dia tak tau dan makin tak mengerti,apa yang sebenarnya Ibunya alami.Sorot matanya pun tak lepas memandang Ibunya.Otaknya pun makin dibalut rasa penasaran,apalagi setelah itu,beberapa kali sang Ibu terus meracau.
“Mas,,shhh,,ahhh,,teruss,,Mas,,ahhhh,,”
Dina terus mendesah,memeknya terus dipompa tanpa henti oleh Agus.
“Mas,,terusss,,sshhh,,Mas,,aahhh,,aku mau keluar,,shhh,,ahhh,,,”
“Ahhhh,,,,,,”
Dina klimaks.Tubuhnya kejang-kejang,dan memeknya beberapa menyemprotkan air orgasmenya.
Tak kenal ampun,selesai Dina orgasme,Agus kembali lagi memacu memek Dina tanpa henti,kini dengan gaya yang berbeda.Agus kali ini menghantam memek Dina dengan gaya doggy.
“Shhh,,ahhh,,teruss,,Mas,,ahhh,,,”
Dina kembali mendesah.
Dan sambil didoggy,Dina tiba-tiba menggenggam tangan anaknya.
“Sayang,,shhh,,ahhh,,ini,,mmphhh,,enak,,shhh,,banget,,ahhhh,,”
Dina mendesah tepat dihadapan anak kandungnya.Mila pun hanya terdiam,tak tau harus berkata apa.Mila sendiri juga masih bingung akan apa yang terjadi.Walau sebenarnya dia sudah sering melihat adegan ini sebelumnya,tapi dia masih tak mengerti.Mila hanya bisa memandang mereka berdua 'bermain'.
“Shhh,,Mbak,,saya mau keluar nih,,shhh,,” desah Agus.
Agus sudah mulai gemetar,kontolnya pun sudah mulai berdenyut kencang di dalam memek Dina.
“Keluar aja Mas,,ahhh,,di dalam,,shhh,,” ucap Dina.
Mendapat izin,Agus makin kencang memompa memek Dina,sampai akhirnya dia keluar.
'Crootttt,,crottttt,,,'
Agus ejakulasi di dalam memek Dina.Dan setelah puas,Agus perlahan mencabut kontolnya dari dalam memek Dina,yang juga disertai ambruknya tubuh Dina ke atas tanah.Dina pun gemetaran,sisa pertempurannya dengan Agus.Memeknya banjir,mengeluarkan beberapa tetes peju Agus.
“Ma,,,,”
Mila memanggil Ibunya dengan pelan.Dina tak membalas,dan hanya menatap wajah anaknya dengan tatapan sayu.
Mila merasa khawatir dengan Ibunya.Melihat sang Bunda terkapar tak berdaya dihadapannya,membuat hati Mila cemas.Jemari Mila makin erat menggenggam tangan Dina.
“Mbak,,makasih ya,,” ucap Agus.
“Kalo gitu,,saya pamit dulu,,,”
“Tunggu Mas,,,” ucap Dina.
Dina yang sebelumnya terkulai,perlahan mulai bangkit.Dina lalu mendekat ke arah Agus yang sudah setengah berdiri.
“Kontol Mas belum saya bersihin,,”
Dina meraih kontol Agus yang sudah lemas,kemudian dia emut dengan mulutnya.Dina seakan tak mau kehilangan setiap tetes air mani dari kontol Agus.Dan Agus pun,kembali meringis pelan.
“Sayang,,ingat ya,,kalo abis main,,jangan lupa dibersihin,,hihi,,” ucap Dina sambil melirik ke arah Mila.
Mila hanya diam dan menatap dengan polos,sedang Agus justru kaget.
“Mbak,,!!”
“Gapapa Mas,,”
Agus makin kaget,mendengar respon Dina.
“Liat ya sayang,,ini,,namanya peju,,” kata Dina sambil memperhatikan setetes cairan kental yang menempel di kepala kontol Agus ke arah Mila.
“Ini gak boleh dibuang sayang,,dan harus dibersihin,,”
“Nah,,caranya itu,,kita harus jilat sayang,,kayak gini,,”
Setetes peju yang sebelumnya Dina kasih unjuk ke Mila itu langsung dia jilat sesuai omongannya.
Mila yang melihat itu hanya diam,namun sorot matanya tak lepas dari adegan yang dipraktekkan oleh Ibunya.
“Nah,,bersih kan,,hihi,,” ucap Dina.
Kontol Agus kini sudah bersih,tak ada lagi tetesan peju yang menempel di sekitar batangnya.
“Mbak,,udah Mbak,,”
Agus tampak mulai panik,dia mulai merasa tak nyaman,apalagi dia mulai merasa dijadikan objek oleh Dina.
“Tunggu Mas,,” sela Dina.
“Masih belum selesai,,”
Agus pasrah.Keinginannya untuk segera pergi,tertahan.Dia tak bisa kemana-mana,mengingat kontolnya masih dipegang Dina.
“Sayang,,sini deh,,”
Dina memanggil anaknya untuk mendekat.
“Nah kamu liat,,biarpun kontol Om ini udah keliatan bersih,,kamu harus pastiin lagi ya,,jangan sampe masih ada pejunya lagi,,”
“Calanya Ma,,??” tanya Mila polos.
“Caranya gini sayang,,”
Dina tiba-tiba memeras batang kontol Agus dengan pelan,membuat Agus menjerit.Dan akibat perasannya itu,kontol Agus kembali mengeluarkan setetes peju.
“Tuh kan,,masih ada,,” kata Dina.
Mila baru tau.Suatu hal yang baru pertama kali dia pelajari.
“Nah,,sekarang coba kamu yang bersihin sayang,,”
Mila kaget,dan terlebih lagi Agus.
“Mbak,,”
“Gapapa Mas,,biar anak saya belajar,,hihi,,”
Agus mulai heran dan juga makin cemas.
“Ayuk sayang,,” ajak Dina ke anaknya.
Mila pun masih terdiam.Dia masih ragu ajakan Ibunya itu.
“Ayuk,,gapapa sayang,,”
Dina mendorong halus pundak Mila,yang otomatis membuat Mila maju mendekat tepat di hadapan kontol Agus.
“Nah,,coba kamu praktekin yang Mama bilang tadi sayang,,”
Mendapat perintah dari Ibunya,Mila justru gugup.Hatinya diselimuti rasa cemas dan sedikit takut.Mila memandang kontol Agus yang tengah dipegang Ibunya itu dengan sorot mata yang penuh keraguan.Dan sesekali Mila melirik ke arah Agus dengan ketakutan.Agus pun sama,dia bahkan tak berani menatap balik mata Mila.
“Dijilat sayang,,enak loh,,”
Dina lalu mengangkat sedikit kontol Agus,sehingga ujung kontol Agus kini tepat di depan bibir Mila.
Mila hanya bisa terdiam.Baru pertama kali dalam hidupnya,dia sedekat ini dengan alat kelamin laki-laki.Mila memandang penis itu dengan penuh rasa yang campur aduk.Hatinya masih ragu dan takut,namun disisi lain,rasa ingin taunya juga cukup dominan.Dia ingin sekali tau rasanya peju itu seperti apa.Apalagi setelah didoktrin oleh Ibunya,dia makin penasaran.Kata-kata 'enak' semakin tertanam di otaknya.Dan pada akhirnya,mulai timbul rasa percaya dirinya.
Dengan masih diselimuti ketakutan,Mila perlahan menutup mata.Lalu,lidahnya mulai terjulur keluar.Namun setelah itu,Mila malah tak bergerak.Melihat putrinya terdiam,Dina akhirnya yang berinisiatif.Dia tempelkan kontol Agus ke lidah putrinya,dan otomatis membuat Mila terpaksa menjilat setetes peju yang ada di ujung kontol Agus.Lalu setelah memastikan setetes peju itu pindah ke putrinya,Dina menarik lagi kontol Agus dari lidah anaknya.
“Nah,,coba kamu rasain sayang,,”
Mila dengan masih matanya yang terpejam,perlahan dia masukkan cairan asing itu ke dalam mulutnya.Indra pengecapnya sedang berusaha mengolah rasa dari cairan yang baru dia kenal itu.Dan hasilnya,rasa yang 'aneh' menurutnya.Asin,pahit dan sedikit asam bercampur jadi satu.Rasa yang sebenarnya tak dia suka.Namun entah kenapa,semakin lama rasa itu menempel di lidahnya,dia makin suka.
“Enak kan,,??” tanya Dina.
Mila membuka matanya,lalu menatap Ibunya.Kemudian dengan pelan,dia mengangguk.Dina pun tersenyum.
“Inget ya sayang,,kontol Om ini harus bersih,,gak boleh masih ada peju yang nempel,,”
“Kenapa Ma,,??” tanya Mila dengan polosnya.
“Soalnya peju itu lengket sayang,,takutnya kalo masih ada,,nanti nempel di celana Om Agus,,dan kalo udah nempel kan kasihan kontolnya Om Agus,,nanti kontolnya nempel ke celananya Om Agus,,hihi,,”
“Dan sama satu lagi sayang,,dan ini yang paling penting,,peju itu ibarat hadiah dari laki-laki buat kita sebagai perempuan sayang,,”
“Soalnya peju itu cuma laki-laki yang punya,,dan spesial diberikan ke perempuan,,karena dari peju itu banyak sekali manfaat di dalamnya,,”
“Contohnya Ma,,??”
“Satu,,di dalam peju itu banyak sekali zat-zat yang bagus buat imun tubuh,,kedua,,peju itu bagus juga buat kulit kita,,dan ketiga,,dari peju itulah,,kamu bisa ada di dunia ini sayang,,”
“Kok bica Ma,,??” tanya Mila heran.
“Bisa dong sayang,,caranya yang Mama lakuin tadi sama Om Agus,,”
“Ewe ya Ma,,??”
“Iya sayang,,itu cara biar Mama bisa hamil sayang,,”
“Aku mau dong Ma,,”
Dina terkejut,Mila rupanya ingin mencoba yang Dina lakukan sebelumnya.
“Kamu mau nyoba sayang,,??”
“Iya,,abis Mama bilang enak tadi,,”
Dina tersenyum.Dia tak menyangka,Mila ternyata tertarik dengan hal ini.
“Tapi kamu masih kecil sayang,,belum bisa hamil,,”
“Kok gichu,,??”
“Soalnya perut kamu masih kecil sayang,,gak muat buat dedek bayi,,”
“Yahhhh,,,,” Mila kecewa.
Mila tertunduk,dia kecewa tak bisa merasakan apa yang Ibunya alami tadi.Dina yang melihat anaknya kecewa,berusaha menghiburnya.Dina elus kepala anaknya dengan halus agar Mila mengerti.Dina sendiri merasa dilema melihat anaknya.Dia tak menyangka,Mila ingin mencoba juga.Dina jadi merasa bersalah, memperlihatkan hal 'dewasa' tadi tepat dihadapan Mila.Walau sebelumnya sudah sering kali,Dina tak menyangka secepat ini waktunya.
Melihat anaknya tampak murung,Dina tak tega.Lalu entah apa yang dipikirkan Dina,tiba-tiba muncul ide di benaknya.
“Kamu beneran mau nyoba sayang,,??”
Mila yang tertunduk,perlahan menatap Ibunya dan mengangguk pelan.Dina yang melihat itu,langsung mengalihkan pandangannya ke arah Agus.
“Mas,,”
“Mau bantuin saya gak,,??”
Agus bingung,namun didalam hatinya sudah mulai merasakan akan hal yang aneh bakal terjadi.
“Apa Mbak,,??”
“Entotin anak saya Mas,,”
“HAHH!!!,,,”
Agus terkejut dan tak menyangka,kalo hal yang sekilas mengganjal di hatinya,rupanya ini.
“Aduh,,gimana ya Mbak,,”
Agus sendiri bingung dan juga ketakutan.Dia bukan tidak mau dengan ajakan buat 'ngeseks',tapi dengan anak yang masih sekecil itu?,Agus masih mau hidup aman di dunia ini.
“Gapapa Mas,,biar saya yang tanggung jawab,,” rayu Dina.
Biarpun Dina sudah menjamin,Agus masih tetap ragu.
Disaat Agus masih terdiam dengan dibaluti kekhawatiran,Dina diam-diam mulai melancarkan aksinya.
“Sayang,,kalo kamu mau,,sini Mama bantuin,,” ucap Dina ke Mila.
Mila kembali mengangkat wajahnya.
“Pertama,,sebelum kamu ngewe,,kamu harus perhatikan ini dulu sayang,,”
Dina memegang lagi kontolnya Agus.
“Coba kamu liat deh kontol Om ini,,”
Mila lalu mengalihkan pandangannya ke arah kontol Agus.
“Kontol Om Agus ini masih lemes sayang,,kontol Om ini harus ngaceng dulu sebelum ngewe,,”
“Calanya Ma,,??”
“Kamu harus sepong dulu sayang,,”
“Cepong,,???”
“Gini caranya,,”
Dina kemudian memasukkan kontol Agus yang sudah dia pegang sebelumnya ke dalam mulutnya.Lalu setelah masuk,Dina mulai mengulum kontol Agus dengan lidahnya.
“Sluurrrrppp,,sllruuupp,,,gitu sayang,,slurrrppp,,” kata Dina sambil mengulum kontol Agus.
“Kayak Es Klim ya Ma??”
“Betul sayang,,seperti kamu makan es krim,,”
Mila cepat belajar.Dia tau maksud Ibunya,walau hanya dengan melihatnya saja.
“Nah,,jangan lupa,,ini juga sayang,,” ucap Dina sambil menghisap biji peler Agus.
“Itu juga Ma,,??”
“Iya sayang,,”
“Tapi jangan lama-lama ya,,kasihan Om Agus,,”
“Kenapa Ma,,??”
“Kalo dijilat terus bijinya,,nanti ngilu,,hihi,,”
“Coba deh kamu liat Om Agus,,hihi,,”
Mila menaikkan pandangannya ke arah Agus.Dia melihat ekspresi dan raut wajah Agus tampak persis seperti yang Ibunya maksud.
“Iya Ma,,hihi,,” kata Mila sambil tertawa kecil.
“Bener kan,,” ucap Dina.
“Nah,,makanya bijinya Om itu,,diemutnya sebentar aja,,yang penting itu batangnya,,” lanjut Dina.
Mila hanya mengangguk kecil saat dijelaskan Ibunya.Memori otak Mila mulai banyak mendapat ilmu baru.Ilmu yang sebenarnya masih jauh belum layak diusianya yang masih sangat belia.Namun biar begitu,Mila tampak antusias mendengarnya.
“Kamu mau nyoba gak sayang,,??”
Dina kembali merayu Mila.Namun kali ini,Mila mulai sedikit berani.Dia sudah tak malu-malu lagi,karena otaknya sudah mulai terpengaruh hasutan Ibunya.
“Buka mulut kamu sayang,,”
Mila membuka mulutnya lebar-lebar.Lalu Dina mengarahkan kontol Agus ke arah mulut Mila.
'Hap,,'
Kontol Agus kini sudah bersentuhan dengan mulut Mila.
“Hgehe,,anghet,,Ma,, (Gede,,banget,,Ma)” ucap Mila kesulitan,karena terhalang kontol Agus.
Dina hanya tersenyum mendengar Mila.
“Coba kamu isep sayang,,isep kayak kamu makan es krim,,”
Mendengar perintah Ibunya,Mila mulai mencoba menghisap kontol Agus layaknya dia seperti makan es krim.Mila coba menjilat kepala kontol Agus dengan lidahnya,dan sesekali menghisapnya juga.
“Isep yang dalem sayang,,”
Mendengar itu,Mila coba menghisap lebih dalam.Namun pas Mila mencoba memasukan kontol Agus lebih dalam,Mila tak sanggup.
“Uhhhukk,,uhhukkk,,,”
Mila sampai terbatuk-batuk,mulutnya tak sanggup memasukkan lebih banyak lagi kontol Agus ke dalam mulutnya.
“Aku gak bica Ma,,”
Melihat usaha anaknya,Dina membalasnya dengan mengelus kepala Mila.
“Yaudah,,gapapa sayang,,semampu kamu aja,,”
Walau masih dalam kondisi setengah berdiri,tetap saja kontol Agus masih jauh lebih besar untuk ditandingi oleh Mila,tapi Mila tak menyerah,dia malah makin semangat menservis kontol Agus dengan mulutnya.
Disisi lain,Agus pasrah,kontolnya dijadikan objek belajar oleh Mila.Dia setengah mati menahan servis oral dari anak berumur 3 tahun yang baru dia kenal itu.Dan karena masih kecil,sensasinya sangatlah jauh berbeda.Ngilu plus sakit,harus Agus tahan sementara ini.Apalagi saat Mila coba menghisap kontolnya,beberapa kali gigi Mila sering bersinggungan dengan kulit kontolnya yang sensitif.
“Jangan lupa sayang,,bijinya diisep juga,,”
Mila menuruti perintah Ibunya.Bergantian batang dan biji peler Agus dihisap oleh Mila.Dan karena diservis terus-menerus,kontol Agus yang sebelumnya sudah lunglai setelah ngecrot,kembali tegak berdiri.
“Hokh,,hahkin hehas,,Ma,, (Kok,,makin keras,,Ma)” ucap Mila sambil terus menyepong kontol Agus.
Mila merasakan kontol Agus makin terasa keras di dalam mulutnya.
“Cukup sayang,,itu tandanya Om udah siap,,”
Mendengar itu,Mila langsung berhenti menservis kontol Agus dengan mulutnya.
“Telus Ma,,??”
“Nah,,sekarang kamu lepas semua baju kamu sayang,,”
Mila dengan semangat,langsung melepas semua pakaiannya.Kini sudah tak ada lagi rasa malu di dalam diri Mila.Dia sudah sangat siap buat merasakan pengalaman barunya.
“Nah,,kamu tiduran disini sayang,,”
Mila lalu berbaring di atas tanah,tepat disamping Ibunya.
“Nah Mas,,anak saya udah siap tuh,,” ucap Dina ke Agus.
Agus tampak ragu,dia tak menyangka sampai sejauh ini.
“T,,tt,,tapi Mbak,,??”
Agus masih ragu dan juga takut.Dia tak mau kena masalah.Dia takut terkena hukum,jika bercinta dengan Mila.
“Gapapa Mas,,tuh liat,,memek anak saya,,udah nungguin loh,,” Ucap Dina sambil merayu Agus dengan membuka paha Mila ke hadapan Agus.
Mata Agus pun terhipnotis,pandangannya teralihkan melihat memek Mila yang masih sangat ranum.Vagina anak kecil yang masih rapat dan belum dihiasi bulu,membuat penis Agus makin berdegup kencang.Agus mulai tergoda sedikit,namun tetap rasa takutnya masih terus dipikirannya.
“Di,,di,,sini,,Mbak,,??”
“Iya Mas,,mumpung anak saya mau,,gapapa,,”
“Tapi saya takut Mbak,,”
Agus masih takut.Dia terus-terusan menoleh ke arah sekitar,melihat situasi.Dia takut ada orang yang melihat.
“Gapapa Mas,,mumpung sepi juga,,”
Memang keadaan di taman itu kebetulan lagi sepi,tak seperti biasanya.Ditambah ditempat mereka berada,jauh dari rumah-rumah warga.Dan juga kebetulan,disekitar mereka dikelilingi rumput-rumput hias yang cukup tinggi sebatas pinggang orang dewasa,cukup untuk menghalau pandangan orang jika dilihat dari jauh.
Tapi tetap saja Agus masih ragu.Otaknya makin dilema dengan situasi ini.Disatu sisi dia ingin sekali mencoba merasakan sensasi bercinta dengan anak yang masih belia.Tapi disatu sisi,dia juga takut,dia takut kalo tiba-tiba ada orang yang melihat ini,dan melaporkannya ke polisi.
“Saya gak berani Mbak,,saya takut,,”
“Gapapa Mas,,saya yang tanggung jawab,,”
“Tapi kalo nanti ada orang lewat,,gimana Mbak,,??”
“Tenang Mas,,saya yang ngawasin nanti,,”
Agus terus berkelak,dia masih tak berani.Agus terus mencari alasan untuk menolak rencana Dina.
“Aduh Mbak,,sama yang lain aja ya,,”
Dina lalu berdiri,dan menghampiri Agus.
“Mas,,beneran gak mau,,??” tanya Dina.
“Anak saya masih perawan loh itu,,” rayu Dina sambil berbisik di telinga Agus.
“Liat deh,,memeknya,,masih rapetttt banget,,”
“Mas yakin gak mau nyobain,,??”
Dina terus merayu Agus agar dia terhasut.Agus pun mulai luntur tembok pertahanannya.
“Aduh Mbak,,saya gak enak,,takutnya kalo saya perawanin,,Bapaknya marah,,” kata Agus mencari alasan.
“Gapapa Mas,,toh lagipula Mila itu hasil saya digangbang kok,,jadi saya gak tau Bapaknya siapa,,”
“Tapi kan bisa di tes DNA Mbak,,??”
“Saya sengaja gak mau tau Mas siapa Bapaknya,,soalnya saya takut kepikiran,,”
“Tapi kan Mbak,,lebih bagus anak Mbak diperawanin sama Bapak kandungnya sendiri,,”
“Iya sih Mas,,tapi kalo nurutin begitu,,kelamaan Mas,,anak saya udah sange banget tuh,,” bisik Dina sambil melirik ke arah Mila.
Agus diam sejenak,matanya terus memandang tubuh Mila yang sudah telanjang bulat dihadapannya.Semakin dia memandang,semakin dia tergoda.
“Ttt,,tt,,tapi Mbak yakin,,??”
“Mas,,kesempatan loh ini,,kapan lagi bisa ngewe sama anak kecil,,udah gitu masih perawan loh dia,,”
“Tt,,ttt,,tapi Mbak,,??”
“Gak usah takut Mas,,aku tau Mas pengen kan,,??”
“Kasihan loh Mas,,kontol Mas ini udah ngebet banget,,hihi,,” rayu Dina sambil mencolek kontol Agus yang tengah ngaceng.
Agus tak bisa bohong.Dia memang sudah nafsu sekali ingin bercinta.Pertahanannya akhirnya rapuh,setelah terus-menerus dirayu oleh Dina.
“Tapi,,Mbak janji ya,,gak bilang siapa-siapa,,”
“Iya Mas,,saya janji,,”
Akhirnya Agus pun luluh.
“Ayuk Mas,,udah nungguin loh anakku,,”
Dina lalu menuntun Agus untuk mendekat kearah Mila yang sudah sedari tadi menunggu.Kini Agus sudah tepat di depan Mila,kontolnya yang sudah tegang,sekarang hanya berjarak beberapa centimeter saja dari liang vagina Mila.
“Tunggu Mas,,saya kasih licin dulu,,” ucap Dina.
Dina lalu memberi sedikit cairan baby-oil ke sekitar memek Mila,dan dia oleskan secara merata ke sekitar vagina Mila,yang membuat Mila tak sengaja mengeluh halus.
“Dah,,silahkan Mas,,dinikmati memek anak saya,,hihi,,”
Dina mengangkat sedikit paha Mila,sehingga memek anaknya itu makin jelas terbuka dihadapan Agus.Dan Agus yang melihat pemandangan indah itu,hanya bisa menelan ludah.Dia terpukau melihat indahnya vagina yang masih sangat ranum mengkilat tepat di depan matanya.Kontolnya pun makin kencang berdetup,seakan tak tahan ingin segera mencicipi.Disisi lain,Mila terlihat malu-malu saat tubuhnya dipandang terus oleh Agus.Matanya terus menghindar,tak berani menatap Agus.
“Ma,,aku tatut,,”
Mila yang sebelumnya semangat,kembali diselimuti rasa takut.
“Sini,,Mama pangku,,”
Dina lalu mengangkat kepala anaknya,dan kemudian dia taruh kepala anaknya di atas pahanya.Dan sembaring memangku,tangannya mengelus halus rambut Mila,sedangkan tangannya yang satu,menggenggam tangan Mila dengan erat.
“Tenang ya sayang,,gak usah takut,,Mama disini,,”
Dina terus menenangkan hati putri kecilnya itu.
Sorot mata Mila terus memandang Dina yang ada diatasnya,matanya masih menyiratkan ketakutan,dan Dina tau itu.Tapi menurut Dina,ini lah saatnya.
Kemudian,Dina mengalihkan pandangannya ke arah Agus,dan memberi tanda.Dina mengangguk ke Agus,tanda dia mengizinkan Agus untuk bercinta dengan putri kandungnya.Agus yang melihat itu,tak punya pilihan lagi.Dia akhirnya mau melakukannya.
Perlahan Agus mulai menempelkan ujung kontolnya di memek Mila.
“Ma,,,,” lirih Mila.
“Tenang ya sayang,,” balas Dina sambil terus mengelus rambut Mila.
Mila makin ketakutan,saat benda asing itu mulai menyentuh memeknya.Apalagi saat dia lihat,kontol Agus yang besar itu,mulai meraba memeknya.
Dan ketakutan Mila kian besar,saat perlahan memeknya sedikit demi sedikit dimasuki kontol Agus.Matanya terus-menerus menatap Dina,tangannya makin erat memegang tangan Ibunya.
Disisi lain,Agus tak mau gegabah.Dia secara perlahan membuka lobang memek Mila yang masih sangat sempit dengan kontolnya.Mili demi mili,kontol Agus perlahan masuk ke dalam memek Mila,hingga akhirnya dinding tipis yang dicari itu ketemu.Ujung kontol Agus kini sudah bertemu dengan selaput dara Mila.
Walau sudah ketemu,Agus seketika terdiam.Dia memandang Dina yang tepat di seberangnya.Mereka saling pandang,dan tanpa keluar sepatah kata pun,Dina kembali mengangguk pelan.Agus paham maksudnya.Dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Mila yang tengah gugup.
“Dek,,maafin Om ya,,”
Lalu dengan sedikit dorongan,Agus akhirnya mencoba menembus selaput dara Mila.
'sreetttt,,,,,,'
“AAAKKHHHHHHHHHHH!!!!!!!,,,,,”
Mila menjerit kencang.Badannya terangkat.Matanya terbelalak.Tangannya mencengkeram erat tangan Ibunya.Seraya itu pula,darah mulai mengalir keluar dari memek Mila.
Melihat itu,Agus langsung terdiam.Dia tak tega melihat Mila,apalagi pas saat dia lihat kearah kemaluannya yang terus mengeluarkan darah.Agus ingin sekali mencabut kontolnya dari dalam memek Mila,namun tak bisa.Dia terhalang sensasi yang baru dia rasakan sepanjang hidupnya.Baru kali ini,kontolnya merasakan sensasi dijepit yang begitu kuat.Dan bukan hanya dijepit,rasanya seperti terhimpit.Kontol Agus jadi terasa ngilu saat berada di dalam memek Mila.Dan semakin lama didalam,otak Agus makin penasaran.Kontolnya pun makin tak sabar untuk segera bergerak bermain di dalam liang surga Mila.Dan benar saja,Mila seakan tak diberi waktu.Lepas dirinya menjerit,pahanya langsung dipegang Agus.Kemudian Agus pun mulai bergerak memompa Mila.
“AAKKHHHHH,,,” pekik Mila.
Mila kembali teriak dengan kencang,saat Agus mulai menggerakkan kontolnya di dalam memeknya.Air matanya pun mulai mengalir jatuh dari tepi matanya.
“CAAAKKKIIITTTTT,,,,AAAKKKKHHHHHHH,,,,”
Mila terus berteriak sambil menahan rasa sakit.Teriakannya pun makin kencang menggema,membuat Agus mulai khawatir.
“Mbak,,” seru Agus.
Dina paham maksudnya.
“Maaf ya sayang,,”
Dina terpaksa membungkam mulut anaknya.Teriakan Mila tertahan oleh tangan Dina.
“Mmmmmmppppphhhhhhh,,,,,”
Mila tak bisa lagi menjerit,dan bahkan bergerak.Tubuhnya sudah dikuasai Agus dan juga Ibunya.Hanya air mata yang bebas Mila keluarkan.
Agus makin mendapat lampu hijau,apalagi setelah tubuh Mila sudah digenggamnya.Dia makin berani menerobos masuk memek Mila dengan kontolnya.Tempo genjotannya pun makin kencang,sodokannya juga makin dalam.Agus berkali-kali menggali memek Mila dengan kontolnya,mencari sejauh mana kontolnya bisa masuk.Hasilnya,hanya beberapa centimeter saja kontolnya dapat masuk,atau bisa dibilang,hanya kepala kontolnya saja yang dapat masuk.Wajar kalo begitu,karena memang sebenarnya,kontol Agus bukanlah tandingan buat memek Mila yang masih sangat kecil.Dan beruntung,saat Agus sadar kontolnya sudah tak bisa menembus lebih dalam,dia tak memaksa lagi lebih jauh.Agus merasa sudah cukup,bahkan walau hanya dapat masuk sedikit saja,sensasi jauh lebih nikmat dibanding bercinta dengan wanita lainnya.
Mila pun hanya bisa pasrah,tubuhnya makin dikuasai oleh Agus.Dia hanya bisa menahan rasa sakit di tubuhnya,dan terlebih di area kemaluannya.
Waktu makin berjalan,seraya Agus terus menggenjot memek Mila.Dan tanpa sadar,rintihan Mila pun mulai perlahan memudar,berganti eluhan halus.Mila mulai merasakan hal yang aneh di tubuhnya.Badannya mulai hangat,rasa sakitnya mulai pudar,berganti menjadi rasa nikmat.Otot vaginanya juga mulai lemas,seiring dengan tubuhnya yang mulai rileks.
Dina yang melihat itu,tersenyum kecil.Dia tau apa kini tengah dirasakan putri kecilnya itu.Dia tau kalo tubuh Mila sudah mulai terbiasa dengan terjangan Agus.Perlahan dia buka tangannya yang menutup mulut anaknya.
“Ahhhh,,,ahhhh,,,ahhhh,,,”
Dan benar saja,rintihannya pun berubah menjadi desahan.Dina pun makin tersenyum lebar.
Agus yang melihat itu,jadi makin semangat,dia bahkan ingin selama mungkin menikmati tubuh Mila.Namun,itulah kesalahan Agus.Dia malah makin mempercepat tempo genjotannya.Alhasil,kontolnya semakin tak tahan membendung laju peju yang hendak keluar.
“Aahhh,,ahhh,,Dekk,,Om,,,mau keluar,,ahhhh,,,Dekk,,,ahhhhh,,”
Agus mulai meringis,dia setengah mati bertahan,namun karena memek Mila terus menjepit kontol Agus dengan kencang,dia tak kuasa.
“Aaakkhh,,,ahhhh,,,ahhhhhhhhhhhh,,,,”
'Crrooootttttt,,,,crooortttttt,,,,,,,'
Peju Agus keluar deras didalam sempitnya memek Mila,bercampur dengan sisa darah perawannya.Kontol Agus juga makin serasa diremas saat dia ejakusi di dalam memek Mila,sampai akhirnya kontol Agus keluar sendiri karena tak kuat lagi memek Mila menampung peju dan darah perawannya yang tersimpan di dalam memek Mila.
Lepas pertempuran itu,Mila langsung terkulai lemas di pangkuan Ibunya.Mila sudah tak sanggup lagi bicara,dia hanya bisa memandangi Ibunya dengan sorot matanya yang sayu.
Dina pun tak berkata banyak,dia hanya membalas tatapan putri kecilnya itu dengan sebuah pelukan.Dan Dina juga hanya bisa membalas Mila hanya dengan sebait kata-kata.
“Selamat ya sayang,,kamu sudah dewasa,,”
--------------------------------------------------
Epilog :
3 tahun berlalu,Mila kini sudah tumbuh menjadi perempuan idaman bagi laki-laki disekitarnya.Selain itu,pengalamannya juga semakin matang,dibalut wajah ‘innocent' dan tubuh mungilnya,membuat Mila punya ciri khas tersendiri yang dapat memikat laki-laki.
Dina sebagai orang tuanya pun ikut bangga.Mila mulai tumbuh menjadi perempuan yang dia harapkan.Dina pun kagum saat melihat potret demi potret gambar yang memperlihatkan 'aksi' putri kecilnya itu.Tampak dari gambar itu,Mila sudah jauh sekali berkembang.Mila kian mahir memuaskan laki-laki yang dihadapinya.
“Makin jago kamu ya sayang,,hihi,,” gumam Dina.
Dina semakin terpana,melihat potret gambar Mila yang tengah bercinta di handphonenya.
Disaat tengah asiknya melihat gambar-gambar 'aksi' anaknya,tiba-tiba pintu rumah Dina berbunyi.
“Permisi,,,”
Dina pun langsung menaruh handphonenya,dan segera menghampiri tamunya.
“Ehh,,Aldo,,masuk sayang,,”
Rupanya Aldo beserta keempat temannya yang lain datang berkunjung.
“Makasih Tante,,Mila-nya ada Tante,,??”
“Ada,,ada,,mau Tante panggilin,,??”
“Boleh Tante,,”
“Mila,,sayang,,ada temen-temen kamu nih dateng,,” panggil Dina.
“Iya Ma,,sebentar,,” jawab Mila dari dalam kamarnya.
“Kalian masuk dulu deh,,” ajak Dina.
“Aduh makasih Tante,,tapi kita buru-buru nih hehe,,” ucap Aldo.
“Emang kalian mau kemana sih,,??”
“Kita mau ke tempatnya Mang Asep tante,,”
“Hmm,,pasti kalian mau main disana lagi ya,,??”
“Hehehe,,iya Tante,,hehe,,”
Dina geleng-geleng kepala sambil tersenyum kecil.
“Kalo boleh,,kita minta izin Tante,,mau ngajak Mila lagi,,”
“Ya sudah,,Tante izinin,,tapi ingat ya,,mainnya dirumah Mang Asep aja,,jangan keluar-keluar,,takutnya ketahuan sama orang,,”
“Siap Tante,,” kata Aldo sambil memberi Dina acungan jempol.
Tak lama setelah itu,Mila keluar dari kamarnya.
“Gimana Ma,,penampilan aku,,??” tanya Mila sambil memperhatikan pakaiannya ke Dina.
“Wow,,seksi banget sayang,,”
Dina terpukau,Mila tampil dengan busana yang sangat seksi ditubuh mungilnya
“Kakak-kakak juga suka gak,,sama baju aku,,??” tanya Mila kini ke teman-temannya.
“Suka banget Dek,,jadi gak sabar kita pengen melepas pakaian kamu hehe,,” goda Aldo.
“Ihhh,,masa dilepas sih,,kan aku udah dandan capek-capek loh,,” Mila ngambek.
Kelima teman-teman Mila tertawa,melihat tingkah Mila.
“Yaudah Tante,,kalo gitu,,kita mau langsung pergi,,” ucap Aldo
“Oh ya sudah,,kalian hati-hati mainnya,,inget,,jangan sampe ketahuan orang,,”
“Dan jaga Mila ya,,ajarin dia biar jadi pecun yang hebat,,hihi,,”
“Ihhh,,Mama,,”
Mila sedikit sebal,namun Dina malah membalas dengan tertawa kecil.
“Siap tante,,” jawab kompak kelima teman Mila.
“Ma,,aku main dulu ya,,” kata Mila pamit.
“Iya sayang,,hati-hati ya,,”
“Kita permisi dulu ya Tante,,” ucap kelima teman Mila juga hendak pamit.
Mila dan beserta kelima teman laki-laki akhirnya pergi.Namun pas mereka semua hendak keluar pagar,Dina memanggil kembali Aldo.
“Aldo,,sini deh,,”
Aldo lalu menghampiri Dina yang memanggilnya.
“Ada apa Tante,,??”
Dina lalu mendekat dirinya ke Aldo,hendak berbisik.
“Nanti pas main,,direkam ya,,terus kirim ke Tante videonya,,” bisik Dina.
“Ohh,,siap Tante,,” balas Aldo.
“Ya sudah,,selamat bersenang-senang ya,,”
“Iya Tante,,Aldo pamit dulu ya,,”
Aldo lalu kembali berkumpul dengan teman-temannya,dan akhirnya mereka pun pergi bermain.
Setelah putrinya pergi bersama teman-temannya,Dina makin tak sabar melihat hasil video yang dia titip pesankan ke Aldo.

Giliran udah upload, pada adem ayem lu pada
BalasHapusπ€£π€£π€£π€£π€£
HapusMaking abnormal wkwk
BalasHapusHu usul dong, pernikahan di dunia abnormal tu gmn ya πππ
BalasHapusnah ini nih
HapusUdah upload nih
BalasHapusCrot crot crot, btw ada yang tau konten underage cari dimana? Cerita/vid gitu
BalasHapusgersang komennya wkwk
BalasHapusnexttt cerita baru min, kalo bisa pesta adat pernikahan hahaha
BalasHapuswadaw sepi
BalasHapusSepi la bro, gk ada yang nyebar link, link di forum sebelah aja dah tenggelam
HapusKuyyylah yg baru
BalasHapusGas gas gas cerita baru
BalasHapusBikin ceritabttg guru lagi dong hu
BalasHapusAtau nisa kinderflix bagus juga
HapusMenghilang sepertinya
BalasHapusAyoo gas cerita baru lagi. Yang ini terlampau abnormal ππ
BalasHapusPuh kapan upload lagu puh sepuh
BalasHapusBelum ada update baru yah
BalasHapussuhu nya juga ga ada ngereply komen kaya biasanya, hadeh
BalasHapusKetangkep pakpol kah?
HapusUdah 2 bulan menghilang wadawd
BalasHapus